• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 27 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Meteor Besar di Pulau Jawa, Ini Penjelasan BRIN

Editor
Senin, 13 Juli 2026 - 05:49
Meteor besar di Pulau yang terlihat warga adalah meteor berukuran besar yang memasuki atmosfer Bumi yang kemudian terkikis di atmoster hingga terjadi sonic boom.(Image: BRIN)

Meteor besar di Pulau yang terlihat warga adalah meteor berukuran besar yang memasuki atmosfer Bumi yang kemudian terkikis di atmoster hingga terjadi sonic boom.(Image: BRIN)

Meteor besar di Pulau yang terlihat warga adalah meteor berukuran besar yang memasuki atmosfer Bumi yang kemudian terkikis di atmoster hingga terjadi sonic boom.

SATUJABAR, JAKARTA – Fenomena benda langit terang yang melintas dan terlihat di sejumlah wilayah Pulau Jawa pada Sabtu malam (11/07) menjadi perbincangan luas di media sosial. Banyak warga mengunggah video yang memperlihatkan objek bercahaya melesat di langit, bahkan sebagian melaporkan terdengarnya suara dentuman beberapa saat setelah objek tersebut melintas. Berdasarkan analisis ilmiah, Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan meteor berukuran besar yang memasuki atmosfer Bumi.

RelatedPosts

Ballon d’Or 2026: Harry Kane Sabet Pemain Terbaik Dunia 2026

Menpora Erick Dialog Langsung Dengan Peserta Wirasena Youth Camp 2026

Tragedi Berdarah Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Peka

Menurut Thomas, seperti dikabarkan Humas BRIN, berdasarkan rangkaian laporan masyarakat dari berbagai daerah, meteor tersebut pertama kali terdeteksi melintas di atas Laut Jawa sebelum terlihat dari wilayah Bekasi sekitar pukul 21.22.35 WIB. Pada saat itu meteor masih berada pada ketinggian yang cukup tinggi sehingga tampak sebagai objek bercahaya putih berukuran relatif kecil.

“Meteor berasal dari batuan antariksa yang mengorbit Matahari. Ketika lintasannya berpapasan dengan orbit Bumi, batuan tersebut memasuki atmosfer dengan kecepatan sangat tinggi. Gesekan dengan atmosfer menyebabkan permukaannya memanas hingga berpijar sehingga tampak sebagai meteor,” jelas Thomas.

Ia menerangkan bahwa proses pijaran mulai terjadi ketika batuan antariksa memasuki atmosfer pada ketinggian sekitar 120 kilometer di atas permukaan Bumi. Pada fase tersebut, material batuan mulai mengalami ablasi atau pengikisan akibat suhu yang sangat tinggi sehingga menghasilkan cahaya terang yang dapat disaksikan dari permukaan Bumi.

Berdasarkan analisis lintasannya, meteor bergerak ke arah tenggara melintasi sebagian wilayah Pulau Jawa. Ketika memasuki atmosfer yang lebih rapat, objek tersebut semakin terang dan mulai memperlihatkan perubahan warna yang berbeda-beda di berbagai lokasi pengamatan.

Di wilayah Jawa Barat bagian timur, sejumlah warga Cirebon dan Kuningan melaporkan mendengar suara dentuman beberapa saat setelah meteor melintas. Thomas menjelaskan bahwa suara tersebut bukan berasal dari ledakan di permukaan, melainkan gelombang kejut (sonic boom) yang terbentuk ketika meteor melaju dengan kecepatan sangat tinggi di atmosfer bawah.

“Suara dentuman terjadi karena meteor bergerak jauh lebih cepat daripada kecepatan rambat suara. Gelombang kejut itu baru terdengar beberapa saat setelah meteor melintas karena suara memerlukan waktu untuk mencapai permukaan,” ujarnya.

Di Majalengka, meteor dilaporkan tampak berwarna biru. Selanjutnya objek yang sama terlihat di kawasan Nagreg sekitar pukul 21.23.37 WIB dan Tasikmalaya sebagai cahaya terang yang sesekali menerangi awan. Variasi warna tersebut merupakan fenomena yang umum terjadi pada meteor karena dipengaruhi oleh komposisi mineral penyusunnya serta kondisi atmosfer yang dilalui.

Ketika melintas di wilayah Yogyakarta sekitar pukul 21.23.57 WIB, sejumlah warga menyaksikan meteor memancarkan cahaya hijau yang sangat terang. Menurut Thomas, warna hijau tersebut berasal dari unsur magnesium yang terkandung dalam batuan antariksa dan memancarkan cahaya khas ketika terbakar pada suhu yang sangat tinggi akibat gesekan dengan atmosfer.

“Setiap unsur kimia memiliki spektrum cahaya yang berbeda ketika dipanaskan. Warna hijau pada meteor umumnya berkaitan dengan kandungan magnesium atau nikel yang terbakar selama proses masuk ke atmosfer,” katanya.

Dari rangkaian pengamatan yang dihimpun, BRIN memperkirakan meteor terus bergerak ke arah tenggara hingga akhirnya kehilangan kecepatannya dan kemungkinan berakhir di Samudera Hindia, di selatan Jawa Timur atau Bali.

Thomas menjelaskan bahwa fenomena meteor seperti ini sebenarnya bukan sesuatu yang luar biasa dalam skala astronomi. Setiap hari Bumi menerima jutaan batuan dalam berbagai ukuran dari antariksa, tetapi sebagian besar berukuran sangat kecil sehingga habis terbakar di atmosfer dan hanya tampak sebagai “bintang jatuh”. Meteor berukuran besar seperti yang kali ini melintas jauh lebih jarang terjadi sehingga dapat disaksikan secara luas oleh masyarakat.

Ia menambahkan bahwa atmosfer Bumi berfungsi sebagai pelindung alami yang sangat efektif terhadap benda-benda antariksa. Sebagian besar meteoroid (batuan antariksa) habis terbakar sebelum mencapai permukaan, sehingga masyarakat tidak perlu panik apabila melihat fenomena serupa.

“Fenomena ini merupakan peristiwa alam yang menarik sekaligus menjadi pengingat bahwa Bumi terus berinteraksi dengan lingkungan antariksa. Selama meteor habis terbakar di atmosfer atau jatuh di wilayah yang tidak berpenghuni, masyarakat tidak perlu khawatir. Yang terpenting adalah memahami fenomenanya secara ilmiah agar tidak mudah terpengaruh berbagai informasi yang tidak benar,” pungkas Thomas.

Tags: BRINMeteor besarmeteor jawameteor terlihat di jawa

Related Posts

Bundesliga 2025-2026: Bayern Juara, Harry Kane Tambah Koleksi Top Skor

Ballon d’Or 2026: Harry Kane Sabet Pemain Terbaik Dunia 2026

Editor
27 Oktober 2026

LONDON – Kapten Timnas Inggris dan juga Bayern Munchen, Harry Kane terpilih sebagai Pemain Terbaik Putra Ballon d’Or 2026. Pengumuman...

Menpora Erick berdialog dengan para peserta Wirasena Youth Camp 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (26/10). (foto:Yayan/kemenpora.go.id)

Menpora Erick Dialog Langsung Dengan Peserta Wirasena Youth Camp 2026

Editor
27 Oktober 2026

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan pentingnya membangun kultur patriotik, gigih, dan berempati...

Wali Kota Baundung, Muhammad Farhan meminta jajaran kewilayahan di tingkat kelurahan untuk semakin memperkuat perhatian terhadap situasi di wilayahnya. Hal itu berkaitan dengan peristiwa meninggalnya dua orang akibat pengeroyokan d Pasar Caringin, Sabtu 24 Oktober 2026 lalu.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Tragedi Berdarah Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Peka

Editor
27 Oktober 2026

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meminta jajaran kewilayahan di tingkat kelurahan untuk semakin memperkuat perhatian terhadap situasi di...

Foto : Penanganan karhutla yang melanda kawasan Hutan Resort SPTN Wilayah I Kuningan, Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat (25/10). (BPBD Kabupaten Kuningan)

3.000 Ha Lahan Terbakar di Kalimantan, Operasi Pemadaman Terus Jalan

Editor
26 Oktober 2026

JAKARTA — Pengendalian dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah masih terus dilakukan petugas gabungan. Lebih dari...

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.(Foto: Dok. Kementerian ESDM)

Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain, Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri

Editor
26 Oktober 2026

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) minyak mentah di dalam negeri agar crude impor bisa langsung masuk ke...

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti (depan kanan). (Foto: Istimewa)

Senator Agita: Penanggulangan Bencana Perlu Didukung Regulasi Kuat dan Kesiapan Anggaran Daerah

Editor
26 Oktober 2026

BANDUNG – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) sekaligus Wakil Ketua...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.