SATUJABAR, BANDUNG–Polda Jawa Barat memastikan, meningkatkan pengamanan dengan banyaknya kasus begal yang terjadi. Personel kepolisian ditempatkan di titik-titik rawan, terutama di waktu rawan begal.
Maraknya kasus begal dan tindak kejahatan lainnya, menjadi perhatian serius Polda Jawa Barat. Pengamanan ditingkatkan, dengan menempatkan personel di titik-titik rawan kejahatan.
“Perintah Pak Kapolda Jabar jelas, untuk tindak tegas terukur pelaku kejahatan, termasuk begal. Ini tak hanya ke polisi, tapi untuk masyarakat pun boleh dengan catatan jangan sampai meninggal. Jadi, terima kasih kepada masyarakat yang telah posting sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, dalam keterangannya, Selasa (21/07/2026).
Hendra menegaskan, Polda Jawa Barat menempatkan personel kepolisian di titik-titik rawan. Langkah antisipasi tersebut, terutama pada malam hingga dinihari, serta di hari libur.
“Malam sampai dinihari merupakan waktu rawan kejahatan, maka kami tempatkan dan perbanyak personel, termasuk di hari libur,” tegas Hendra.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Pipit Rismanto, sudah mengumpulkan para kapolres di wilayah hukum Polda Jawa Barat. Mereke diberikan penekanan dalan menyikapi kejahatan begal, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor.
Berdasarkan data yang dihimpun Polda Jawa Barat sepanjang Juni hingga Juli 2026, terdapat puluhan kasus kriminal yang terjadi di wilayah Jawa Barat. Ada 19 kasus yang viral di media sosial dan 24 kasus telah berhasi diungkap.
“Dalam puluhan kasus (kejahatan begal) yang terjadi di wilayah hukum Polda Jawa Barat, tidak sampai ada korban jiwa. Hanya ketakutan dan korban luka-luka,” jelas Hendra.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengaku, telah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian untuk memperkuat pengamanan, termasuk mengusulkan penempatan aparat bersenjata di titik-titik rawan. Peningkatan pengamanan menjadi kebutuhan mendesak seiring maraknya aksi kriminalitas, yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar, untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat,” ujar Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi mengatakan, kehadiran aparat keamanan di lokasi strategis memiliki peran penting dalam menekan potensi kejahatan. Aparat ditempatkan di titik-titik strategis bersenjata, adalah bagian untuk menciptakan rasa nyaman dan rasa aman bagi masyarakat.







