• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 20 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Mahkota Binokasih Pulang ke Bogor: Sebuah Kisah dari Bumi Tegar Beriman

Editor
Selasa, 22 April 2025 - 06:12
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyambut kedatangan Mahkota Binokasih dari Keraton Sumedang Larang.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyambut kedatangan Mahkota Binokasih dari Keraton Sumedang Larang.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Setelah ratusan tahun berpindah dari satu kerajaan ke kerajaan lain, akhirnya Mahkota Binokasih kembali menapakkan jejaknya di tanah asal — Kabupaten Bogor. Mahkota pusaka peninggalan Kerajaan Sunda yang dibuat pada abad ke-14 oleh Prabu Bunisora Suradipati dari Kerajaan Galuh, hari itu, Senin 21 April 2025, kembali menyapa warganya.

Dari SMK Negeri 1 Cibinong menuju Auditorium Sekretariat Daerah, Mahkota Binokasih diiringi kirab panji dengan penuh kehormatan. Tiba di gerbang Pemerintahan Kabupaten Bogor, sambutan meriah menggema, tidak hanya dari rakyat biasa, tetapi juga dari para tokoh agung: Radya Anom Keraton Sumedang Larang Raden Luky Djohari Soemawilaga, perwakilan kerajaan-kerajaan Nusantara seperti Kesultanan Banten, Riau Lingga, Pajajaran, hingga Samudera Pasai.

RelatedPosts

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Di tengah-tengah prosesi yang sakral itu, Bupati Bogor, Rudy Susmanto berdiri tegap. Matanya menatap mahkota emas seberat 8 kilogram yang bertabur batu giok, simbol kebesaran dan legitimasi raja-raja Sunda. Dengan suara penuh haru, ia berkata:

“Untuk pertama kalinya Mahkota Binokasih kembali ke Kabupaten Bogor, dan hari ini kita kirab bersama masuk ke kantor Pemerintah Kabupaten Bogor. Ini bukan sekadar benda sejarah, ini adalah martabat nenek moyang kita.”

Rudy melanjutkan, bahwa singgahnya Mahkota Binokasih untuk satu malam saja, adalah sebuah kehormatan besar bagi Kabupaten Bogor. Ia menyebutnya sebagai simbol titik awal kebangkitan Bumi Tegar Beriman dengan semboyan: Kuta Udaya Wangsa — tanah kejayaan leluhur yang kini hendak dibangkitkan kembali dengan semangat baru.

Bagi Rudy, Mahkota Binokasih bukan sekadar artefak kuno. Ia adalah cermin kejayaan masa lalu yang harus menjadi pedoman masa depan. Kirab ini, katanya, bukan hanya tontonan, tetapi pengingat — bahwa di balik gemerlap emas dan kilauan batu giok, ada warisan nilai, harga diri, dan jati diri Sunda yang tak boleh dilupakan.

“Terima kasih bukan hanya karena kami bisa melihat mahkota ini,” ujar Rudy, “tapi juga atas restu dan dukungan yang diberikan kepada saya dan Bapak Jaro Ade untuk memimpin Kabupaten Bogor. Kami mohon doa dari para kiai, para ulama, para sesepuh. Kami hanya punya tenaga, keikhlasan, dan niat membangun Bogor agar lima tahun ke depan lebih aman, lebih adil, dan lebih makmur.”

Dari pihak Keraton Sumedang Larang, Radya Anom Luky Djohari Soemawinata memberikan makna yang mendalam. Ia menyebut Mahkota Binokasih bukan hanya pusaka fisik, tetapi juga simbol kasih sayang, kebijaksanaan, dan identitas budaya masyarakat Sunda.

“Membawa mahkota ini ke Bogor,” ujarnya, “bukan hanya seremoni. Ini langkah edukatif dan reflektif — memperkenalkan kembali siapa kita, dari mana kita berasal, dan jati diri kita sebagai bangsa yang berakar dari peradaban luhur Nusantara.”

Kirab Mahkota Binokasih Sanghyang Pake pun berakhir, tapi semangatnya baru saja dimulai. Malam harinya, masyarakat disuguhi pesta rakyat, dilanjutkan dengan pagelaran wayang golek — seni tradisional yang menyuarakan filosofi Sunda lewat gerak, suara, dan cerita.

Hari itu, sejarah bukan hanya diperingati. Ia dihidupkan kembali. Dan di tanah Bumi Tegar Beriman, sebuah mahkota akhirnya pulang — tak hanya untuk dikenang, tetapi untuk membangkitkan.

Sumber: Pemkab Bogor

Tags: bogorMahkota BinokasihPakuan

Related Posts

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dok. Humas Kemenbud)

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Editor
15 September 2026

MOJOKERTO - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa...

Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari ribuan warga yang tumpah ruah ke jalanan, Minggu (13/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Editor
14 September 2026

KUNINGAN – Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan  bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme...

Salah satu area di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Editor
13 September 2026

Jumlah rumah di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja tak pernah bertambah. Jumlahnya selalu 70 rumah, tak kurang dan...

– Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid 5: Sport n’ Ethno Carnaval”, kegiatan ini resmi dibuka pada Kamis (10/9/2026), bertempat di Stadion Rana Diraksa.(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Gelar Budaya dan Olahraga Desa Suganangan Membangun Kolaborasi

Editor
11 September 2026

KUNINGAN – Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid...

Rapat persiapan Karnaval Budaya di Hari Jadi Kabupaten Kuningan.(Foto: Dok. Diskominfo Kab. Kuningan)

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528, Kirab Sejarah di Ujung Perayaan

Editor
8 September 2026

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 akan diwarnai dengan Karnaval Budaya yang persiapannya terus dimatangkan. Mengusung tema “Tumapak Ka Jaman Baheula:...

Ribuan warga Kuningan tumpah ruah menyaksikan helaran tradisi budaya Seba Sapton dan Babarit yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan, Sabtu (5/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Meriahnya Tradisi Budaya Seba Sapton dan Babarit di Hari Jadi Kuningan

Editor
6 September 2026

Ribuan warga Kuningan tumpah ruah menyaksikan helaran tradisi budaya Seba Sapton dan Babarit yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.