SATUJABAR, SOPPENG – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat komitmennya dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sektor kehutanan sejak dini. Melalui unit pelaksana teknis di daerah, Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (Seksi KSDA Wilayah III Soppeng) resmi menerima peserta magang mandiri siswa SMK Kehutanan Negeri Makassar di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Lejja, Kabupaten Soppeng.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Kemenhut untuk membekali para calon tenaga teknis menengah kehutanan dengan pengalaman kerja nyata di tingkat tapak. Selama satu bulan ke depan, sebanyak lima siswa SMK Kehutanan Negeri Makassar akan terjun langsung mendalami praktik pengelolaan kawasan konservasi berkelanjutan.
Kepala Bidang KSDA Wilayah II Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Mustari Tepu, menyampaikan bahwa program magang mandiri ini merupakan kawah candradimuka bagi para siswa untuk membentuk mentalitas Rimbawan yang siap adaptif di lapangan.
“Pengalaman kerja melalui magang mandiri menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan, khususnya terkait pengenalan potensi keanekaragaman hayati dan ekosistem, pencegahan gangguan keamanan hutan, serta pengembangan potensi wisata alam. Melalui magang ini, siswa dapat meningkatkan profesionalisme sebagai modal menjadi Rimbawan yang lebih baik,” ujar Mustari Tepu melalui keterangan resminya.
Selama masa magang di Resor TWA Lejja, para siswa dibimbing langsung oleh petugas lapangan dalam menjalankan berbagai tugas teknis kehutanan, seperti inventarisasi jenis asing invasif (invasive alien species), patroli pengamanan kawasan bersama Polisi Kehutanan (Polhut), hingga pemetaan potensi ekowisata.
Sementara itu, Kepala Seksi KSDA Wilayah III Soppeng, Raduan, menegaskan kesiapan jajaran teknis di lapangan dalam mendampingi dan memfasilitasi proses pembelajaran para siswa SMK Kehutanan.
“Pengalaman lapangan sangat penting untuk membentuk kompetensi dan karakter calon tenaga teknis menengah kehutanan agar memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai praktik pengelolaan hutan secara profesional. Kami di unit tapak siap memberikan ruang pembelajaran yang berkualitas,” ungkap Raduan.
Melalui penyediaan ruang pembelajaran berbasis praktik langsung di lapangan ini, Kementerian Kehutanan optimistis dapat melahirkan generasi penerus rimbawan yang tangguh, berdedikasi, serta siap mengawal kelestarian hutan Indonesia di masa depan.







