SATUJABAR, JAKARTA – Luas panen jagung pipilan Mei 2026 sebesar 0,21 juta hektare, mengalami kenaikan sebesar 0,04 juta hektare atau 22,04 persen dibandingkan luas panen pada Mei 2025 yang sebesar 0,17 juta hektare.
Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) 1 Juli 2026 menyebutkan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Mei 2026 sebanyak 1,18 juta ton, naik sebanyak 0,20 juta ton atau 19,79 persen dibandingkan pada Mei 2025 yang sebanyak 0,99juta ton.
Potensi luas panen jagung pipilan periode Juni–Agustus 2026 diperkirakan sebesar 0,72 juta hektare, dengan potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen periode Juni Agustus 2026 diperkirakan sebanyak 4,23 juta ton.
Luas Panen Padi Mei 2026 Turun 2,35 Persen
Luas panen padi Mei 2026 sebesar 0,96 juta hektare, mengalami penurunan
sebesar 0,02 juta hektare atau 2,35 persen dibandingkan luas panen padi di Mei 2025 yang sebesar 0,98 juta hektare.
Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) 1 Juli 2026 menyebutkan produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) pada Mei 2026 sebanyak 5,87 juta ton GKP, mengalami penurunan sebanyak 0,20 juta ton GKP atau 3,31 persen dibandingkan produksi padi GKP di Mei 2025 yang sebanyak 6,07
juta ton GKP.
Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada Mei 2026 sebanyak 4,92 juta ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 0,17 juta ton GKG atau 3,43 persen dibandingkan produksi padi GKG di Mei 2025 yang sebanyak 5,09 juta ton GKG. Produksi beras pada Mei 2026 untuk konsumsi pangan penduduk sebanyak 2,84 juta ton beras, mengalami penurunan sebanyak 0,10 juta ton beras atau 3,43 persen dibandingkan produksi beras di Mei 2025 yang sebanyak 2,94 juta ton beras.
Potensi luas panen bulan Juni–Agustus 2026 diperkirakan mencapai 2,88 juta hektare, mengalami kenaikan sebesar 0,04 juta hektare dibandingkan luas panen padi bulan Juni–Agustus 2025.








