• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 5 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Lima Individu Orangutan Kembali ke ‘Rumahnya’

Editor
Jumat, 03 Juli 2026 - 01:46
Konservasi orangutan.(Foto: Humas Kemenhut)

Konservasi orangutan.(Foto: Humas Kemenhut)

Lima individu orangutan yang terdiri dari satu jantan dan empat betina hasil rehabilitasi telah dilepaskan kembali ke habitat alaminya di Sub-DAS Mendalam, Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun.

SATUJABAR, PUTUSSIBAU, KAPUAS HULU – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) dan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS/SOC) kembali bersinergi dalam melestarikan satwa liar dilindungi. Pada tanggal 30 Juni 2026, sebanyak lima individu orangutan yang terdiri dari satu jantan dan empat betina hasil rehabilitasi telah dilepaskan kembali ke habitat alaminya di Sub-DAS Mendalam, Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun.

RelatedPosts

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Kemkomdigi Minta Operator Seluler Optimalkan Mekanisme Perlindungan Sisa Kuota

Presiden Prabowo Tekankan Komunikasi Pemerintah yang Sederhana dan Dialogis

Kelima individu orangutan tersebut adalah Benazir (14 tahun), Jamilah (25 tahun) beserta anaknya Ulin (1 tahun), dan Sinta (13 tahun) beserta anaknya Sabine (2 tahun). Mereka telah dinyatakan siap secara fisik maupun perilaku setelah melewati proses rehabilitasi intensif di Sekolah Hutan Jerora serta pemeriksaan medis dan karantina pra-pelepasliaran selama satu bulan.

Kegiatan ini menandai pelaksanaan Pelepasliaran Orangutan Tahap ke-18. Sejak dimulainya kerja sama ini pada tahun 2017 hingga Desember 2025, sebanyak 17 tahap pelepasliaran telah berhasil dilaksanakan dengan total 39 individu orangutan (37 hasil rehabilitasi dan 2 hasil translokasi) yang dilepasliarkan di kawasan TN Betung Kerihun. Orangutan yang dilepasliarkan terdiri dari subspesies Pongo pygmaeus pygmaeus dan Pongo pygmaeus wurmbii.

Persiapan keberangkatan telah dirancang secara matang guna meminimalkan stres pada satwa. Proses pengangkutan menempuh perjalanan darat dan air dari Sintang menuju Putussibau hingga ke stasiun pelepasliaran dengan total waktu sekitar 10–12 jam. Sebelum dilepaskan secara penuh, Orangutan diistirahatkan di kandang habituasi terlebih dahulu untuk memulihkan kondisi fisik dan psikologis mereka pasca transportasi.

Sub-DAS Mendalam, TN Betung Kerihun dipilih sebagai lokasi pelepasliaran berdasarkan kajian ekologi komprehensif, yang menunjukkan ketersediaan vegetasi pakan Orangutan yang melimpah (mencapai 52% dari total jenis flora yang ditemukan) serta daya dukung habitat yang sangat memadai. Selain memperkuat konservasi satwa liar dilindungi, upaya pemulihan populasi orangutan di habitat alaminya juga sejalan dengan agenda FOLU Net Sink 2030 melalui penguatan fungsi kawasan hutan sebagai penyerap karbon, penjaga keanekaragaman hayati, dan penyangga ekosistem.

Pasca-pelepasliaran, komitmen pemantauan tidak berhenti. Tim Monitoring yang terdiri dari 8 hingga 12 personel akan melakukan pemantauan intensif menggunakan metode nest-to-nest (mengikuti Orangutan dari bangun tidur di pagi hari hingga kembali membuat sarang di sore hari) selama maksimal 3 bulan. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan kelima Orangutan mampu beradaptasi, mencari pakan alami, hidup mandiri, dan bertahan hidup di alam liar tanpa ketergantungan pada manusia.

Upaya konservasi bersama ini diharapkan dapat terus memperkuat populasi orangutan kalimantan di habitat aslinya sekaligus menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi multipihak dalam penyelamatan satwa endemik Indonesia yang terancam punah.

Kepala Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Titik Wurdiningsih berharap bahwa dengan pelepasliaran 5 individu Orangutan dan pelepasliaran Orangutan ke depan di TN Betung Kerihun, kelestarian dari keberadaan primata dilindungi itu tetap terjaga sehingga anak cucu kita masih bisa melihat di alam ke depan.

“Camp mentibat, Resor PTN Nanga Hovat diharapkan ke depan dapat dikembangkan sebagai pusat riset dan pusat edukasi khususnya terkait Orangutan. Begitupula dengan keindahan alam menuju lokasi pelepasliaran dapat dikembangkan untuk atraksi wisata alam arung jeram” jelas Titik Wurdingsih melalui keterangan Humas Kemenhut.

​Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane menyampaikan bahwa keberhasilan pelepasliaran tahap ke-18 ini merupakan buah dari konsistensi dan dedikasi panjang dalam proses rehabilitasi satwa. Beliau menekankan bahwa kembalinya lima individu orangutan ini ke habitat alami mereka di TN Betung Kerihun bukan sekadar akhir dari masa rehabilitasi, melainkan sebuah awal baru bagi penguatan populasi orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) di alam liar.

​Ke depannya, Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat berharap sinergi dan kolaborasi multipihak seperti ini dapat terus ditingkatkan, tidak hanya dalam hal pelepasliaran, tetapi juga dalam memperketat perlindungan habitat dan gencar memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan demikian, ancaman terhadap satwa liar dilindungi dapat terus ditekan, dan keharmonisan antara manusia serta kelestarian alam dapat terwujud secara berkelanjutan di Kalimantan Barat.

Tags: orangutan

Related Posts

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Editor
5 Oktober 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang digelar di...

Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Denny Setiawan bersama Sekretaris Ditjen Infrastruktur Digital Ervan Fathurokhman Adiwidjaja dan Plt. Kabiro Humas Kemkomdigi Farida Dewi Maharani dalam konferensi pers tentang Tindak Lanjut Perlindungan Sisa Kuota Internet di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Sabtu (03/10/2026). Foto: Ahmad Tri Hawaari/Komdigi

Kemkomdigi Minta Operator Seluler Optimalkan Mekanisme Perlindungan Sisa Kuota

Editor
5 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital mengevaluasi hasil pelaporan bulan pertama para operator seluler terkait pelaksanaan perlindungan sisa kuota internet...

Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono di kediamannya, pada Minggu (04/10/2026) sore.(Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Tekankan Komunikasi Pemerintah yang Sederhana dan Dialogis

Editor
5 Oktober 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono...

Bupati Bogor Rudy Susmanto menghadiri hari terakhir Kontes Sapi Asosiasi Peternak dan Penggemar Sapi Indonesia (APPSI) Piala Presiden 2026 yang berlangsung di Lapangan Panahan Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Minggu (4/10/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Bogor)

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Berakhir, Bupati Bogor Sampaikan Apresiasi

Editor
5 Oktober 2026

CIBINONG – Bupati Bogor Rudy Susmanto menghadiri hari terakhir Kontes Sapi Asosiasi Peternak dan Penggemar Sapi Indonesia (APPSI) Piala Presiden...

Sejumlah rumah di Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Timur mengalami kerusakan akibat gempabumi berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah setempat, pada Minggu (4/10). (Foto: BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya)

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya

Editor
4 Oktober 2026

JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan M6,1 mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (4/10) pukul 05.55...

PA alias Agus (41), pelaku pembunuhan Profesor Petrus Pallangan (71) saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Cibadak, Sukabumi.(Foto:Istimewa).

Pria ART Bunuh Profesor Petrus di Sukabumi Gegara Gaji 5 Bulan Tidak Dibayar

Editor
4 Oktober 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Profesor Petrus Pallangan, pria berusia 71 tahun, tewas dibunuh asisten rumah tangga (ART) di rumahnya di Kabupaten Sukabumi, Jawa...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.