• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 10 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kuda Laut Penghuni Laut Indonesia, Jumlahnya 13 Spesies

Editor
Senin, 18 Mei 2026 - 03:47
Kuda laut.(Foto: Humas BRIN)

Kuda laut.(Foto: Humas BRIN)

SATUJABAR, JAKARTA – Kuda laut yang menghuni laut Indonesia sebanyak 13 spesies yang tersebar di berbagai wilayah perairan nasional. Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Sistem Biota Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Masayu Rahmia Anwar Putri, mengatakan, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring perkembangan riset dan penemuan spesies baru.

“Di Indonesia ada 13 spesies kuda laut, tapi itu saat ini. Seiring berjalannya waktu bisa terus bertambah,” kata Masayu dalam lokakarya bertajuk “Perspektif Masyarakat Pesisir dalam Mendukung Keberlanjutan Kuda Laut di Perikanan Indonesia”, di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Senin 18 Mei 2026 seperti dikabarkan Humas BRIN.

RelatedPosts

MotoGP Mandalika Pertamina Dorong Homestay Lokal Naik Kelas

PMI Manufaktur Naik ke 52,4, Menkeu: Indikasi Ekspansi

Menkeu Suahasil: APBN Kredibel, Kinerja Fiskal Terjaga

Masayu menerangkan, beberapa spesies yang ada di Indonesia kini berada dalam kategori terancam berdasarkan tingkat keterancaman global maupun nasional. “Untuk kuda laut saat ini, khususnya yang ada di Indonesia, ada yang berstatus critically endangered, endangered, dan vulnerable,” terangnya.

Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan hewan itu, ungkap Masayu, ialah minimnya data pelaporan pemanfaatan dan perdagangan. Kondisi ini membuat status populasinya di alam sulit dipastikan.

Ia mencontohkan, perdagangan mahluk itu ke luar negeri wajib dilengkapi dokumen Non-Detriment Findings (NDF) untuk memastikan pemanfaatannya tidak mengancam populasi di alam. “Kalau pemanfaatan dan perdagangan tidak dilaporkan, kita tidak mengetahui kondisi populasi sebenarnya,” katanya.

BACA JUGA: Euforia Bobotoh Usai Persib Bungkam PSM, Terjadi 19 Lakalantas Satu Orang Dibacok

Selain perdagangan, ancaman lain datang dari rusaknya habitat pesisir seperti lamun dan makroalga yang menjadi tempat hidupnya. Masayu mengatakan, kuda laut sangat bergantung pada habitat karena bukan “perenang” yang kuat. Hewan ini biasa mengaitkan ekornya pada lamun, alga, atau terumbu karang untuk bertahan di perairan.

“Ketika habitatnya terganggu, mereka akan kesulitan bertahan hidup,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tingginya pemanfaatan kuda laut kering untuk obat tradisional dan suvenir. Menurut Masayu, tingginya nilai ekonomi membuat pemanfaatannya terus terjadi, dengan harga mencapai Rp1 juta hingga Rp8 juta per kilogram.

Dalam setiap kilogramnya, terdapat ratusan hingga ribuan ekor, tergantung ukuran spesiesnya. “Bayangkan kalau satu kampung mengambil kuda laut semua, kita tidak akan menemukannya lagi di daerah tersebut,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Masayu memaparkan sejumlah fakta unik kuda laut, salah satunya adalah jantan yang mengandung dan melahirkan anak. Telur dari betina dipindahkan ke kantong tubuh jantan untuk dierami selama sekitar satu hingga dua bulan hingga siap lahir.

“Di dalam kantong itu, embrio diberi oksigen dan diatur kadar garamnya sampai siap dilahirkan,” jelasnya.

BRIN juga bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memberikan rekomendasi kuota pemanfaatannya untuk kebutuhan perdagangan, penelitian, maupun indukan budi daya.

SIMAK JUGA: Cara Meraih Financial Freedom

Selain itu, BRIN menyusun pedoman translokasi dan restocking, serta mendukung penyusunan rencana aksi nasional untuk pengelolaannya yang berkelanjutan.

Masayu menekankan, pengelolaan kuda laut tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah karena luasnya wilayah perairan Indonesia dan keterbatasan jumlah personel. Karena itu, ia mendorong masyarakat pesisir turut aktif melaporkan tangkapan, menjaga habitat, serta menyebarkan pengetahuan mengenai pentingnya konservasi kuda laut.

“Kalau masyarakat pesisir tidak mau berkontribusi, kita tidak bisa mendapatkan data yang sebenarnya,” katanya.

Pemahaman masyarakat terhadap keunikan dan ekologi hewan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk menjaga keberlanjutan spesies tersebut di alam.

Tags: BRINKuda laut

Related Posts

Atmosfer Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 terasa sejak pengunjung tiba di Bandara Internasional Lombok.(Foto: Pertamina)

MotoGP Mandalika Pertamina Dorong Homestay Lokal Naik Kelas

Editor
9 Oktober 2026

LOMBOK - Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit tak hanya menjadi magnet bagi wisatawan,...

Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta, Jumat (09/10).(Foto: Dok. Kemenkeu)

PMI Manufaktur Naik ke 52,4, Menkeu: Indikasi Ekspansi

Editor
9 Oktober 2026

JAKARTA - Sektor manufaktur Indonesia menunjukkan tren ekspansi dengan Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur mencapai 52,4 pada September 2026. Capaian...

Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta, Jumat (09/10).(Foto: Dok. Kemenkeu)

Menkeu Suahasil: APBN Kredibel, Kinerja Fiskal Terjaga

Editor
9 Oktober 2026

JAKARTA - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir September 2026 tetap terjaga di tengah meningkatnya indikator volatilitas....

(Image: BRIN)

Impor Implan Tulang Traumatik Capai 94%, Profesor Riset BRIN Dorong Inovasi Lokal

Editor
9 Oktober 2026

JAKARTA - Implan tulang traumatik berperan penting untuk menstabilkan dan memperbaiki tulang akibat kecelakaan atau cedera dimana kebutuhan terus meningkat....

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong pemanfaatan hasil riset dan teknologi antariksa untuk mendukung edukasi astronomi bagi masyarakat. Upaya ini dilakukan antara lain melalui keterlibatan periset dalam kegiatan pembelajaran serta dukungan peralatan pengamatan astronomi di Imah Noong, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.(Image: BRIN)

BRIN dan Imah Noong Dongkrak Literasi Astronomi

Editor
9 Oktober 2026

BANDUNG - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong pemanfaatan hasil riset dan teknologi antariksa untuk mendukung edukasi astronomi...

Kondisi lahan yang terbakal terjadi di Desa Kawung, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada Kamis (8/10). (Foto: BPBD Kabupaten Sragen)

Kejadian dan Penanganan Bencana Hingga Jum’at (9/10)

Editor
9 Oktober 2026

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana dalam pemantauan selama 24 jam, sejak Kamis (8/10) pukul...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.