• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 17 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kuda Laut Penghuni Laut Indonesia, Jumlahnya 13 Spesies

Editor
Senin, 18 Mei 2026 - 03:47
Kuda laut.(Foto: Humas BRIN)

Kuda laut.(Foto: Humas BRIN)

SATUJABAR, JAKARTA – Kuda laut yang menghuni laut Indonesia sebanyak 13 spesies yang tersebar di berbagai wilayah perairan nasional. Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Sistem Biota Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Masayu Rahmia Anwar Putri, mengatakan, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring perkembangan riset dan penemuan spesies baru.

“Di Indonesia ada 13 spesies kuda laut, tapi itu saat ini. Seiring berjalannya waktu bisa terus bertambah,” kata Masayu dalam lokakarya bertajuk “Perspektif Masyarakat Pesisir dalam Mendukung Keberlanjutan Kuda Laut di Perikanan Indonesia”, di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Senin 18 Mei 2026 seperti dikabarkan Humas BRIN.

RelatedPosts

11 Remaja Gerombolan Bermotor di Bandung, Ugal-Ugalan Ditangkap

Pemalak Pengendara Sepeda Motor Bawa Golok di Bandung Ditangkap

Presiden Prabowo Pimpin Ziarah Nasional dan Renungan Suci

Masayu menerangkan, beberapa spesies yang ada di Indonesia kini berada dalam kategori terancam berdasarkan tingkat keterancaman global maupun nasional. “Untuk kuda laut saat ini, khususnya yang ada di Indonesia, ada yang berstatus critically endangered, endangered, dan vulnerable,” terangnya.

Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan hewan itu, ungkap Masayu, ialah minimnya data pelaporan pemanfaatan dan perdagangan. Kondisi ini membuat status populasinya di alam sulit dipastikan.

Ia mencontohkan, perdagangan mahluk itu ke luar negeri wajib dilengkapi dokumen Non-Detriment Findings (NDF) untuk memastikan pemanfaatannya tidak mengancam populasi di alam. “Kalau pemanfaatan dan perdagangan tidak dilaporkan, kita tidak mengetahui kondisi populasi sebenarnya,” katanya.

BACA JUGA: Euforia Bobotoh Usai Persib Bungkam PSM, Terjadi 19 Lakalantas Satu Orang Dibacok

Selain perdagangan, ancaman lain datang dari rusaknya habitat pesisir seperti lamun dan makroalga yang menjadi tempat hidupnya. Masayu mengatakan, kuda laut sangat bergantung pada habitat karena bukan “perenang” yang kuat. Hewan ini biasa mengaitkan ekornya pada lamun, alga, atau terumbu karang untuk bertahan di perairan.

“Ketika habitatnya terganggu, mereka akan kesulitan bertahan hidup,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tingginya pemanfaatan kuda laut kering untuk obat tradisional dan suvenir. Menurut Masayu, tingginya nilai ekonomi membuat pemanfaatannya terus terjadi, dengan harga mencapai Rp1 juta hingga Rp8 juta per kilogram.

Dalam setiap kilogramnya, terdapat ratusan hingga ribuan ekor, tergantung ukuran spesiesnya. “Bayangkan kalau satu kampung mengambil kuda laut semua, kita tidak akan menemukannya lagi di daerah tersebut,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Masayu memaparkan sejumlah fakta unik kuda laut, salah satunya adalah jantan yang mengandung dan melahirkan anak. Telur dari betina dipindahkan ke kantong tubuh jantan untuk dierami selama sekitar satu hingga dua bulan hingga siap lahir.

“Di dalam kantong itu, embrio diberi oksigen dan diatur kadar garamnya sampai siap dilahirkan,” jelasnya.

BRIN juga bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memberikan rekomendasi kuota pemanfaatannya untuk kebutuhan perdagangan, penelitian, maupun indukan budi daya.

SIMAK JUGA: Cara Meraih Financial Freedom

Selain itu, BRIN menyusun pedoman translokasi dan restocking, serta mendukung penyusunan rencana aksi nasional untuk pengelolaannya yang berkelanjutan.

Masayu menekankan, pengelolaan kuda laut tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah karena luasnya wilayah perairan Indonesia dan keterbatasan jumlah personel. Karena itu, ia mendorong masyarakat pesisir turut aktif melaporkan tangkapan, menjaga habitat, serta menyebarkan pengetahuan mengenai pentingnya konservasi kuda laut.

“Kalau masyarakat pesisir tidak mau berkontribusi, kita tidak bisa mendapatkan data yang sebenarnya,” katanya.

Pemahaman masyarakat terhadap keunikan dan ekologi hewan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk menjaga keberlanjutan spesies tersebut di alam.

Tags: BRINKuda laut

Related Posts

Ilustrasi gerombolan bermotor.(Foto:Istimewa).

11 Remaja Gerombolan Bermotor di Bandung, Ugal-Ugalan Ditangkap

Editor
17 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Sebelas orang gerombolan bermotor melakukan aksi ugal-ugalan di jalanan Kota Bandung, Jawa Barat. Mereka diamakan polisi, setelah aksinya membahayakan...

Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Aldi Subartono.(Foto:Istimewa).

Pemalak Pengendara Sepeda Motor Bawa Golok di Bandung Ditangkap

Editor
17 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Aksi pemalakan terhadap pengendara sepeda motor di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, viral di media sosial. Pelaku yang memaksa meminta...

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan kewarganegaraan ganda terbatas bagi talenta istimewa.(Foto: Setneg)

Presiden Prabowo Pimpin Ziarah Nasional dan Renungan Suci

Editor
17 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memimpin ziarah nasional dan renungan suci dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi pemulihan lahan terkontaminasi limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Provinsi Riau, pada Sabtu (15/8/2026). (Foto: Humas Kementerian LH)

Menteri LH Cek Progres Pemulihan Lingkungan dan Pengelolaan Limbah B3 di Wilayah Kerja Rokan

Editor
17 Agustus 2026

RIAU - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi pemulihan...

Gajah Sumatera.(Foto: Dok. Kementerian Kehutanan)

Gajah Sumatera Dipindahkan dari DIY ke Kalimantan Timur

Editor
17 Agustus 2026

SATUJABAR, YOGYAKARTA - Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta bersama BKSDA Kalimantan Timur, Lembaga Konservasi Gembira...

Pemadaman kebakaran di kawasan Bromo Tengger Semeru.(Foto: Humas Kemenhut)

Kebakaran Bromo: Api Padam, Kini Tahap Pendinginan

Editor
17 Agustus 2026

Kebakaran Bromo Tengger Semeru sudah diatasi oleh petugas gabungan. Kini sedang masuk tahap pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Ahadiat Hotel & Bungalow Bandung