Ilustrasi hacker (pexels.com)
Gangguan siber yang berpotensi mengancam keamanan pilkada adalah ‘ransomware; yang bisa menjatuhkan sistem atau mencuri data.
SATUJABAR, JAKARTA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menjalin kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI. Kerja sama ini terkait untuk pencegahan ancaman keamanan siber di Pilkada 2024.
Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin menyampaikan hal tersebut untuk menanggapi pernyataan Kepala BSSN Hinsa Siburian terkait potensi gangguan keamanan siber di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
“Kami bareng-bareng sama mereka juga kok, saling menjaga. Dan tim semacam gugus tugas tuh kan ada BSSN atau polisi siber dan seterusnya,” ujar Afif.
Walaupun demikian, dia mengatakan, bahwa mencegah Pilkada 2024 dari serangan siber merupakan kerja bersama semua pihak, bukan KPU semata.
Sebelumnya, Kepala BSSN Hinsa Siburian di kompleks parlemen, Senayan, mengatakan, gangguan siber yang berpotensi mengancam keamanan pilkada adalah “ransomware” yang bisa menjatuhkan sistem atau mencuri data.
“Yang tidak kalah pentingnya adalah menyandera dan ‘web defacement’. Jadi, tampilannya itu diubah,” kata Hinsa.
Karena itu, dia memastikan, bahwa BSSN sudah lama berkoordinasi dengan KPU dalam membangun Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap), yakni terkait keamanan dan keandalan fungsi. (yul)
SATUJABAR, JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Juli 2026 memutuskan untuk…
SATUJABAR, BANDUNG--Kasus begal di Kota Bandung, Jawa Barat, yang menjadi perhatian serius aparat kepolisian, memunculkan…
SATUJABAR, CHANGZHOU – China Open 2026 digelar pada 21 hingga 26 Juli 2026. Turnamen papan…
SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendukung upaya penegakan hukum dan penyelesaian dana…
SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)…
SATUJABAR, BANDUNG--Meila Nurpadilah, gadis berusia 23 tahun asal Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, yang dilaporkan…
This website uses cookies.