Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Dedi Supriyadi.(Foto:Istimewa).
SATUJABAR, BANDUNG–Kasus begal di Kota Bandung, Jawa Barat, yang menjadi perhatian serius aparat kepolisian, memunculkan informasi titik-titik zona rawan kejahatan jalanan, atau begal, di media sosial harus diwaspadai masyarakat. Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Dedi Supriyadi, memastikan, informasi tersebut tidak benar alias hoaks, dan meminta masyarakat Kota Bandung tidak resah.
Informasi berupa peta dan teks memuat titik-titik zona rawan kejahatan jalanan, atau begal, di wilayah Kota Bandung, beredar di media sosial dan pesan grup WhatsApp (WA). Masyarakat diminta mewaspadai titik-titik zona rawan aksi begal tersebut.
Dalam peta dan teks tersebut, diinformasikan: Flyover Kopo, Babakan Ciparay, BKR-Regol, Cikawao dan Jalan Terusan Jakarta-Antapani masuk dalam zona merah rawan kejahatan. Buahbatu, Arcamanik, Bandung Tengah, Cimindi, dan Kiaracondong, masuk zona kuning.
Kawasan Cibiru, Ujungberung, Rancamanyar, Soekarno-Hatta, dan Gedebage masuk zona oranye. Sementara kawasan masuk zona hijau, yakni Dago, Ciumbuleuit, dan Sarijadi.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Dedi Supriyadi menegaskan, informasi titik-titik zona rawan kejahatan begal tersebut, tidak benar alias hoaks. Seluruh wilayah di wilayah hukum Polrestabes Bandung dalam pantauannya dalam mencegah segala bentuk tindak kejahatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Terkait dengan berita-berita, atau informasi di media sosial, ada daerah rawan, daerah merah, daerah hijau, dan daerah kuning, itu tidak benar alias hoaks. Seluruhnya wilayah hukum Polrestabes Bandung dalam pantauan dan monitoring kami selaku aparatur negara yang diberi wewenang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas Dedi kepada wartawan di Markas Polrestabes Bandung, Selasa (21/07/2026).
Dedi memastikan, informasi dan peta pembagian wilayah Kota Bandung menjadi zona rawan kejahatan, mulai daerah merah, kuning, dan hijau, bukan bersumber dari institusi kepolisian. Seluruh wilayah hukum Polrestabes Bandung berada dalam pantauan dan monitoring penuh pihak kepolisian.
Dedi juga mengimbau kepada masyaramat Kota Bandung maupun wisatawan yang akan berlibur ke Kota Bandung, agar tidak resah. Jajarannya akan sepenuhnya menjaga setiap jengkal wilayah Kota Bandung dengan menghadirkan personel Polri di tengah-tengah masyarakat untuk menjamin rasa aman dan nyaman.
“Kami mengimbau kepada masyarakat Kota Bandung tidak perlu resah. Tidak perlu lagi merasa cemas, khususnya untuk masyarakat Bandung dan mereka yang akan datang berlibur ke Kota Bandung,” ungkap Dedi.
Dalam mendukung pengamanan dan menciptakan keamanan, setiap malam Polrestabes Bandung dan Polsek jajaran menggelar patroli melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Sebanyak 2/3 kekuatan dari total 2.600 personel diterjunkan secara bergantian berpatroli dalam mencegah segala bentuk tindak kejahatan, termasuk aksi begal.
SATUJABAR, JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Juli 2026 memutuskan untuk…
SATUJABAR, CHANGZHOU – China Open 2026 digelar pada 21 hingga 26 Juli 2026. Turnamen papan…
SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendukung upaya penegakan hukum dan penyelesaian dana…
SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)…
SATUJABAR, BANDUNG--Meila Nurpadilah, gadis berusia 23 tahun asal Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, yang dilaporkan…
SATUJABAR, ARCO - Atlet muda panjat tebing Indonesia Haddan Malik Baqmuhyibar sukses meraih medali perak…
This website uses cookies.