• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 22 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Korban Oknum Dokter Priguna Masih Syok, Kuasa Hukum Sorot Kelalaian RSHS Dari Tiga Kejadian

Editor
Selasa, 15 April 2025 - 04:15
Priguna Anugerah Pratama (31), oknum dokter tersangka pemerkosaan.(Foto:Istimewa).

Priguna Anugerah Pratama (31), oknum dokter tersangka pemerkosaan.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG — Jumlah korban pemerkosaan oknum dokter residen anestesi, Priguna Anugerah Pratama, 31 tahun, masih tiga orang hasil penyelidikan dan penyidikan sementara Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat (Jabar). Ketiga korban saat ini masih mengalami syok berat berada di rumah aman, dan belum diijinkan bertemu, atau dijenguk oleh siapapun.

Tiga wanita korban pemerkosaan oknum dokter residen anestesi, Priguna Anugerah Pratama, 31 tahun, masih berada di rumah aman, di tengah berjalannya proses penyelidikan dan penyidikan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat (Jabar). Polda Jabar yang telah membuka posko layanan pengaduan buat kemungkinan ada korban lain untuk melaporkan, menyebutkan, korban masih bejumlah tiga orang.

RelatedPosts

Indonesia Masuki Ekosistem Hidrogen, Bus Diesel Damri Modif Hidrogen Meluncur

Bridgestone Indonesia Sambangi Kantor Kemendag, Optimalisasi Ekspor Ban

Kabar PT Samwon Busana Indonesia Tutup Unit Jepara, Ini Klarifikasi Kemenperin

Korban masih berada di rumah aman, untuk memulihkan kondisi psikis dan mentalnya. Kondisi ketiga korban masih syok berat pasca tindakan kekerasan seksual oknum dokter yang dialaminya.

“Korban masih berada di rumah aman. Namun, kondisinya masih syok berat,” ujar kuasa hukum korban berinisial FH, 21 tahun, Rully Panggabean, dalam keterangannya, Selasa (15/04/2025).

Rully mengatakan, banyak pihak yang berkeinginan menjenguk dan melihat kondisi korban perbuatan bejat oknum dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK-Unpad) tersebut. Namun, belum bisa diperkenankan, untuk kepentingan pemulihan dan menjaga psikis korban.

“Kami mohon maaf belum bisa mempertemukan dengan korban di rumah aman, karena masih syok. Kita wajib menjaga pskis korban, melindungi nama baik dan haknya, dan korban sudah berada di rumah aman. Ibu Wakil Menteri (Wamen) PPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), juga mau melihat, tapi kita keberatan dan belum diperkenankan,” kata Rully.

Rully mengungkapkan, baru mendampingi sebagai kuasa hukum satu korban. Dua korban lain, berusia 21 tahun dan 31 tahun, pendampingan hukumnya masih dalam proses sedang didiskusikan.

“Dua korban lainnya sedang dalam proses dan didiskusikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, pendampingan hukum semua, sudah bisa kita pegang,” ungkap Rully.

Rully juga menyoroti terkait dugaan kelalaian, bagaimana di rumah sakit pemerintah nomor satu di Jawa Barat (RSHS), tiba-tiba ada tiga kejadian pemerkosaan. Dilakukan oknum dokter yang sama dan di tempat sama, tentunya ada yang salah.

Rully menyayangkan terkait dugaan kelalaian dalam kasus pemerkosaan oleh oknum dokter Priguna. Seharusnya, RSHS sebagai tempat kejadian dan Unpad kampus pelaku, bersinergi tidak seolah lepas tangan.

“Hal begitu, tentunya kita paham, semua tidak mau kena akibatnya. Dari Unpad bilangnya, kami sudah menitipkan ke RSHS, dan RSHS mengelak, bukan karyawannya. Seharusya dua lembaga ini (Unpad dan RSHS) bersinergi, sebagi evaluasi untuk kebaikan masyarakat,” sesal Rully.

Rully menjelaskan, hasil pertemuan dengan Wamen PPPA dan RSHS, pihaknya meminta ada evaluasi manajemen rumah sakit atas kejadian memilukan dan memalukan tersebut. RSHS juga diminta komitmenĥh kompensasi pemeriksaan kesehatan dan pemulihan kondisi korban.

“Tuntutan korban, saya akan pastikan haknya tidak terabaikan, termasuk hak perdata. Dirut RSHS sudah bertemu, dan menyampaikan, apa yang bisa diberikan kompensasi kepada korban, karena tidak menutup kemungkinan ada kehamilan, ini yang harus diantisipasi. RSHS siap bertanggung jawab, membantu dan menolong korban,” tutup Rully.(chd)

Tags: Dokter Priguna

Related Posts

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di acara Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 yang berlangsung pada 21-23 Juli 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).(Foto: Dok. Kementerian ESDM)

Indonesia Masuki Ekosistem Hidrogen, Bus Diesel Damri Modif Hidrogen Meluncur

Editor
21 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Indonesia memasuki ekosistem hidrogen dengan kehadiran armada bus diesel yang dimodifikasi serta koridor hidrogen sepanjang 194 kilometer....

Menteri Perdagangan Budi Santoso menerima audiensi manajemen Bridgestone Indonesia di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).(Foto: Humas Kemendag)

Bridgestone Indonesia Sambangi Kantor Kemendag, Optimalisasi Ekspor Ban

Editor
21 Juli 2026

Bridgestone Indonesia menghadapi tantangan ekspor ke Uni Eropa akibat penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Oleh karena itu, Bridgestone Indonesia...

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif menyampaikan klarifikasi resmi sekaligus mengambil langkah cepat responsif menanggapi kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penutupan operasional PT Samwon Busana Indonesia.(Foto: Dok. Kemenperin)

Kabar PT Samwon Busana Indonesia Tutup Unit Jepara, Ini Klarifikasi Kemenperin

Editor
21 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan klarifikasi resmi sekaligus mengambil langkah cepat responsif menanggapi kabar mengenai pemutusan hubungan kerja...

Ilustrasi pelaku kejahatan.(Foto:Istimewa).

Tim Densus 88 Antiteror Polri Tangkap Terduga Teroris di Ciamis

Editor
21 Juli 2026

SATUJABAR, CIAMIS--Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang pria di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Penangkapan pria tersebut, karena diduga...

Danau Toba. (Foto: Kemlu)

Air Danau Toba Susut? Ini Penjelasan BRIN

Editor
21 Juli 2026

Air Danau Toba susut menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akibat faktor yang berbeda-beda pada setiap periode. SATUJABAR, BANDUNG...

Taufik Hidayat (30), saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Polda Jabar Limpahkan Berkas Perkara Kasus Taufik Hidayat ke Kejaksaan

Editor
21 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat telah melimpahkan berkas perkara kasus penyekapan dan penganiayaan berat YT, wanita berusia 29 tahun oleh kekasihnya,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat