SATUJABAR, BANDUNG–Pendaftar Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung 2026 di Jawa Barat, membludak. Jumlah pendaftar sudah mencapai 38.458 orang, atau 210,53 persen dari kuota yang disediakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto mengatakan, jumlah pendaftar Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung 2026, telah melampaui lebih dari dua kali lipat kapasitas yang disediakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Total kuota yang tersedia sebanyak 18.267 kursi, terdiri dari 10.400 kursi untuk SMA dan 7.867 kursi untuk SMK.
Hingga akhir Mei 2026, jumlah pendaftar ke jenjang SMA mencapai 24.827 orang dan SMK sebanyak 13.631 orang. P
endaftar lolos verifikasi, sebanyak 24.750 pendaftar, atau 65,42 persen dari total pendaftar.
“Antusiasme masyarakat yang sangat tinggi, menjadi indikator akses dan kualitas pendidikan di Jawa Barat semakin dipercaya. Kami mengapresiasi seluruh calon siswa, orang tua, dan satuan pendidikan yang telah mengikuti proses SPMB dengan tertib sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Purwanto dalam keterangan tertulis, Rabu (03/06/2026).
Purwanto memastikan, seluruh tahapan SPMB akan dilaksanakan objektif, transparan, dan akuntabel. Proses seleksi akan dikawal agar bisa berjalan adil dan transparan, agat setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama.
Sistem yang digunakan telah dirancang untuk menjamin proses penerimaan berlangsung sesuai aturan serta mengedepankan prinsip pemerataan akses pendidikan. Disdik juga mencatat sejumlah sekolah dengan tingkat verifikasi pendaftaran tertinggi.
Posisi pertama ditempati SMAN 1 Parigi, Kabupaten Pangandaran, dengan tingkat verifikasi mencapai 97,45 persen. Di bawahnya terdapat SMAN 1 Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, sebesar 96,46 persen, SMAN 1 Ciamis sebesar 94,78 persen, SMAN 1 Banjar sebesar 92,43 persen, dan SMKN 1 Katapang, Kabupaten Bandung, sebesar 91,99 persen.
Purwanto mengimbau calon siswa dan orang tua, terus memantau proses verifikasi serta mempertimbangkan berbagai pilihan sekolah yang tersedia.
“Jawa Barat memiliki banyak sekolah negeri berkualitas yang tersebar di berbagai daerah. Kami berharap masyarakat dapat memilih sekolah sesuai minat, bakat, dan potensi peserta didik sehingga proses pendidikan dapat berjalan optimal,” ungkap Purwanto.








