• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 16 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Editor
Senin, 01 Juni 2026 - 06:24
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pimpinan serta Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bogor periode 2025–2030.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pimpinan serta Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bogor periode 2025–2030.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

SATUJABAR, BOGOR – Koperasi menjadi pondasi kuat dalam menumbuhkembangkan ekonomi kerakyatan agar terus maju dan berkembang.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pimpinan serta Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bogor periode 2025–2030.

RelatedPosts

Perajin Tahu Tempe Tertekan Harga Kedelai, Farhan: Lebih Efisien

Kemenperin Buka Jalan IKM Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik

PPh Final 0,5 Persen Resmi Berlaku, Omzet hingga 500 Juta Tetap Bebas Pajak

Dedie Rachim menyampaikan bahwa pada masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan koperasi terus didorong seiring dengan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjamin pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.

“Nah, dari situlah konsep mengenai Makan Bergizi Gratis lahir. Pembangunan SPPG itu menciptakan offtaker. Nantinya, setelah pembangunan SPPG berjalan, koperasi dapat berperan sebagai supplier. Di situlah dibangun siklus ekonomi dan sistem bisnis yang saling mendukung,” ujar Dedie Rachim saat memberikan sambutan pada pengukuhan pengurus Dekopinda di Polbangtan, Sabtu (30/5/2026) melalui keterangan resminya.

Dedie Rachim mengungkapkan bahwa saat ini di Kota Bogor telah terbentuk 68 Koperasi Merah Putih dan empat di antaranya sedang dalam proses pembangunan.

BACA JUGA: Harga Dex Turun, Pertamax Turbo Naik Per 1 Juni 2026

Selain itu, ia juga mendorong unit-unit lain yang berada di bawah naungan Dekopinda untuk mengambil peran sebagai pemasok bagi berbagai sektor usaha, seperti peternakan dan pertanian, yang saat ini permintaannya terus meningkat dan sebagian besar masih dipasok dari luar Kota Bogor.

“Jadi, ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan. Ke depan, koperasi dapat bekerja sama dengan Polbangtan untuk mengembangkan sistem pertanian perkotaan atau urban farming,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini koperasi harus optimistis, karena pemerintah terus memberikan dukungan dan mendorong pertumbuhan sektor perkoperasian.

“Sekali lagi, mudah-mudahan setelah pengukuhan dan pelaksanaan Rakerda ini lahir rekomendasi-rekomendasi yang baik untuk kemajuan di masa depan karena fondasinya sudah mulai kita bangun,” ujarnya.

Ketua Dekopinda Kota Bogor, Ade Syarif Hidayat, mengatakan bahwa setelah pelantikan dan pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat kerja daerah (Rakerda) guna memperkuat peran Dekopinda dalam membina dan mengembangkan gerakan koperasi di Kota Bogor.

“Dekopinda memiliki kekuatan untuk berbuat bagi Kota Bogor dalam rangka membina dan mengembangkan koperasi demi kepentingan anggota gerakan koperasi se-Kota Bogor,” kata Ade Syarif Hidayat.

Ia menjelaskan bahwa Dekopinda memiliki tiga fungsi utama. Pertama, sebagai wadah perjuangan untuk menyalurkan aspirasi dan kepentingan anggota kepada pemerintah maupun lembaga lainnya.

Kedua, melakukan advokasi kepada pemerintah dan berbagai lembaga guna membuka peluang yang lebih luas bagi koperasi untuk terlibat dalam kegiatan usaha maupun pengadaan barang dan jasa.

Selain itu, Dekopinda juga berfungsi mewakili anggota baik di dalam maupun di luar organisasi, termasuk sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembinaan dan pengembangannya.

“Oleh karena itu, dengan tugas dan fungsi tersebut, kami akan terus berupaya mengembangkan diri agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi gerakan koperasi di Kota Bogor,” ucapnya.

Tags: dedie a rachimkoperasiwali kota bogor

Related Posts

Jeni Tahu Populer dari kedelai

Perajin Tahu Tempe Tertekan Harga Kedelai, Farhan: Lebih Efisien

Editor
13 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Perajin tahu dan tempe adalah salah satu klaster UMKM yang terdampak kenaikan harga kedelai. Gejolak harganya menjadi...

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.(Foto: Dok. Kemenperin)

Kemenperin Buka Jalan IKM Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik

Editor
12 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian mengakselerasi pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) nasional melalui peningkatan keterlibatan industri kecil...

Belanja sepatu produk UMKM Kota Bandung.pph FINAL umkm

PPh Final 0,5 Persen Resmi Berlaku, Omzet hingga 500 Juta Tetap Bebas Pajak

Editor
11 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final UMKM sebesar 0,5...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengunjungi perusahaan Agung Sari Utama di Bantargebang, Kota Bekasi, Kamis (11/6/2026). (Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Genjot Kinerja UMKM, Bupati Sumedang Gandeng Agung Sari Utama

Editor
11 Juni 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Untuk memperkuat jejaring UMKM Sumedang, Pemkab SUmedang dipimpin Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengunjungi perusahaan Agung Sari...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berbincang dengan pelaku UMKM di acara Bulan Belanja Bandung di Mal Paris Van Java.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bulan Belanja Bandung 2026: Pasar Kreatif Jadi Motor Penggerak UMKM

Editor
9 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Bulan Belanja Bandung (BBB) 2026 resmi dimulai dengan pembukaan Pasar Kreatif Bandung di Paris Van Java Mall,...

Batik Indonesia

Industri Batik: Kemenperin dan YBI Perkuat Daya Saing IKM

Editor
8 Juni 2026

Industri batik konsisten mencatatkan kinerja positif. Nilai ekspor batik tahun 2025 mencapai US$30,62 juta atau tumbuh 13,03 persen dibandingkan tahun...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.