• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 31 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

IKM Olahan Singkong Masuk Rantai Pasok Industri Besar

Editor
Jumat, 17 Juli 2026 - 08:34
Ubi jalar atau singkong.(Image:pexels)

Ubi jalar atau singkong.(Image:pexels)

IKM olahan singkong masuk rantai pasok industri skala besar sejalan dengan mandat Instruksi Menteri Perindustrian Nomor 2 Tahun 2026 tentang Program Vendor Development guna membuka akses pasar dan menjamin kepastian pasokan pangan nasional.

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bergerak cepat mengintegrasikan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) olahan singkong ke dalam rantai pasok industri skala besar. Langkah ini sejalan dengan mandat Instruksi Menteri Perindustrian Nomor 2 Tahun 2026 tentang Program Vendor Development guna membuka akses pasar dan menjamin kepastian pasokan pangan nasional.

RelatedPosts

Sentra Tekstil Cigondewah Plus Kuliner Jadi Magnet Wisata

Kemenperin dan BI Percepat Transformasi UMKM Hijau

Car Free Day Tegar Beriman Dorong Kinerja UMKM

Kementerian Perindustrian terus berupaya dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas pelaku IKM makanan dan minuman melalui berbagai program dan kegiatan. Salah satu upaya yang dilakukan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka adalah Seminar dan Pendampingan Teknis Produksi serta Keamanan Produk Olahan Singkong di Kabupaten Lampung Timur.

Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari pelaku IKM olahan singkong dari kategori end product dan intermediate product, serta Gabungan Kelompok Tani. Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, mengungkapkan bila industri makanan dan minuman, mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,04 persen pada Triwulan I Tahun 2026 dan merupakan sub sektor dengan pertumbuhan tertinggi di sektor industri pengolahan nonmigas.

“Selain tumbuh kuat, subsektor ini juga memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB nasional dibandingkan subsektor industri pengolahan nonmigas lainnya, yaitu sebesar 7,31%,” jelas Wamenperin dalam sambutannya di Kabupaten Lampung Timur, Kamis (16/7).

Wamenperin mengungkapkan bila peran strategis industri makanan dan minuman menjadi semakin penting mengingat tantangan ketahanan pangan yang dihadapi berbagai negera mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok hingga fluktuasi harga.

“Karena itu, sejalan dengan arahan Bapak Presiden mengenai percepatan industrialisasi melalui hilirisasi sumber daya alam, Kemenperin terus mendorong transformasi industri pangan agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu mengolah sumber daya alamnya menjadi produk bernilai tambah tinggi,” tegasnya.

Provinsi Lampung merupakan salah satu wilayah yang memiliki posisi yang sangat strategis dalam pengembangan industri singkong nasional. Berdasarkan data tahun 2024, produksi singkong Provinsi Lampung mencapai sekitar 7,9 juta ton, atau sekitar 51 persen dari total produksi nasional.

“Kabupaten Lampung Timur sendiri adalah salah satu penopang utama keberlangsungan industri pengolahan singkong nasional, dengan ekosistem yang telah berkembang, mulai dari petani, Gabungan Kelompok Tani, hingga pelaku IKM olahan singkong,” jelas Faisol Riza.

“Kemenperin mendukung penuh apabila Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dapat melakukan transformasi industri sehingga tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu mengolah menjadi produk bernilai tambah,” tambah Wamenperin.

Wamenperin juga menyoroti pentingnya penguatan sektor hulu melalui peningkatan produktivitas, penggunaan benih unggul, intensifikasi lahan, penerapan teknologi budidaya, dukungan pembiayaan, serta penguatan riset dan pengembangan agar menjadi menjadi fondasi utama dalam menjamin ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan.

“Melalui kegiatan seminar dan pendampingan teknis ini, kami berharap pelaku IKM di Kabupaten Lampung Timur memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengenai teknologi pengolahan, penerapan sistem keamanan pangan, serta pengembangan produk olahan singkong yang berdaya saing,” ungkap Wamenperin.

Di masa mendatang, lanjut Wamenperin, daya saing IKM tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga oleh kemampuannya membangun kemitraan dengan industri yang lebih besar. “Kemitraan tersebut akan membuka akses pasar, meningkatkan kepastian permintaan, sekaligus mendorong IKM untuk terus meningkatkan kualitas, kapasitas produksi, dan konsistensi pasokan sesuai kebutuhan industri,” tambah Faisol Riza.

Hal tersebut sejalan dengan amanat Instruksi Menteri Perindustrian Nomor 2 Tahun 2026 tentang Program Vendor Development, yang mendorong terciptanya hubungan kemitraan antara IKM dengan industri besar melalui peningkatan kapasitas, kualitas produk, serta integrasi ke dalam rantai pasok industri nasional.

“Oleh karena itu, pembinaan yang dilakukan Kemenperin tidak berhenti pada peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga diarahkan untuk mempertemukan IKM dengan calon mitra industri sehingga tercipta hubungan usaha yang saling menguntungkan dan berkelanjutan,” jelasnya.

Wamenperin berharap semakin banyak IKM olahan singkong di Kabupaten Lampung Timur yang mampu memenuhi standar industri, menjadi pemasok yang andal, dan mengambil peran yang lebih besar dalam memperkuat rantai pasok industri pangan nasional. “Sehingga pergeseran menuju industri pengolahan ini benar-benar meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di daerah,” tutupnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Reni Yanita, mengungkapkan bila kegiatan diselenggarakan untuk memberikan pemahaman, wawasan, serta pendampingan teknis sesuai dengan standar keamanan pangan kepada pelaku IKM dalam rangka mendukung pengembangan hilirisasi industri berbasis komoditas singkong di Provinsi Lampung.

Dirjen IKMA menjelaskan bahwa kegiatan akan dibagi menjadi dua tahapan. Tahapan pertama yaitu tahapan seminar yang bertujuan memberikan pemahaman secara umum tentang pengembangan dan penumbuhan IKM olahan singkong dengan materi meliputi akses pembiayaan, perizinan dan legalitas berusaha, serta penyampaian materi tentang kisah sukses pelaku IKM, kewirausahaan dan manajemen usaha.

“Tahapan selanjutnya adalah pendampingan teknis yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta bagaimana proses produksi yang dijalankan memenuhi persyaratan keamanan pangan dan juga melakukan pendampingan diversifikasi keamanan pangan dari produk olahan singkong yang diikuti oleh 20 pelaku IKM olahan singkong,” jelas Dirjen IKMA.

“Nantinya pendampingan teknis juga akan dilaksanakan dalam beberapa fase, dimulai dari pendampingan secara offline selama tiga hari, dan akan dilanjutkan dengan pendampingan secara online sebanyak 2 fase pendampingan,” jelas Reni.

Dirjen IKMA juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan. “Semoga upaya ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan industri pengolahan singkong lokal yang mampu bersaing baik di pasar maupun rantai pasok industri,” tutup Dirjen IKMA.

Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan, Afrizal Haris, mengatakan bahwa metode pengajaran yang diterapkan adalah 30 persen teori dan 70 persen praktek oleh tenaga ahli dari Food Standard Consultant.

“Diharapkan metode ini dapat memberikan pemahaman dan pembinaan yang berkelanjutan bagi para pelaku IKM olahan singkong yang juga disinergikan dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur,” tutup Afrizal.

Tags: IKM olahan singkong

Related Posts

Sentra Tekstil Cigondewah Plus Kuliner Jadi Magnet Wisata

Editor
30 Agustus 2026

BANDUNG - Sentra Tekstil Cigondewah di Kecamatan Bandung Kulon didorong menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat yang memadukan belanja tekstil, kuliner...

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.(Foto: Dok. Kemenperin)

Kemenperin dan BI Percepat Transformasi UMKM Hijau

Editor
30 Agustus 2026

JAKARTA – Kemenperin atau Kementerian Perindustrian terus memperkuat transformasi sektor industri nasional menuju sistem produksi yang lebih efisien, berdaya saing,...

Stan UMKM di Car Free Day Tegar Beriman.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Car Free Day Tegar Beriman Dorong Kinerja UMKM

Editor
29 Agustus 2026

CIBINONG – Car Free Day (CFD) Tegar Beriman tidak hanya menjadi ruang publik untuk berolahraga dan berekreasi, tetapi juga turut...

Kunjungan DPR ke Kota Bogor terkait pemberdayaan UMKM.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

UMKM Kota Bogor Difasilitasi DPR – Pemkot Bogor

Editor
29 Agustus 2026

Kunjungan DPR tentang akses pembiayaan dan permodalan bagi UMKM serta ekonomi kreatif, terutama bagi para pelaku usaha di Kota Bogor....

Dinas Koperasi dan UKM, terus memperkuat pembinaan dan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pendataan sekaligus fasilitasi legalitas usaha.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

UMKM Kabupaten Bogor Dapatkan Legalitas dan Branding

Editor
28 Agustus 2026

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Koperasi dan UKM, terus memperkuat pembinaan dan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah...

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari.(Foto: Dok. Kemenperin)

Kemenperin Fasilitasi Industri AMDK Penuhi Kepatuhan SNI Wajib

Editor
26 Agustus 2026

JAKARTA – Kemenperin atau Kementerian Perindustrian terus memperkuat penerapan standardisasi sebagai instrumen untuk meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus memberikan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.