• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 26 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Komdigi Blokir Enam Grup Facebook Bermuatan Konten Negatif, Fokus Lindungi Anak di Ruang Digital

Editor
Sabtu, 17 Mei 2025 - 06:25
Ilustrasi korban pelecehan.(Foto:Istimewa).

Ilustrasi korban pelecehan.(Foto:Istimewa).

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bertindak tegas dengan memutus akses terhadap enam grup Facebook yang terbukti menyebarkan konten negatif dan meresahkan. Tindakan ini dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait aktivitas komunitas daring yang bertentangan dengan norma sosial dan hukum di Indonesia.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi, Alexander Sabar, menjelaskan bahwa langkah pemblokiran ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam melindungi anak-anak dari konten digital yang dapat merusak perkembangan mental dan emosional mereka.

RelatedPosts

Spanduk ‘Shut Up KDM’ di GBLA Kritik Buat Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Berterimakasih Sudah Diingatkan

Haji 2026: Sebanyak 28.274 Jemaah Sudah Berangkat Per 26 April

Viral! Preman Palak Pengemudi Ojol di Stasiun Bogor Jadi ‘Bulan-Bulanan’

“Kami langsung berkoordinasi dengan Meta untuk melakukan pemblokiran atas grup komunitas tersebut. Grup ini tergolong dalam penyebaran paham yang bertentangan dengan norma yang berlaku di masyarakat,” kata Alexander dalam keterangan pers di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat, Jumat (16/5/2025).

Menurut Alexander, konten yang tersebar dalam grup tersebut masuk kategori pelanggaran serius terhadap hak anak. Ia mengungkapkan, grup itu memuat fantasi dewasa terhadap anggota keluarga, termasuk terhadap anak-anak di bawah umur.

“Ini pelanggaran berat. Perlindungan anak adalah prioritas. Tidak boleh ada ruang bagi konten semacam ini di dunia digital,” tegasnya.

Kementerian Komdigi mengapresiasi langkah cepat dari pihak Meta, selaku penyedia platform Facebook, yang langsung merespons permintaan pemutusan akses. Kolaborasi ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab bersama antara pemerintah dan penyelenggara sistem elektronik dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi generasi muda.

Pemutusan akses ini juga merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak, atau yang dikenal dengan PP Tunas. Regulasi ini mewajibkan setiap platform digital untuk secara aktif melindungi anak dari paparan konten berbahaya dan menjamin lingkungan digital yang sehat bagi tumbuh kembang anak.

“Peran platform digital dalam memoderasi konten kini menjadi sangat krusial,” ujar Alexander.

Lebih lanjut, Kementerian Komdigi menegaskan akan terus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas digital yang menyimpang dan meningkatkan kerja sama lintas sektor untuk menjaga ruang digital nasional yang bersih, sehat, dan berpihak pada anak.

Namun demikian, Alexander juga menggarisbawahi pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ruang digital. Ia mengajak seluruh warga untuk aktif mengawasi dan melaporkan konten yang membahayakan anak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk turut menjaga ruang digital yang aman dan terpercaya. Segera laporkan konten dan aktivitas digital yang meresahkan melalui kanal resmi kami di aduankonten.id,” tutupnya.

Tags: grup facebookkomdigikonten negatif

Related Posts

Spanduk 'Shut Up KDM' yang dibentangkan Bobotoh Persib Bandung saat laga melawan Arema FC, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).(Foto:Istimewa).

Spanduk ‘Shut Up KDM’ di GBLA Kritik Buat Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Berterimakasih Sudah Diingatkan

Editor
26 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Spanduk berlatar putih bertuliskan "Shut Up KDM" viral di media sosial dan menarik perhatian serta komentar warganet, yang dinilai...

Jamaah haji Indonesia.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Haji 2026: Sebanyak 28.274 Jemaah Sudah Berangkat Per 26 April

Editor
26 April 2026

Sebuah terobosan utama pada tahun ini berupa optimalisasi layanan fast track (Makkah Route) yang menjangkau lebih dari 125 ribu jemaah....

Ilustrasi aksi pengeroyokan.(Foto:Istimewa).

Viral! Preman Palak Pengemudi Ojol di Stasiun Bogor Jadi ‘Bulan-Bulanan’

Editor
26 April 2026

SATUJABAR, BOGOR-- Viral di media sosial, rekaman video pria dinarasikan sebagai preman di Kota Bogor, Jawa Barat, menjadi 'bulan-bulanan' massa....

Ilustrasi garis polisi.(Foto:Istimewa).

Korban Penyiraman Air Keras di Bekasi, Anggota KSPSI Meninggal Dunia

Editor
26 April 2026

SATUJABAR, BEKASI--Anggota Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Tri Wibowo, korban penyiraman air keras di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meninggal...

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Forkopimda dan jajaran menyusuri Sungai Ciliwung.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Komitmen Pemkot Bogor Tekan Sampah dari Hulu lewat Aksi Susur Ciliwung

Editor
26 April 2026

SATUJABAR, BOGOR – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama PT Mitra Natura Raya (MNR) melaksanakan aksi...

Perbaikan jalan di Bogor.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Terkena Bencana, Jalan Cikampak–Gunung Bunder Bogor Diperbaiki

Editor
26 April 2026

SATUJABAR, CIAMPEA – Bupati Bogor menginstruksikan perbaikan segera Pemerintah Kecamatan Ciampea untuk memperbaiki infrastruktur terdampak bencana. Salah satunya melalui percepatan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.