Haji 2026 memasuki fase pemulangan jemaah dari Tanah Suci ke Tanah Air secara bertahap dengan mengedepankan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan.
SATUJABAR, MAJALENGKA – Sebanyak 874 jemaah haji tiba di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Jumat (19/6/2026). Kedatangan jemaah berlangsung lancar dan tertib, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pelayanan konsumsi, proses keimigrasian, hingga pemberangkatan menuju daerah asal.
Jemaah tiba dalam dua kelompok terbang (kloter). Kloter KJT-24 yang membawa 435 jemaah mendarat pada pukul 15.38 WIB, disusul Kloter KJT-25 dengan 439 jemaah pada pukul 16.32 WIB.
Jemaah dalam kedua kloter tersebut berasal dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon. Setelah menyelesaikan seluruh proses kedatangan, jemaah langsung diberangkatkan menuju daerah masing-masing menggunakan bus yang telah disiapkan.
Hingga Jumat (19/6/2026), sebanyak 11.075 jemaah haji telah tiba di Tanah Air melalui Debarkasi Kertajati.
Kepala Bidang Pelayanan Haji dan Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kanwil Kemenhaj Provinsi Jawa Barat, Amri Yusri, mengatakan efisiensi waktu dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas dalam pelayanan kepulangan.
Menurutnya, percepatan proses penerimaan merupakan bagian dari upaya memberikan kemudahan kepada jemaah yang ingin segera kembali berkumpul bersama keluarga.
“Kepulangan melalui Debarkasi Kertajati memberikan efisiensi waktu bagi jemaah. Kami memahami jemaah tentu merindukan keluarga di rumah, sehingga proses penerimaan di bandara kami upayakan berlangsung cepat agar mereka dapat segera kembali ke daerah masing-masing,” ujar Amri dikutip laman Kemenhaj.
Ia menambahkan, kelancaran proses kedatangan tidak terlepas dari sinergi petugas haji, tenaga kesehatan, petugas imigrasi, pemerintah daerah, serta seluruh unsur pelayanan di Debarkasi Kertajati.
Ketua Kloter KJT-24, Kusman Apandi, mengatakan pelayanan kepada jemaah membutuhkan kesabaran, ketulusan, dan keikhlasan dari setiap petugas.
“Sebagai petugas, kami harus memiliki kesabaran, ketulusan, dan keikhlasan dalam melayani. Dengan pelayanan yang sepenuh hati, jemaah akan merasa dilayani dan dilindungi,” katanya.
Dokter pendamping Kloter KJT-24, Fajar Nugraha, turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan jemaah setelah menjalani rangkaian ibadah haji yang membutuhkan ketahanan fisik.
“Selain kesehatan jiwa, kondisi fisik juga harus terus dijaga. Ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang baik, termasuk ketika jemaah telah kembali ke Tanah Air,” ujarnya.
Apresiasi terhadap pelayanan haji juga disampaikan Nani Oktaviani, jemaah asal Tasikmalaya dari Kloter KJT-4. Ia mengaku bersyukur mendapatkan pendampingan dan pelayanan yang baik selama menjalani ibadah di Tanah Suci hingga kembali ke Indonesia.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan dukungan dari pemerintah. Konsumsi dan pelayanannya sangat baik. Saya sangat berterima kasih kepada Kemenhaj atas penyelenggaraan haji tahun ini,” ungkap Nani.
Kelancaran penerimaan jemaah di Debarkasi Kertajati menjadi bagian dari komitmen Kemenhaj untuk menghadirkan layanan kepulangan yang cepat, nyaman, dan terkoordinasi. Sinergi seluruh pihak terus diperkuat agar jemaah dapat kembali ke daerah asal dengan aman dan segera berkumpul bersama keluarga.
BACA JUGA: Wisatawan Tenggelam di Pantai Pasir Putih Sukabumi, Ayah Tewas Anak Hilang








