• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 1 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Keracunan Pelajar di Bandung Barat, MBG Sudah Tidak Layak Konsumsi

Editor
Selasa, 23 September 2025 - 03:22
Ilustrasi salah satu menu MBG.(Foto:Istimewa).

Ilustrasi salah satu menu MBG.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG–Proses pengolahan menu lebih awal dan dibagikan saat sudah tidak layak konsumsi, diduga sebagai penyebab keracunan massal pelajar di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Jumlah korban mencapai 364 orang, dengan gejala mual, pusing, muntah-muntah, sampai mengalami kejang.

Para pelajar yang menderita keracunan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK). Data terakhir, jumlah korban mencapai 364 orang.

RelatedPosts

Balapan Liar di Garut Dibubarkan Polisi, 5 Pemuda dan 12 Sepeda Motor Diamankan

Suami-Istri Pelaku TPPO 13 Warga Jabar ke NTT Ditahan Polisi

Pertamina Patra Niaga Hadirkan Momen Ramadan dan Idul Fitri dengan Promo Spesial Bright Gas, Tukar Tabung Gratis hingga Cashback MyPertamina

Awal terjadinya keracunan massal, Senin (22/09/2025), setelah para korban menyantap menu program MBG. Menu terdiri dari nasi, tahu, sayur, buah, serta daging ayam kecap yang diduga sebagai penyebab terjadinya keracunan.

Korban yang berjatuhan dilarikan ke Puskemas Cipongkor hingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cililin dan RSIA Anugrah Kabupaten Bandung Barat. Sebagian juga menjalani perawatan di GOR Kecamatan yang dijadikan posko.

Jumlah korban terus bertambah hingga keesokan harinya, Selasa (23/09/2025). Para korban awalnya merasakan mual, pusing, muntah, bahkan sampai kejang, sebagai gejala mengalami keracunan.

Koordinator Sarana Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Bandung Barat, Gani Djundjunan, mengatakan, proses pengolahan lebih awal diduga sebagai pemicu terjadinya keracunan. Saat dibagikan, menu MBG sudah tidak layak dikonsumsi.

“Berdasarkan info terakhir, menunya dimasak terlalu awal mengakibatkan makanan didistribusikan ke para siswa dalam keadaan sudah tidak bagus. Jadi, saat dibagikan diduga sudah tidak layak dikonsumsi,” ujar Gani kepada wartawan, Selasa (22/09/2025).

Buntut keracunan massal dengan jumlah korban mencapai ratusan orang,
dapur SPPG wilayah Kabupaten Bandunh Barat, ditutup sementara waktu. Dapur SPPG tersebut memasak menu MBG untuk 3.467 porsi didistribusikan ke sejumlah sekolah.

“Jadi dapurnya ditutup sementara atas arahan Badan Gizi Nasional (BGN). Ditutup hingga menunggu hasil evaluasi dan investigasi selesai, apa yang salah dan apa kelalaiannya,” kata Gani.

Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat sudah mengambil sampel menu makanan dan bekas muntahan korban keracunan. Sampel Menu menu yang diambil ayam kecap, tahu goreng, sayuran, dan buah-buahan.

“Kami sudah kirim sampel menu dan muntahan ke Laboratoroum Kesehatan Daerah Jabar. Menunya ada ayam kecap, tahu goreng, dan sayur,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Lia N. Sukandar.

Lia mengaku, mendapatkan keterangan para pelahar yang mengalami keracunan, mencium bau tidak sedap saatbmembuka kotak MBG berbahan stainless. Sebagian besar siswa tidak menghabiskan makanan tersebut.

“Informasi dari siswa, mencium bau tidak sedap dari makanannya. Rata-rata seperti itu pengakuannya. Gejala yang ditimbulkan merasalan mual, pusing, muntah, dan sesak napas,” kata Lia.

Tags: jawa baratkabupaten bandung baratKecamatan CipongkorKeracunan Massal PelajarMenu MBG Sudah Tidak Layak Konsumsi

Related Posts

Ilustrasi balapan liar.(Foto:Istimewa).

Balapan Liar di Garut Dibubarkan Polisi, 5 Pemuda dan 12 Sepeda Motor Diamankan

Editor
28 Februari 2026

SATUJABAR, GARUT--Aksi balapan liar di Bulan Ramadhan menjelang Sahur di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dibubarkan polisi. Lima pemuda berikut 12...

Ilustrasi wanita korban TPPO.(Foto:Istimewa)

Suami-Istri Pelaku TPPO 13 Warga Jabar ke NTT Ditahan Polisi

Editor
28 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Pasangan suami-istri, pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap 13 perempuan warga Jawa Barat ke Nusa Tenggara Timur (NTT),...

Tabung gas.(Foto: Istimewa)

Pertamina Patra Niaga Hadirkan Momen Ramadan dan Idul Fitri dengan Promo Spesial Bright Gas, Tukar Tabung Gratis hingga Cashback MyPertamina

Editor
28 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, Pertamina Patra Niaga menghadirkan beragam promo istimewa Bright Gas bagi...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi

Harga Emas Terbaru! Harga Emas Batangan Sabtu 28/2/2026 Rp 3.085.000 Per Gram

Editor
28 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Batangan Antam Sabtu 28/2/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 3.085.000 per gram sebelum...

Image: BMKG

BMKG: Waspadai Akun Palsu InaEEWS di Instagram dan Telegram

Editor
28 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap grup, kanal, dan akun di platform...

Kabah di Mekkah Arab Saudi.(Foto: Dok. Kementerian Haji)

Perhatian! Arab Saudi Perketat Aturan Umrah di Bulan Ramadan

Editor
28 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengimbau kepada para peziarah atau jemaah umrah pada musim puncak Ramadan 1447 Hijriah...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.