• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 17 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenperin Akselerasi Industri 4.0, Gandeng Korea Selatan

Editor
Senin, 27 Januari 2025 - 08:43
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Minggu (26/1), menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan sangat penting agar Indonesia dapat bersaing secara global dalam era digital ini.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Minggu (26/1), menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan sangat penting agar Indonesia dapat bersaing secara global dalam era digital ini.(Foto: Humas Kemenperin)

BANDUNG – Kemenperin akselerasi industri 4.0 dengan menggandeng mitra Korea Selatan.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat penerapan industri 4.0 di sektor manufaktur untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing global Indonesia.

RelatedPosts

TPA Galuga, Dari Tong Sampah Raksasa Jadi Lumbung Energi

Komdigi Desak 25 PSE Lingkup Privat Ini Untuk Segera Urus Pendaftaran

Rangkaian Gempa di Kabupaten Bandung Agustus-September 2026, Ini Penjelasan BMKG

Transformasi digital yang tengah dijalankan memerlukan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Minggu (26/1), menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan sangat penting agar Indonesia dapat bersaing secara global dalam era digital ini.

“Kami semakin menyadari pentingnya industri 4.0, khususnya bagi sektor manufaktur. Oleh karena itu, pemerintah meluncurkan inisiatif ‘Making Indonesia 4.0’ untuk mempercepat adopsi teknologi digital,” ujar Andi. Namun, dia juga mengakui adanya tantangan besar seperti kesiapan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia yang terampil, dan kesenjangan digital di beberapa daerah.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kemenperin menjalin kerja sama bilateral dengan Korea Selatan dalam hal digitalisasi industri manufaktur di Indonesia. Kerja sama ini dipertegas dengan penandatanganan Memorandum of Arrangement (MoA) pada 22 Januari 2025 antara perwakilan Kemenperin, Priyadi Arie Nugroho, dan Director of Trade Policy Coordination Division MOEF Korea Selatan, Choi Dong Il.

Priyadi Arie Nugroho menyampaikan keyakinannya bahwa penerapan konsep Smart Factory akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas produksi, mengurangi biaya operasional, serta memperkuat daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar global.

“Dengan pengalaman Korea Selatan yang lebih dahulu mengembangkan ekosistem smart factory, kami yakin kolaborasi ini akan memberikan panduan dan inspirasi penting bagi transformasi industri manufaktur Indonesia,” tambah Priyadi.

Choi Dong Il menyatakan dukungannya terhadap proyek pengembangan pedoman smart factory yang dipilih oleh Kemenperin untuk tahun 2025. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat daya saing sektor manufaktur Indonesia dan membuka peluang bagi kolaborasi antara perusahaan Korea Selatan dan Indonesia untuk bersaing di pasar global.

“Kami berharap kerja sama ini akan terus berlanjut dan menciptakan lebih banyak proyek yang memberikan dampak positif bagi hubungan perdagangan antara Korea dan Indonesia,” ungkap Choi.

Dewi Muliana, Direktur Akses Industri Internasional (AII) Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII), menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya Kemenperin untuk meningkatkan daya saing industri, ekspor, investasi, dan keterlibatan Indonesia dalam rantai suplai global.

“Kerja sama dengan Korea Selatan ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital sektor industri manufaktur Indonesia melalui penyusunan panduan smart factory, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan efisiensi industri manufaktur Indonesia,” tutup Dewi.

Dengan kolaborasi ini, Indonesia diharapkan bisa mempercepat adopsi teknologi industri 4.0, meningkatkan daya saing global, serta menciptakan peluang ekonomi baru melalui sinergi antara kedua negara.

Tags: Industri 4.0kemenperin

Related Posts

Seremoni pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

TPA Galuga, Dari Tong Sampah Raksasa Jadi Lumbung Energi

Editor
17 September 2026

CIBUNGBULANG – Pemerintah Kabupaten Bogor bersama pemerintah pusat dan berbagai pihak mulai mendorong transformasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga menjadi...

Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Ditjen Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi, Teguh Arifiyadi, di Jakarta, Kamis (17/09/2026).(Foto: Humas Komdigi)

Komdigi Desak 25 PSE Lingkup Privat Ini Untuk Segera Urus Pendaftaran

Editor
17 September 2026

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Direktorat Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital melaksanakan...

Rangkaian gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, tanggal 11 Agustus-17 September 2026.(Image: BMKG)

Rangkaian Gempa di Kabupaten Bandung Agustus-September 2026, Ini Penjelasan BMKG

Editor
17 September 2026

JAKARTA - Rangkaian gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, tanggal 11 Agustus-17 September 2026 hingga pukul 08:00 WIB,...

Ilustrasi korban tindak kekerasan seksual.(Foto:Istimewa).

Sekdis Dishub Kabupaten Sukabumi Ditetapkan Tersangka Kasus Pelecehan Siswi PKL

Editor
17 September 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Polres Sukabumi, Jawa Barat, menetapkan Sekretaris Dinas (Sekdis) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, sebagai tersangka kasus pelecehan seksual terhadap...

Barang bukti ratusan cairan liquid mengandung narkoba golongan satu yang diungkap Satresnarkoba Polrestabes Bandung.(Foto:Istimewa).

Polisi Bongkar Laboratorium Liquid Narkoba di Bandung, 2 Pengemudi Ojol Ditangkap

Editor
17 September 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Laboratorium gelap (clandestine lab) narkoba yang memproduksi liquid vape mengandung narkotika golongan 1 di Kota Bandung, Jawa Barat, diungkap...

Jemaah umrah.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Jemaah Umrah Agar Cek Jadwal Terbang Sebelum ke Bandara

Editor
17 September 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah umrah yang belum berangkat ke Tanah Suci agar tidak menuju bandara sebelum...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.