• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 11 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenhut Kampanye ‘Ecological Before Tourism’

Editor
Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:51
Kemenhut kampanye Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak dalam Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta, Senin (10/8/2026).(Foto: Humas Kemenhut)

Kemenhut kampanye Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak dalam Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta, Senin (10/8/2026).(Foto: Humas Kemenhut)

SATUJABAR, JAKARTA – Kemenhut atau Kementerian Kehutanan menegaskan komitmen serius untuk melangkah ke era restorasi ekosistem hutan Indonesia yang mengalami degradasi. Hal tersebut disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meluncurkan Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak dalam Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta, Senin (10/8/2026). Gerakan ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah untuk mempercepat pemulihan berbagai ekosistem dan habitat yang terdegradasi di kawasan konservasi di seluruh Indonesia.

Dalam pengarahannya, Menhut Raja Juli Antoni merefleksikan dinamika historis tantangan yang dihadapi hutan di Indonesia sejak tahun 1970-an hingga munculnya ekspansi monokultur dan tambang. Menhut menyampaikan bahwa momentum ini harus menjadi bahan refleksi agar tidak sekadar menjadi ritual tahunan, melainkan ada hal penting yang diambil untuk memperbaiki kondisi hutan dan keanekaragaman hayati nasional.

RelatedPosts

Saudi Fashion & Tex Expo 2026 Diikuti 10 Perusahaan Indonesia

Program Magang Lanjutan di Kemenko Perekonomian 101 Orang

KELANA Belajar Distribusi Energi, Diskusi Kritis Bareng WALHI

“Sekarang kita mulai bergerak untuk melakukan pemulihan ekosistem. Kita tidak sedang menyalahkan masa lalu, tapi faktanya kita menghadapi hutan kita seperti ini, biodiversity kita seperti begini. Kita sekarang memang harus beranjak secara serius untuk melakukan restorasi ekosistem,” ujar Menhut Raja Juli Antoni.

Menhut mengungkapkan bahwa arahan pemulihan ini mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen melakukan restorasi ekosistem terhadap degraded land atau lahan kritis seluas 12 juta hektar, di mana 6,7 juta hektar di antaranya berada di kawasan hutan dan 1,21 juta hektar berada di area konservasi.

Menanggapi anggapan mengenai pemanfaatan kawasan, Kemenhut menegaskan prinsip dasar pengelolaan taman nasional yang diusung pemerintah.

“Ekoturisme kadang-kadang disalahartikan bahwa kita ini sedang mengeksploitasi taman nasional kita, komersialisasi. Saya katakan ini bukan, ini ecological before tourism. Intinya sebenarnya ini adalah untuk ekologi, untuk alam, untuk restorasi tadi. Bahwa kita perlu mengajak swasta yang berpikir kreatif, yang memikirkan tentang sustainability,” ujarnya.

Menhut juga menyinggung keterbatasan kemampuan negara, baik dari segi pendanaan maupun sumber daya manusia, untuk memulihkan kondisi hutan yang begitu luas. Oleh karena itu, Kemenhut membuka ruang kerja sama dengan skema pendanaan inovatif (blended finance), perdagangan karbon (carbon trading), hingga penambahan personel polisi hutan.

“Dengan rendah hati harus kita katakan bahwa sebagai policymaker, sebagai regulator, negara memiliki keterbatasan, apakah itu dari segi pendanaan maupun dari segi pemberdayaan manusia. Kalau niat kita baik, tujuannya bukan untuk eksploitasi, bukan komersialisasi, tapi untuk alam, masa kita tidak bisa membuat regulasi yang memungkinkan untuk itu. Kalau aturan itu sudah tertinggal di belakang dibandingkan apa yang kita inginkan untuk berpikir lebih progresif, tidak ada masalah kemudian aturan itu di-adjust, demi kebaikan hutan kita, demi kebaikan alam kita,” jelas Menhut.

Usai memberikan arahan, Menhut Raja Juli Antoni bersama Wamenhut Rohmat Marzuki melakukan video conference dengan UPT di daerah, dilanjutkan dengan aksi penanaman mangrove dan pelepasliaran burung air di kawasan TWA Angke Kapuk.

Peringatan HKAN 2026 mengusung tema “Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia”. Pemilihan TWA Angke Kapuk sebagai pusat kegiatan membawa pesan strategis bahwa pembangunan kawasan perkotaan dan konservasi alam dapat berjalan berdampingan secara harmonis. Ekosistem mangrove di kawasan ini memiliki fungsi vital sebagai benteng pelindung pesisir Jakarta dari ancaman abrasi dan intrusi air laut, penyerap karbon yang efektif, penyaring polusi lingkungan, sekaligus habitat alami bagi beragam jenis satwa liar.

Tags: Kemenhut

Related Posts

Saudi Fashion & Tex Expo 2026

Saudi Fashion & Tex Expo 2026 Diikuti 10 Perusahaan Indonesia

Editor
11 Agustus 2026

Saudi Fashion & Tex Expo merupakan salah satu pameran fesyen dan tekstil terbesar di Arab Saudi yang mempertemukan produsen, importir,...

Pogram magang nasional di Kemenko Perekonomian.(Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

Program Magang Lanjutan di Kemenko Perekonomian 101 Orang

Editor
11 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi 2026 menyasar 150.000 peserta fresh graduate perguruan tinggi, seperti arahan Presiden...

Kelana beranggotakan generasi muda tiba di Yogyakarta.(Foto: Humas Kementerian LH)

KELANA Belajar Distribusi Energi, Diskusi Kritis Bareng WALHI

Editor
11 Agustus 2026

SATUJABAR, YOGYAKARTA - Rangkaian program edukasi lingkungan berbasis pengalaman langsung (experiential learning) Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda (KELANA) Edisi 3...

Petugas memperbaiki PJU.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

PJU Soekarno-Hatta Kota Bandung Ditingkatkan

Editor
11 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memprioritaskan peningkatan penerangan jalan...

PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balongan rutin gelar donor darah bersama PMI Kabupaten Indamayu.

Kumpulkan 509 Kantung Darah, Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Bangun Budaya Sehat dan Bantu Sesama

Editor
10 Agustus 2026

SATUJABAR, BALONGAN - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balongan berkomitmen dalam membangun budaya sehat sekaligus membantu sesama melalui aksi...

kebocoran data,kejahatan siber

Wamen Nezar Patria Wanti-Wanti Pencurian Data Masif di Era Kuantum

Editor
10 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengingatkan Indonesia menghadapi ancaman baru dari perkembangan komputasi kuantum. Pelaku...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat