• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 7 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenbud Beri Atensi Pada Situs Cagar Budaya Sumedang

Editor
Minggu, 18 Januari 2026 - 06:03
Kemenbud Beri Atensi Pada Situs Cagar Budaya Sumedang

(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

SATUJABAR, SUMEDANG – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk melakukan aktivasi sekaligus revitalisasi sejumlah situs cagar budaya yang berada di Sumedang. Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.

“Gunung Kunci dan Palasari memiliki keterkaitan sejarah dalam konteks Perang Dunia Kedua. Selain itu, Cut Nyak Dien merupakan pahlawan nasional. Ke depan, makam beliau akan kita jadikan cagar budaya nasional. Beberapa situs lain yang memiliki potensi serupa juga akan ditetapkan sebagai cagar budaya nasional, sekaligus direvitalisasi agar lebih hidup dan bermanfaat,” ungkap Menbud Fadli Zon saat melaksanakan kunjungan kerja ke Sumedang, Sabtu (17/1/2026) melalui keterangan resmi Humas Pemkab Sumedang.

RelatedPosts

Bappebti Umumkan Peringkat 5 Teratas Pialang Terbaik

Ikhtiar BEI Dongkrak Kinerja Pasar Modal, Lebih Transparan, Lebih Berdampak

Arab Saudi Berantas Makelar Ilegal, Wamenhaj: Kami Dukung

Beberapa situs cagar budaya yang akan diaktivasi dan direvitalisasi antara lain Situs Gunung Kunci,  Palasari, Makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Dien, Makam Pangeran Sugih, serta sejumlah situs bersejarah lainnya yang memiliki potensi untuk ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.

Fadli Zon juga menyampaikan rencana revitalisasi Keraton Sumedang Larang yang berada di Kompleks Gedung Negara Sumedang. Menurutnya, keraton tersebut menyimpan banyak peninggalan sejarah penting yang narasinya perlu dihidupkan kembali dan dikenalkan secara luas kepada masyarakat.

“Di Keraton Sumedang Larang terdapat banyak peninggalan sejarah yang sangat penting. Narasi sejarahnya harus kita hidupkan kembali dan perkenalkan, tidak hanya di Sumedang atau Jawa Barat, tetapi juga di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Fadli Zon pun mengungkapkan kekagumannya terhadap salah satu mahakarya Keraton Sumedang Larang, yakni Mahkota Binokasih, yang menjadi simbol penting perjalanan sejarah tatar Sunda.

“Keraton Sumedang Larang memiliki sebuah masterpiece berupa mahkota emas dengan berat mencapai delapan kilogram. Ini menunjukkan bagaimana di masa lalu kita memiliki peradaban dan kekayaan yang luar biasa. Mahkota ini memiliki sejarah panjang, mulai dari era Kerajaan Pajajaran hingga diserahkan kepada Sumedang Larang sebagai penerus kerajaan pusat di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya,” tuturnya.

Fadli menegaskan, potensi kebudayaan di Sumedang tidak cukup hanya dilindungi, tetapi harus dikembangkan dan dimanfaatkan secara produktif melalui konsep ekonomi budaya dan industri budaya.

“Potensi budaya di Sumedang ini luar biasa. Sesuai amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, potensi ini tidak hanya dilindungi, tetapi harus dikembangkan dan dimanfaatkan menjadi ekonomi budaya atau industri budaya. Warisan budaya tak benda di Sumedang juga sangat banyak. Karena itu, kami akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Sumedang, Asosiasi Museum Indonesia, serta Balai Pelestarian Jawa Barat untuk berkolaborasi memajukan Sumedang,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020 tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda sebagai landasan penguatan kebudayaan daerah.

“Kami terus berkomitmen merawat kebudayaan, karena merawat kebudayaan berarti merawat jati diri dan peradaban. Nilai-nilai kebudayaan inilah yang akan menentukan masa depan Sumedang,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Sumedang bertumpu pada tiga fondasi utama, yakni agama, budaya, dan teknologi. “Agama menjadi penuntun, budaya membumi dan menjadi etos kerja masyarakat, sementara teknologi mengakselerasi pembangunan. Kami juga menggunakan pendekatan pentahelix dengan mengorkestrasi akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media agar bersama-sama membangun Sumedang,” katanya.

Tags: cagar budayaDony Ahmad Munirfadli zonMenbud

Related Posts

Pelepasan ekspor komoditas kopi dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage, Bandung, menuju Tiongkok dan Maroko pada Kamis (16/7/2026).(Foto: Dok. Kemendag)

Bappebti Umumkan Peringkat 5 Teratas Pialang Terbaik

Editor
7 November 2026

Peringkat Pertama: PT PG Berjangka pada peringkat Peringkat Kedua: PT Didi Max Berjangka, PT Inter Pan Pasifik Futures, PT Java...

harga saham

Ikhtiar BEI Dongkrak Kinerja Pasar Modal, Lebih Transparan, Lebih Berdampak

Editor
7 November 2026

JAKARTA - Sepanjang pekan pertama November 2026, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaksanakan berbagai inisiatif strategis untuk memperkuat ekosistem pasar...

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak.(Foto: Humas Kemenhaj)

Arab Saudi Berantas Makelar Ilegal, Wamenhaj: Kami Dukung

Editor
7 November 2026

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menyambut baik langkah tegas Pemerintah Arab Saudi dalam mencegah praktik perantara...

Pesawat Super Air Jet di Bandara Husein Sastranegara.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Super Air Jet Layani Rute Padang-Bandung, Konektivitas Kota Bandung Makin Berkembang

Editor
7 November 2026

BANDUNG - Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, mendapatkan penambahan layanan rute baru. Maskapai Super Air Jet membuka rute penerbangan baru...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di acara pelepasan program prioritas Angkot to School, di Balai Kota Bandung, Jumat 6 November 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wali Kota Farhan Ingin Sopir Angkot Bandung Digaji

Editor
7 November 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong pembenahan transportasi publik melalui pengembangan sistem integrasi angkutan kota (angkot). Program yang...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meresmikan Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Priangan di Pusat Kebudayaan Indonesia Tionghoa, di Jalan Nana Rohana, Kota Bandung, Kamis 5 November 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Kota Bandung Kini Punya Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin

Editor
7 November 2026

BANDUNG - Kota Bandung kembali memperkuat posisinya sebagai kota pendidikan dan keberagaman budaya. Hal ini ditandai dengan peresmian Pusat Pembelajaran...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.