• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 19 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenag Dorong Eksistensi UMKM Disabilitas dalam Peaceful Muharam

Editor
Senin, 07 Juli 2025 - 07:34
Cafe Difabis di kantor Kemenag.(Foto: Humas Kemenag)

Cafe Difabis di kantor Kemenag.(Foto: Humas Kemenag)

JAKARTA- Kementerian Agama (Kemenag) membuka ruang partisipasi bagi pelaku usaha penyandang disabilitas dalam rangkaian program Peaceful Muharam 1447 H. Salah satunya dengan menghadirkan Cafe Difabis, kafe ramah disabilitas yang dikelola oleh teman-teman tuli dan daksa, di pelataran Auditorium HM. Rasjidi, Jakarta Pusat, Jumat (4/7/2025).

Pelibatan Cafe Difabis menjadi bagian dari upaya Kemenag dalam membumikan nilai hijrah sosial yang inklusif dan memberdayakan. Di tengah pelaksanaan kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas, Kemenag tak hanya menyalurkan dua juta bingkisan, tetapi juga mendorong kolaborasi nyata dengan pelaku UMKM dari kelompok rentan.

RelatedPosts

Ekonomi Pariwisata Kota Bandung Mengalir ke Kantung UMKM

Kemenperin Antar IKM Kerajinan Raup Rp 1,83 Miliar dari Penjualan Ekspor

OJK: Kredit UMKM Akan Tumbuh 7-9 Persen

“Kami senang bisa dilibatkan di acara Peaceful Muharam ini. Biasanya kami berdagang di luar, tapi kali ini kami mendapat tempat di lingkungan kementerian. Semakin banyak orang mengenal kami, semakin banyak pula yang tahu bahwa teman-teman disabilitas bisa mandiri,” ujar Robiah, pengelola Cafe Difabis, saat ditemui di sela acara.

Dikatakannya, Cafe Difabis merupakan UMKM binaan BAZNAS Bazis DKI Jakarta. Sejak awal berdiri, usaha ini mempekerjakan kelompok tuli dan daksa sebagai barista dan staf operasional. Kafe ini juga menghadirkan konsep unik: ngopi sambil belajar Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).

“Difabis itu singkatan dari Difabel BAZNAS BAZIS. Di sini kita nggak cuma jual kopi, tapi juga mengajak pengunjung untuk belajar bahasa isyarat sederhana seperti ‘terima kasih’, ‘saya’, atau ‘minum’. Ini bukan cuma jualan, ini kampanye kesetaraan,” tambahnya dikutip laman Kemenag.

Kopi yang dijual berasal dari biji arabika dan robusta, dengan berbagai varian seperti gula aren, creamy latte, pandan, dan butterscotch. Tersedia juga menu non-kopi seperti matcha, red velvet, dan berbagai teh artisan. Harga yang ditawarkan pun terjangkau, mulai dari Rp20 ribu untuk ukuran 200 ml.

Saat ini, Cafe Difabis memiliki lima cabang di seluruh wilayah DKI Jakarta, terutama di kantor wali kota. Lokasi pusatnya berada di Terowongan Kendal, Stasiun Sudirman, bersebelahan dengan brand kopi ternama. Di sana, para barista tuli melayani pelanggan setiap hari dari pukul 08.00 hingga 20.30 WIB.

“Total ada lebih dari 20 karyawan disabilitas yang bekerja bersama kami. Di Terowongan Kendal saja ada tiga teman tuli, satu daksa, dan dua magang. UMKM seperti kami membuka peluang kerja yang inklusif, yang belum tentu bisa didapat di sektor formal karena kendala pendidikan, usia, atau akses,” jelasnya.

Robiah menyebut, keikutsertaan Cafe Difabis di Peaceful Muharam juga menunjukkan bahwa ruang-ruang publik keagamaan bisa menjadi ruang perjumpaan yang manusiawi, memberdayakan, dan bebas diskriminasi.

Menurutnya, keterlibatan mereka di kegiatan-kegiatan kementerian atau lembaga negara, seperti Kemenag, menjadi peluang penting untuk memperluas jaringan usaha, membangun keberanian berusaha, dan meningkatkan pengakuan terhadap kapasitas teman-teman disabilitas.

“Kalau selama ini banyak disabilitas hanya dijadikan objek santunan, lewat UMKM seperti ini, kita bisa menjadi subjek ekonomi. Kita bisa mandiri, bisa dipercaya, dan bisa menciptakan ruang kerja sendiri,” tegasnya.

Tags: KemenagKementerian Agamumkm

Related Posts

Wali Kota Bandung Muhammad farhan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ekonomi Pariwisata Kota Bandung Mengalir ke Kantung UMKM

Editor
16 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan Kota Bandung saat ini telah berkembang menjadi salah satu destinasi wisata...

(Foto: Dok. Kemenperin)

Kemenperin Antar IKM Kerajinan Raup Rp 1,83 Miliar dari Penjualan Ekspor

Editor
12 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal lndustri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus melakukan peningkatan daya saing pelaku...

Logo OJK,Stabilitas sektor jasa keuangan,Survei Penilaian Integritas 2024,penyelesaian masalah pinjol

OJK: Kredit UMKM Akan Tumbuh 7-9 Persen

Editor
11 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa penyaluran kredit kepada U​saha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada 2026...

Ekspor produk bumbu ke Arab Saudi.(Foto: Dok. Kemenhaj)

UMKM Indonesia Ekspor Bumbu Ke Arab Saudi

Editor
4 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU)...

Keripik pisang. (Foto: Dok. Kemendag)

9 Ton Keripik Pisang Ini Diekspor Ke Malaysia

Editor
28 Februari 2026

SATUJABAR, MEDAN - Menteri Perdagangan, Budi Santoso melepas ekspor sembilan ton keripik pisang kepok merek Archila ke Malaysia senilai Rp270...

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Kemenperin Dorong Percepatan Sertifikasi Halal di Daerah

Editor
27 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus memperkuat daya saing industri nasional melalui peningkatan layanan jasa industri dan percepatan sertifikasi halal....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.