• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 6 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kelompok Swadaya Masyarakat Motekar Mekar Kelola Sampah Terpadu

Editor
Minggu, 16 Maret 2025 - 09:34
Pengelolaan sampah jadi pupuk di Garut.

Pengelolaan sampah jadi pupuk di Garut.(Foto: Humas Pemkab Garut)

BANDUNG – Demi menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Motekar Mekar yang berada di Desa Mekarjaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, telah mengimplementasikan sistem pengelolaan sampah terpadu melalui Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). Kegiatan ini bertujuan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Kegiatan pengelolaan sampah ini mendapat apresiasi dari Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut, Agus Dinar, yang melakukan kunjungan pada Kamis (23/3/2025). Didampingi oleh pihak Kecamatan Tarogong Kaler, Agus Dinar meninjau proses pengelolaan sampah di Desa Mekarjaya dan mengapresiasi inisiatif swadaya masyarakat yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

RelatedPosts

Tabrakan Minibus VS Sepeda Motor di Bandung, Pemuda Asal Bekasi Tewas

Investasi Bodong Tipu Warga Purwokerto, Laporkan Segera!

Pekerja Korban PHK 2026 Capai 23 Ribu Lebih Tenaga Kerja, Jawa Barat Paling Tinggi

Dede, Koordinator KSM Motekar Mekar, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah dilakukan dengan mengumpulkan sampah dari warga di empat RW di Desa Mekarjaya melalui koordinasi dengan masing-masing RW. Setiap hari, sampah diangkut menggunakan mobil pengangkut desa dan motor bak dari kecamatan. Sampah dipilah berdasarkan kategori, dengan sampah rongsokan langsung dijual, sementara sampah organik dimanfaatkan sebagai pakan bebek.

“Sampah tak terpakai kami bakar, meskipun kami akui ini masih menjadi tantangan terkait dampak pencemaran,” ujar Dede dikutip situs Pemkab Garut.

Selain itu, TPST Motekar juga mengolah plastik bekas menjadi paving block dan memproduksi pupuk organik. Produksi pupuk organik mencapai 60-70 karung per bulan yang dijual seharga Rp10.000 per karung. Namun, produksi paving block masih terbatas karena keterbatasan bahan baku.

Meskipun memberikan dampak positif, program ini masih menghadapi sejumlah kendala operasional. Keterbatasan dana dan tenaga kerja menjadi tantangan utama, ditambah lagi dengan biaya bahan bakar yang mencapai Rp1 juta per bulan. Untuk itu, KSM Motekar mengusulkan agar program ini dimasukkan dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa (musrenbangdes) dan mencari dukungan dari sponsor.

Dede juga menyampaikan perlunya edukasi lebih lanjut kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah. “Jika produksi paving block bisa ditingkatkan dan dipasarkan dalam jumlah besar, serta kolam ikan dikelola secara profesional, program ini berpotensi menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat,” jelasnya.

Camat Tarogong Kaler, Rachmat Alamsyah, menyatakan bahwa TPST Motekar Mekar adalah contoh inisiatif swadaya masyarakat yang mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan dan desa. “Kami berharap pengelolaan sampah ini terus berkembang dan menjadi percontohan bagi desa lainnya di Kabupaten Garut,” ujar Rachmat.

Tags: garutmotekarsampah

Related Posts

Ilustrasi tempat kejadian perkara (TKP).(Foto:Istimewa).

Tabrakan Minibus VS Sepeda Motor di Bandung, Pemuda Asal Bekasi Tewas

Editor
5 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Kecelakaan maut terjadi di kawasan Dago, Kota Bandung, Jawa Barat, setelah mobil minibus terlibat tabrakan dengan sepeda motor. Pengendara...

Investasi, bodong, scam

Investasi Bodong Tipu Warga Purwokerto, Laporkan Segera!

Editor
5 Juni 2026

Investasi bodong melanda daerah Purwokerto yang dilakukan oleh mantan pegawai Bank Mandiri Taspen Cabang Purwokerto. SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa...

Ilustrasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).(Foto:Istimewa).

Pekerja Korban PHK 2026 Capai 23 Ribu Lebih Tenaga Kerja, Jawa Barat Paling Tinggi

Editor
5 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Jumlah pekerja korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tahun 2026, sepanjang Januari hingga Mei, mencapai 23 ribu lebih. Provinsi Jawa...

Ilustrasi pelaku kejahatan.(Foto:Istimewa).

2 Perampok Rumah Ditempati Lansia di Bandung Ditangkap

Editor
5 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Dua pelaku perampokan di rumah yang ditempati pria lanjut usia (lansia) di Kota Bandung, Jawa Barat, ditangkap polisi. Dalam...

Mata air yang tak pernah surut di Sumedang meski kemarau tersebar di wilayah Desa Nagrak, Kecamatan Buahdua. Desa yang ada di kaki Gunung Tampomas Sumedang.

28 Persen Wilayah Indonesia Masuki Musim Kemarau

Editor
5 Juni 2026

28 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau berdasarkan hasil monitoring BMKG hingga akhir Mei 2026 dengan indeks ENSO mencapai...

(Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

BGN Efisiensi Anggaran, Efektifkan Program MBG

Editor
5 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.