JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Laporan kejadian bencana yang berhasil dihimpun sejak Jumat (11/9) hingga Sabtu (12/9) pukul 07.00 WIB adalah sebagai berikut.
Kejadian pertama adalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Toli-toli, Provinsi Sulawesi Tengah. Berdasarkan informasi yang diterima titik api terlihat di Desa Silondu Kecamatan Basi Dondo pada Kamis (10/9). Luas lahan terbakar mencapai 3,6 hekatare. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama tim gabungan segera menurunkan petugas pemadam kebakaran untuk melakukan upaya penanganan darurat. Kondisi terkini per Jumat (11/9) api sudah berhasil dipadamkan.
Berikutnya di Provinsi Kalimantan Timur, karhutla terjadi di Kabupaten Mahakam Hulu pada Kamis (10/9). Titik api terpantau sekitar pukul 18.50 WITA di Desa Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun. Dilaporkan lahan seluas satu hektare habis terbakar. Tim pemadam kebakaran berhasil memadamkan api pada esok hari Jumat (11/9). Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib.
Masih seputar karhutla, kejadian yang sama melanda wilayah Kota Parepare Provinsi Sulawesi Selatan. Kejadian karhutla melanda kawasan perumahan Kelapa Gading, Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki. Terpantau titik api terlihat pada Jumat (11/9) hingga membakar lahan seluas satu hektare. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Kota Parepare, Disdamkar Kota Parepare berhasil memadamkan api dan kondisi aman terkendali.
Karhutla juga dilaporkan terjadi di Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. Dilaporkan warga melihat titik api pada Jumat (11/9) di Kelurahan Sendana, Kecamatan Sendana. Berdasarkan pantauan visual dilapangan, sebagian api merambat dengan cepat, hal ini dipicu kondisi lahan yang kering hingga lahan seluas 2 hektare habis terbakar.
Menyikapi bahaya hidrometeorologi kering, khususnya karhutla, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama melakukan upaya pencegahan sejak dini. Karhutla tidak hanya dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kehidupan sosial di wilayah terdampak.
Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, termasuk pembakaran untuk membuka lahan. Selain itu, masyarakat diminta untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan kepada pihak berwenang, sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.







