Tutur

Kehadiran Mural Membuat Area Sport Center Tadjimalela Estetik

SATUJABAR, SUMEDANG – Area Sport Center Tadjimalela kini tampil lebih berwarna dan bercerita dengan hadirnya mural hasil karya para muralis yang berpartisipasi dalam Lomba Mural Tadjimalela Piala Bupati yang digelar pada 1–7 Februari 2026. Kehadiran mural-mural tersebut menjadikan Sport Center Tadjimalela tidak hanya sebagai tempat berolahraga, tetapi juga ruang publik untuk menikmati karya seni.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi kepada seluruh muralis yang telah berkontribusi memberikan warna dan makna bagi kawasan Sport Center Tadjimalela. Menurutnya, karya mural yang dihasilkan tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat luas.

“Terima kasih kepada para muralis yang telah memberikan warna, makna, dampak, dan manfaat. Melalui hobi yang disalurkan, masyarakat kini bisa menikmati keindahan sekaligus pengetahuan yang terkandung dalam karya mural ini,” ujar Bupati Dony saat menutup Lomba Mural Tadjimalela di Sport Center Tadjimalela, Minggu (8/2/2026).

Ia menambahkan, Sport Center Tadjimalela kini menjadi wahana edukasi bagi warga. Selain berolahraga, masyarakat dapat mengenal seni, budaya, olahraga, kuliner, hingga potensi wisata Kabupaten Sumedang yang tergambar dalam mural-mural tersebut. “Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi masyarakat Kabupaten Sumedang untuk lebih kreatif dan inovatif lagi. Partisipasi dalam event seperti ini sangat penting karena para muralis telah meninggalkan legasi berupa keindahan di Sport Center Tadjimalela,” katanya.

Bupati juga berpesan kepada pengelola Sport Center Tadjimalela agar menjaga dan memelihara mural-mural tersebut sehingga dapat bertahan lama dan terus dinikmati oleh masyarakat.

Diharapkan dengan hadirnya mural-mural tersebut dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat yang berkunjung ke Sport Center Tadjimalela.

Muralis asal Magelang sekaligus peraih juara pertama, Yoyo, mengungkapkan ketertarikannya mengikuti lomba mural di Sumedang karena konsep yang diusung mengangkat tiga elemen utama, yakni budaya, wisata, dan olahraga. “Ketiga elemen itu ketika dipadukan menjadi visual yang selaras dapat menggambarkan kehidupan,” katanya.

Dari visualisasi tersebut, lanjut Yoyo, muncul simbol bahwa Sumedang layak menjadi tempat kajian literasi, sehingga menjadi referensi bagi generasi muda. Terkait pencapaian juara, Yoyo menilai bahwa penghargaan yang diterima bukan semata soal nominal melainkan bentuk apresiasi. “Kami senang, tetapi reward yang kami terima bukan sekadar nominal, melainkan bentuk perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sumedang,” katanya.

Editor

Recent Posts

Hari Jadi Bogor ke-544: Ada Sajian Teatrikal Prabu Siliwangi

SATUJABAR, BOGOR - Sejarah dan kebudayaan Pakuan Pajajaran kembali dihidupkan melalui Helaran Pajajaran yang untuk…

7 menit ago

Menteri Ekraf: Event Olahraga Dorong Ekonomi Kreatif

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menghadiri AEF/Mantena…

12 menit ago

Piala Dunia 2026: Fase Grup Rampung, Messi Top Skor

SATUJABAR, BANDUNG — Piala Dunia 2026 selesai menjalani fase grup yang berakhir pada Minggu (28/6/2026)…

44 menit ago

Piala Dunia 2026: Daftar Tim Nasional Lanjut 32 Besar

SATUJABAR, BANDUNG — Piala Dunia 2026 selesai menjalani fase grup yang berakhir pada Minggu (28/6/2026)…

59 menit ago

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Penyaluran dan Perkuat Distribusi BBM di Sejumlah Wilayah

SATUJABAR, JAKARTA - Pertamina Patra Niaga terus memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dengan mengoptimalkan…

9 jam ago

Topeng Cirebon yang Terus Beradaptasi

Topeng Cirebon bukan sekedar tarian, bukan pula sekedar kedok kayu yang diukir indah. Topeng Cirebon…

9 jam ago

This website uses cookies.