• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 23 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kebakaran di Gunung Ciremai Belum Padam, Petugas Hadapi Medan Ekstrem

Editor
Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:47
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, KUNINGAN–Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, belum sepenuhnya bisa dipadamkan. Petugas gabungan di lapangan menemui medan ekstrem saat melakukan upaya pemadaman.

Petugas gabungan melibatkan ratusan orang terus menyisir titik-titik api, untuk melakukan upaya pemadaman dalam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan. Hingga Jum’at (23/10/2026), kobaran api belum sepenuhnya bisa dipadamkan.

RelatedPosts

Kasus Keracunan Massal MBG, Kepala SPPG Kalijaga Kota Cirebon Dicopot

Tekan Karhutla di Sumsel, BMKG Lakukan OMC Dry Ice

Oknum Dokter di Bandung Diduga Cabuli Anak Kandung Ditetapkan Tersangka

Petugas gabungan juga membuat sekat bakar untuk membendung rambatan api, yang masih menjalar agar tidak menembus kawasan hutan lindung lebih dalam. Upaya pemadaman kobaran api, menerjunkan sedikitnya 900 personel gabungan, terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, serta relawan masyarakat.

Petugas disebar ke sejumlah titik-titik api koordinat utama, seperti Blok Bintangot, Panyusupan, Batu Arca, Karang Dinding, hingga kawasan Bukit Seribu Bintang. Medan yang ekstrem menjadi kendala dalam upaya pemadalam api yang masih menjalar.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, proses pemadaman di kawasan TNGC, lereng gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut, dihadapkan pada kendala medan yang ekstrem dan sangat berisiko. Karhutla yang terjadi di kawasan TNGC, termasuk cukup besar, karena berada pada ketinggian di atas 1.000 mdplm

“Topografi yang sangat terjal, sekaligus curam, sangat menyulitkan mobilisasi personel serta peralatan pemadam untuk mencapai pusat api. Selain itu, dinamika cuaca dan angin di puncak gunung juga menjadi hambatan tersendiri, ujar Indra Bayu, dalam keterangannya, Jum’at (23/10/2026).

Perubahan arah dan kecepatan angin yang bertiup kencang membuat kobaran api cepat berpindah dan sulit diprediksi penyebarannya. Petugas gabungan di lapangan harus menyesuaikan taktik, untuk bisa memadamkan kobaran api.

“Salah satu upaya yang dilakukan, adalah pembuatan sekat bakar yang disesuaikan dengan situasi kondisi di lapangan. Taktik tersebut untuk meredam rambatan api yang masih menjalar lebih jauh,” kata Indra Bayu.

Berdasarkan pengamatan awal, titik api pertama kali terdeteksi di area zona tradisional yang sering bersinggungan dengan aktivitas masyarakat. Penyebab pasti sebagai pemicu terjadi kebakaran, masih dalam proses penyelidikan.

Sebelumnya, BPBD Jabar mencatat karhutla Gunung Ciremai meluas dan petugas diperkuat dengan pengerahan tiga helikopter untuk water bombing. Tim gabungan kini memprioritaskan penyekatan ketat agar api tidak merembet dari zona tradisional menuju zona rimba hingga inti kawasan TNGC.

Saat ini, status penanganan karhutla di Gunung Ciremai masih ditetapkan dalam tahap siaga darurat. Pemerintah Kabupaten Kuningan berencana melakukan evaluasi menyeluruh dalam satu hingga dua hari ke depan untuk menentukan langkah penanganan lanjutan, serta status tanggap darurat jika titik api kian besar dan meluas.

Sebelumnya, hutan bambu di kawasan tersebut terbakar, sejak Rabu malam. BPBD Jawa Barat mencatat 1,5 hektare luas lahan bambu hangus di awal kejadian.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyiapkan dana insentif sebesar Rp 250 ribu per orang/per hari bagi warga yang ikut membantu proses pemadaman api di lapangan. Tidak hanya insentif harian, Dedi Mulyadi juga menjanjikan uang bonus tambahan jika api bisa cepat dipadamkan.

“Kami menyiapkan Rp 250 ribu per orang untuk satu hari kerja dalam upaya memadankan api. Apabila apinya cepat terpadamkan, segera, kami memberikan bonus,” ujar Dedi Mulyadi, yang datang langsung ke lokasi Karhutla TNGC.

Dedi Mulyadi bertolak ke lokasi kebakaran untuk memimpin konsolidasi tim gabungan. Masyarakat Jawa Barat diminta do’a-nya agar kebakaran Gunung Ciremai segera teratasi dengan upaya pemadaman api.

Dedi Mulyadi menginstruksikan camat, kepala desa, hingga ketua RT dan RW di sekitar lereng Gunung Ciremai untuk memobilisasi warga, agar bisa mempercepat pemadaman api. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengerahkan water bombing membantu pemadaman karhutla di udara.

Tags: jawa baratKabupaten KuningankarhutlaKebakaran di Gunung Ciremai Belum PadamPetugas Hadapi Medan EkstemTaman Nasional Gunung Ciremai

Related Posts

Ilustrasi Dapur MBG.(Foto:Istimewa).

Kasus Keracunan Massal MBG, Kepala SPPG Kalijaga Kota Cirebon Dicopot

Editor
23 Oktober 2026

SATUJABAR, CIREBON--Kasus dugaan keracunan massal penerima manfaat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon, Jawa Barat, berbuntut panjang. Kepala...

Penanganan karhutla guna menekan titik panas.(Foto: Humas Kemenhut)

Tekan Karhutla di Sumsel, BMKG Lakukan OMC Dry Ice

Editor
23 Oktober 2026

PALEMBANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan TNI mengintensifkan Operasi...

Ilustrasi korban kekerasan seksual.(Foto:Istimewa).

Oknum Dokter di Bandung Diduga Cabuli Anak Kandung Ditetapkan Tersangka

Editor
23 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat menetapkan oknum dokter, yang diduga telah mencabuli balita anak kandungnya sebagai tersangka. Penetapan tersangka dugaan tindak...

Kilang minyak Balikpapan.(Foto: Dok. Kementerian ESDM)

Progres Kilang Balikpapan 99 Persen, Stok BBM Nasional Dipastikan Aman

Editor
23 Oktober 2026

BALIKPAPAN - Usai meresmikan penerimaan gas Jangkrik North East #6 (JNE#6) dan fasilitas produksi Lapangan Maha-South Hub di tengah laut...

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya.(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.)

Menteri Ekraf Buka WCCE 2026 di Jakarta, Bawa Semangat Kolaborasi Ekonomi Kreatif

Editor
23 Oktober 2026

JAKARTA - The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) resmi dibuka di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis...

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut baik pembukaan penerbangan langsung maskapai TransNusa rute Melbourne–Bali.(Foto: Dok. Kemenpar)

Maskapai TransNusa Buka Rute Melbourne-Bali, Kemenpar: Tingkatkan Konektivitas Wisatawan

Editor
23 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut baik pembukaan penerbangan langsung maskapai TransNusa rute Melbourne–Bali yang semakin memperluas akses wisatawan Australia...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.