SATUJABAR, CIREBON–Kasus dugaan keracunan massal penerima manfaat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon, Jawa Barat, berbuntut panjang. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, dicopot dari jabatannya.
Pencopotan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon, Yulian Septa Pratama. Pencopotan Kepala SPPG dari jabatannya buntut terjadinya dugaan keracunan massal penerima manfaat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut, merupakan sanksi awal.
“Untuk saat ini, yang bersangkutan sudah dicopot dari jabatannya sebagai Kepala SPPG. Ini sebagai sanksi awal, pemeriksaan terhadap yang bersangkutan masih berjalan, tetap akan ada tindaklanjutnya berdasarkan hasilnya nanti,” ujar Yulian kepada wartawan, Jum’at (23/10/2026).
Menurut Yulian, pencopotan berkaitan dengan temuan pengelolaan dapur MBG, khususnya terkait pengadaan bahan makanan untuk menu MBG. Ada pembelian telur puyuh dari pihak luar yang dilakukan Kepala SPPG, yang seharusnya seluruh bahan makanan diproses dan diolah di dapur MBG, sesuai aturan juknis (petunjuk teknis).
“Iya, itu sudah jadi satu poin berdasarkan hasil temuan. Kepala SPPG mengaku membeli telur puyuh dari pihak di luar dapur MBG, yang seharusnya seluruh bahan makanan itu sesuai aturan juknis diproses dan diolah di dapur,” ungkap Julian.
Saat ini dapur MBG Kalijaga dihentikan sementara operasionalnya, hingga waktu yang belum ditentukan. Kelanjutan operasional dapur MBG, menunggu hasil investigasi dari Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan dan hasil uji laboratorium.
“Bisa saja sampai tutup permanen. Tapi, itu masih menunggu hasil laboratorium dan investigasi nanti, semua sampel makanan, termasuk menu sup telur puyuh sudah diambil untuk diperiksa,” ungkap Yulian.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, mencatat, korban dugaan keracunan menu MBG hingga Kamis (22/10/2026), mencapai 395 orang. Jumlah tersebut bertambah 64 orang, dari hari sebelumnya, Rabu (21/10/2026), yang mencatat 331 orang.
“Jumlahnya 395 orang (korban), hari sebelumnya di angka 331. Jadi ada penambahan pasien 64 orang,” ujar Kepala Dinkes Kota Cirebon, Siti Maria.
Mayoritas korban adalah anak-anak TK (Taman Kanak-Kanak) dan siswa SD (Sekolah Dasar). Namun, terdapat juga balita, lansia, hingga orang dewasa.
Menu MBG yang paling banyak dikeluhkan adalah sup telur puyuh dengan rasa kuah terasa asam. Keluhan tersebut, hasil anamnesa dan wawancara langsung, rata-rata korban mengeluhkan sup telur puyuh.
“Dugaan kuat penyebabnya mengarah ke menu telur puyuh dari sup. Namun, untuk memastikan masih menunggu hasil laboratorium,” ungkap Siti Maria.







