SATUJABAR, SUMEDANG — Kasus penyekapan pria bernama Handi, berusia 40 tahun, hingga tewas, di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, diduga dipicu persoalan pembayaran sewa rental mobil. Pria asal Bandung tersebut, tewas setelah menjadi korban penyekapan dan penganiayaan.
Motif yang melatarbelakangi aksi penyekapan pria bernama Handi, berusia 40 tahun, hingga tewas, diduga dipicu persoalan pembayaran sewa rental mobil, disampaikan kakak ipar korban, Kosasih, kepada penyidik Satreskrim Polres Sumedang. Selain pembayaran sewa rental, STNK kendaraan disebutkan, dijaminkan korban di sebuah SPBU.
Korban diketahui menyewa mobil untuk tujuan pergi menjalani pengobatan alternatif di daerah Pangandaran. Namun, pihak keluarga tidak mengetahui pasti tempat pengobatan alternatif yang didatangi korban.
“Setahu saya yang jadi permasalahan adalah pembayaran rental yang disewa, dan STNK yang dijaminkan. Jadi, STNK dijaminkan di SPBU, mungkin karena kehabisan bensin saat di perjalanan,” ujar Kosasih, saat diminta keterangan sebagi saksi, Senin (10/08/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, korban diduga dibawa pemilik rental mobil ke beberapa tempat. Korban dibawa berputar-putar para pelaku, agar bisa memenuhi kewajibannya membayar uang sewa rental, dan bertanggungjawab atas STNK yang telah dijaminkannya.
Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansyah, mengungkapkan, ada empat lokasi yang menjadi tempat aksi penyekapan dan penganiayaan terhadap korban. Empat lokasi tersebut, terdiri dari rumah kontrakan di wilayah Alamsari, tempat rental mobil, rumah pemilik rental, serta kontrakan depan Terminal Ciakar, Kabupaten Sumedang.
Korban dibawa berputar-putar dan berpindah-pindah tempat, sejak Kamis (06/08/2026), sebelum akhirnya ditemukan di lokasi terakhir di rumah kontrakan depan Terminal Ciakar, dalam kondisi kedua tangan dan kaki terikat tali kawat, dengan sejumlah luka bam di bagian wajah dan tubuhnya. Korban ditemukan warga setelah mendengar teriakan minta tolong, pada Jum’at (07/08/202), sekitar pukul 22.00 WIB.
Tim Satreskrim Polres Sumedang yang mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga melalui Call Center 110, segera membawa korban ke rumah sakit. Namun, nyawa korban tidak tertolong saat dalam perawatan tim medis
Penyebab kematian korban masih belum bisa dipastikan, karena masih menunggu hasil otopsi. Sementara dugaan mengenai motif penyekapan dan penganiayaan, masih mengacu pada keterangan dari pihak keluarga.
Sebelumnya diberitakan, pria bernama Handi, berusia 46 tahun, ditemukan dalam kondisi mengenaskan, di sebuah rumah kontrakan di Jalan Dano, Kelurahan Kotakaler, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang. Pria asal Bandung tersebut, diduga menjadi korban aksi penyekapan dan penganiayaan sekelompok orang.
Menurut Kapolres Sumedang, AKBP Reza Ma’ruffi, Tim Satreskrim Polres Sumedang, sudah mengamankan 15 orang terkait kematian korban. Mereka masih berstatus saksi, keterangannya sedang didalami penyidik.
“Kita sudah mengamankan 15 orang. Mereka masih berstatus saksi, dan keterangannya sedang didalami penyidik, untuk memastikan siapa yang menjadi pelakunya,” ujar Reza kepada wartawan, di Markas Polres (Mapolres) Sumedang, Senin (10/08/2026).
Reza mengatakan, dari 15 orang yang diperiksa, beberapa diantaranya diamankan di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka diduga mengetahui kejadian, dan langsung melarikan diri.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Salit Umum Daerah (RSUD) Umar Wirahadikusumah, Sumedang. Korban yang tidak tertolong, sebelumnya mengaku, disekap dan dianiaya sekelompok orang.







