• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 4 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Karhutla 2026: Hotspot Masih Terpantau, Kemenhut Terus Intensif Operasi Pemadaman

Editor
Rabu, 04 November 2026 - 06:56
Operasi pemadaman karhutla.(Foto: Humas Kemenhut)

Operasi pemadaman karhutla.(Foto: Humas Kemenhut)

JAKARTA – Jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional meningkat pada pemantauan Senin, 2 November 2026 pukul 21.00 WIB. Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, terdeteksi 189 hotspot, meningkat 89 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 100 hotspot.

Namun pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, jumlah hotspot justru turun dari 34 menjadi 31 titik. Kalimantan Tengah mencatat 19 hotspot, Jambi 9 titik, dan Kalimantan Selatan 3 titik. Sementara Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau tercatat nihil hotspot high confidence.

RelatedPosts

Harga Acuan Batu Bara Kalori Rendah Naik, Kalori Tinggi Turun

Menteri Bahlil: Pemerintah Siapkan Storage Minyak hingga 60 Hari dan Bioetanol E20

Terkait MSCI, Wamenko Dradjad Ajak Investor Utamakan Data dan Analisis

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa kenaikan hotspot nasional perlu dicermati, namun data satelit harus selalu dibaca bersama kondisi aktual di lapangan. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan dan tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar. Karena itu, seluruh indikasi tetap diverifikasi melalui patroli dan groundcheck.

Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan tanggal 2 November menunjukkan operasi masih berlangsung terutama di Kalimantan Tengah. Di Tanjung Taruna, Pulang Pisau, masih ditemukan banyak kepulan asap pada lahan gambut sehingga pemadaman harus dilanjutkan. Kondisi serupa terjadi di Jabiren yang belum sepenuhnya padam serta sejumlah lokasi di Palangka Raya yang masih menyisakan api maupun asap.

Di sisi lain, beberapa lokasi di Kalimantan Tengah telah menunjukkan perkembangan positif. Api di Pematang Kambat, Seruyan dan Pasir Panjang, Kotawaringin Barat telah berhasil dipadamkan, sementara di Pasir Putih, Kotawaringin Timur, tim masih melakukan pemadaman sekat batas dan pendinginan pada titik yang masih berasap.

Di Jambi, kebakaran di Desa Terusan, Batang Hari telah berhasil dipadamkan. Hujan dengan intensitas tinggi juga terjadi sekitar 30 menit di lokasi pada saat operasi berlangsung dan turut membantu kondisi pemadaman.

Perkembangan penanganan tersebut juga diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC terpadu. Berdasarkan hasil rapat evaluasi, OMC terpadu yang berlangsung sejak 18 Oktober 2026 menunjukkan hasil positif dan menjadi operasi OMC terpadu dengan skala terbesar yang telah dilaksanakan dalam rangka pengendalian karhutla.

Evaluasi mencatat beberapa indikator perbaikan, antara lain membaiknya jarak pandang dan konsentrasi polutan PM2.5, menurunnya hotspot, mulai meratanya kejadian hujan di sejumlah wilayah—khususnya Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan—serta kembali beroperasinya seluruh bandara yang sebelumnya mengalami kendala akibat rendahnya jarak pandang.

Rekapitulasi Posko juga mencatat pelaksanaan OMC secara intensif pada fase Oktober, termasuk operasi BNPB di Kalimantan Tengah–Kalimantan Selatan, operasi Kementerian Kehutanan di Sumatera Selatan, serta operasi di Kalimantan Tengah dan Papua Selatan. Penyemaian dilakukan menggunakan NaCl maupun dry ice sesuai kondisi atmosfer dan kebutuhan operasi.

Pemerintah memutuskan OMC tetap dilanjutkan oleh BNPB, Kementerian Kehutanan, dan kementerian/lembaga terkait sesuai kebutuhan lapangan. Jumlah armada udara dan alutsista pendukung juga akan disesuaikan dengan perkembangan situasi serta kebutuhan masing-masing wilayah.

Sesuai arahan Kepala BNPB, OMC selanjutnya akan segera diarahkan ke Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua Selatan. Khusus Papua Selatan, status tanggap darurat karhutla masih berlaku hingga 28 November 2026, sehingga penguatan operasi udara menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap perkembangan kebakaran di wilayah tersebut.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa OMC merupakan bagian dari strategi pengendalian karhutla dan tidak menggantikan operasi darat. Manggala Agni Kemenhut bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, relawan, serta seluruh unsur terkait tetap melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, pembasahan, penyisiran bara, mopping up, dan pendinginan sesuai kondisi aktual di lapangan.

Kenaikan hotspot nasional menjadi 189 titik menunjukkan bahwa dinamika karhutla masih dapat berubah dengan cepat. Karena itu, ukuran keberhasilan tidak hanya dilihat dari naik atau turunnya angka hotspot, tetapi dari kondisi di lapangan, yaitu memastikan api dan bara benar-benar padam, kebakaran tidak kembali muncul, kualitas lingkungan membaik, masyarakat terlindungi, serta kawasan hutan dan keanekaragaman hayati tetap terjaga.

Tags: hotsporkarhutlaKemenhut

Related Posts

– KAI angkut 63 juta ton barang selama 2023 atau naik 10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Harga Acuan Batu Bara Kalori Rendah Naik, Kalori Tinggi Turun

Editor
4 November 2026

JAKARTA - Awal November 2026 membawa kabar yang tidak seragam bagi pasar batu bara. Harga acuan untuk batu bara berkalori...

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.(Foto: Humas Kementerian ESDM)

Menteri Bahlil: Pemerintah Siapkan Storage Minyak hingga 60 Hari dan Bioetanol E20

Editor
4 November 2026

JAKARTA - Pemerintah terus memperkuat fondasi ketahanan energi nasional melalui pembangunan infrastruktur strategis dan diversifikasi sumber energi. Salah satu langkah...

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo.(Foto: Kemenko Perekonomian)

Terkait MSCI, Wamenko Dradjad Ajak Investor Utamakan Data dan Analisis

Editor
4 November 2026

JAKARTA - Penilaian lembaga indeks internasional terhadap pasar modal Indonesia menjadi momentum untuk terus meningkatkan transparansi, memperkuat tata kelola, dan...

Foto : Tanah longsor terjadi di kawasan Glamping Pelaga Eco Park, Banjar Bukit Buluk Tihing, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu (1/11). (BPBD Kabupaten Badung)

BNPB: Bencana Hidrometeorologi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Editor
4 November 2026

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (3/11), melaporkan jumlah kejadian bencana di Indonesia mencapai 2.285 kejadian. Angka...

Logo OJK,Stabilitas sektor jasa keuangan,Survei Penilaian Integritas 2024,penyelesaian masalah pinjol,POJK,perbankan

OJK Luncurkan 3 Pedoman Produk Perbankan Syariah

Editor
4 November 2026

MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan tiga pedoman produk perbankan syariah untuk memperkuat karakteristik produk syariah dan mendukung pembiayaan...

Ilustrasi tempat kejadian perkara (TKP).(Foto:Istimewa).

Perampokan Rumah Mewah di Indramayu, Istri Pemilik Dianiaya dan Diculik

Editor
3 November 2026

SATUJABAR, INDRAMAYU--Sebuah rumah mewah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, disatroni kawanan peramok. Selain menguras uang tunai, perhiasan emas, dan mobil, pelaku...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.