• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 22 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kampung Obat Buruan Sae Ini Ramai Dikunjungi Warga

Editor
Rabu, 21 Februari 2024 - 02:24
Kampung obat Buruan Sae

Buruan Sae Kampung Obat (FOTO: Humas Kota Bandung)

“Setiap hari, ada saja warga yang datang ke Buruan Sae Kampung Berkebun kami untuk ngobat.”

Demikian yang diungkapkan Ketua Kampung Berkebun RW 01 Kebongedang, Elita Sari Dewi sembari memperlihatkan jajaran tanaman obat keluarga (toga).

RelatedPosts

Insiden KMP Batumadi Terbakar dan Tenggelam, Kemenhub Pastikan Hak Penumpang Terpenuhi

Penerbangan Langsung Jakarta – Shenzen Dibuka Lagi, Kemenpar: Dongkrak Pariwisata

Bank Indonesia: Kredit Baru Triwulan IV 2026 Diduga Meningkat

Meski hanya berukuran kecil, di lahan milik Buruan Sae Kampung Berkebun RW 01 Kebongedang pernah tercatat menghasilkan 110 toga.

Beberapa jenis yang masih tumbuh subur antara lain daun handeuleum yang bisa digunakan untuk obat radang usus dan wasir. Kemudian daun zig-zag untuk obat luka, daun suji sebagai obat kolesterol dan haid, mangkokan yang kerap digunakan untuk obat panas dalam, dan keji beling untuk atasi masalah ginjal.

“Ada daun betadine untuk luka bakar dan sariawan. Terus, ada daun bidara, pecut kuda, daun jambu, bawang merah, bawang putih, pare, kelor. Ada juga daun pandan, sirih, minahong, kumis kucing, dan masih banyak lagi jenis lainnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam satu kotak lahan, bisa terdapat banyak jenis tanaman yang masih dikembangkan sampai sekarang.

Dari sekian banyak toga yang ada, Elita mengaku, paling sulit mengembangkan jahe merah.

“Saya sampai gagal beberapa kali. Untungnya bibit toga kebanyakan kami dapat dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP),” ucapnya.

Berkat menjadi ‘bandar obat’, RW 01 Kelurahan Kebongedang mendapatkan penghargaan dari DKPP Kota Bandung sebagai Buruan Sae dengan toga tervariatif pada 26 Juli 2023.

Tak hanya toga, di Buruan Sae RW 01 juga terdapat banyak tanaman sayuran dan peternakan ayam serta lele.

Ia menjelaskan, awal mula dibangunnya Buruan Sae RW 01 Kebongedang pada Oktober 2020, kala angka stunting cukup tinggi di wilayah tersebut.

“Bahkan Kebongedang pernah masuk ke 10 besar SK Wali Kota kategori stunting tertinggi. Lalu, kami ajukan untuk mengadakan Buruan Sae yang hasilnya mencakup protein, sayuran, dan kebutuhan lainnya. Alhamdulillah sekarang angka stunting sudah menurun banyak,” sebutnya.

Menjadi pionir pertama yang menjalankan Buruan Sae, RW 01 menginspirasi wilayah lainnya. Hingga kini, sudah ada dua RW lain yakni 08 dan 05 yang juga telah memiliki Buruan Sae.

“Alhamdulillah kami berhasil mewakili Batununggal dalam Lomba Asah Terampil tingkat Kota Bandung saat tahun 2021,” tutur Elita.

Bukan cuma budidaya tanaman dan ternak, Buruan Sae RW 01 Kebongedang juga mengolah sampah organik dan anorganik. Sampah organik, terutama buah yang tinggi glukosa dijadikan eco enzym.

“Eco enzym yang kami buat ini sudah dijual secara offline dan online juga. Alhamdulillah sering diborong karena manfaatnya juga terasa oleh konsumen. Dan yang paling penting, tidak ada bau busuk dari sampah organiknya,” jelasnya.

Sedangkan sampah anorganik disulap menjadi kreasi lain yang bernilai ekonomis juga. Seperti sampah-sampah kertas diolah jadi bubur kertas dan dibentuk ke dalam beragam kreasi.

“Ini dibikin sama anak-anak Karang Taruna RW 01,” katanya sambil menunjukkan beberapa hasil karya dari bubur kertas.

Sementara itu, Sekretariat Lurah Kebongedang, Teti Atmayanti Sari menyebutkan, Kelurahan Kebongedang sudah memiliki dua kawasan bebas sampah (KBS) yakni RW 01 dan 04. Ia berharap seluruh RW di Kelurahan Kebongedang secara bertahap bisa menjadi KBS.

“Untuk itu kami terus rutin menyosialisasikan pengelolaan sampah secara door to door. Kami juga lakukan pemilahan dari rumah ke rumah, khususnya organik,” papar Teti.

Lalu, sampah organik juga diangkut tiap dua hari sekali yang ditampung di Buruan Sae. Sampah organik yang telah dikumpulkan diolah di rumah maggot dan galon kompos lingkungan (gaspol).

“Hasilnya bisa dimanfaatkan untuk Buruan Sae. Sedangkan pengolahan sampah sisanya (residu) dibuang ke TPS, tapi sudah terpilah. Di sini ada bank sampah yang sudah bekerja sama dengan bank sampah induk,” akunya.

Ia berharap, masyarakat sudah mulai mencoba memilah sampah dari rumah masing-masing. Minimal memilah jenis anorganik dan organik.

“Kembali ke prinsip Kang Pisman. Dengan begitu kita berharap darurat sampah tidak kembali terjadi di Kota Bandung,” harap Teti.

Sumber: bandung.go.id

Tags: buruan saekota bandung

Related Posts

Kapal Negara (KN) Trisula P.111 melakukan proses pendidingan kebakaran KMP Batumandi di alur masuk Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten.(Foto: Ditjen Hubla Kemenhub)

Insiden KMP Batumadi Terbakar dan Tenggelam, Kemenhub Pastikan Hak Penumpang Terpenuhi

Editor
22 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mengawal penanganan insiden KMP Batumandi yang terbalik dan tenggelam di perairan sekitar Pelabuhan Merak,...

Kementerian Pariwisata menyambut penerbangan langsung Shenzhen Airlines rute Shenzhen–Jakarta yang tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (20/10/2026).(Foto: Dok. Kemenpar)

Penerbangan Langsung Jakarta – Shenzen Dibuka Lagi, Kemenpar: Dongkrak Pariwisata

Editor
22 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut pengoperasian kembali penerbangan langsung Shenzhen Airlines rute Shenzhen–Jakarta yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta,...

penyaluran kredit umkm,investasi, sumedang,jabar

Bank Indonesia: Kredit Baru Triwulan IV 2026 Diduga Meningkat

Editor
22 Oktober 2026

JAKARTA - Hasil Survei Perbankan menunjukkan penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 diprakirakan meningkat. Kondisi ini tecermin dari nilai...

Seorang warga memadamkan api pada Sosialisasi Major Emergency Drill di Aula Balai Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Selasa (20/10/2026) yang digelar PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan.(Foto: Istimewa)

Dorong Siaga Bencana, Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Gelar Sosialisasi Major Emergency Drill di Desa Majakerta

Editor
22 Oktober 2026

BALONGAN - Memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat di sekitar area operasional kilang, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan menggelar...

Logo OJK,Stabilitas sektor jasa keuangan,Survei Penilaian Integritas 2024,penyelesaian masalah pinjol,POJK,perbankan

OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Berjalan

Editor
22 Oktober 2026

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat reformasi pasar modal Indonesia melalui peningkatan transparansi, integritas, likuiditas, dan penegakan hukum...

Logo OJK,Stabilitas sektor jasa keuangan,Survei Penilaian Integritas 2024,penyelesaian masalah pinjol,POJK,perbankan

Ini Dia Sanksi OJK Terkait Transaksi Saham DSSA, CUAN, BREN

Editor
22 Oktober 2026

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 16 Oktober 2026 telah menetapkan sanksi terhadap pihak-pihak yang melakukan pelanggaran terhadap...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.