SATUJABAR, JAKARTA – Jemaah haji wafat mencapai 24 orang. Sejumlah jemaah lainnya menjalani perawatan, ungkap Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff.
Maria mengatakan puncak haji 1447 H/2026 M membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Jemaah diminta tidak memaksakan diri beraktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari, mengingat suhu di Makkah dan Madinah berkisar 38 hingga 42 derajat Celsius.
“Jemaah perlu mengutamakan kesehatan. Hemat tenaga, cukup istirahat, makan tepat waktu, minum air putih yang cukup, dan selalu ikuti arahan petugas,” ujar Maria di Jakarta, Senin 11 Mei 2026 melalui keterangan resmi.
Hingga saat ini 67 jemaah masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi. Kemenhaj juga mencatat satu jemaah haji wafat pada Ahad, 10 Mei 2026, atas nama Kasiani Sigito Tarmidi dari KNO 8 asal Kota Medan, Sumatera Utara. Dengan demikian, total jemaah wafat di Arab Saudi hingga saat ini sebanyak 24 orang.
“Atas nama Kemenhaj, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Maria.
BACA JUGA: Hantavirus: Kenali Gejala, Pengobatan dan Pencegahannya
Maria mengapresiasi seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja memberikan layanan terbaik kepada jemaah. Ia juga mengajak jemaah menjaga kesehatan, hemat tenaga, mematuhi ketentuan pergerakan, dan memperkuat kesiapan ibadah.
“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, perlindungan, dan kesehatan kepada seluruh jemaah haji Indonesia, serta menjadikan hajinya mabrur,” tutup Maria.








