• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 1 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Hantavirus: Kenali Gejala, Pengobatan dan Pencegahannya

Editor
Senin, 11 Mei 2026 - 02:21
Hantavirus

(Image: Humas BRIN)

SATUJABAR, JAKARTA – Hantavirus menjadi sorotan publik dan meramaikan perbincangan di berbagai platform digital. Menanggapi hal tersebut, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengimbau masyarakat untuk memahami hantavirus secara tepat, mulai dari sumber penularan, gejala klinis, hingga langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti dikabarkan Humas BRIN, Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN, Ristiyanto menjelaskan bahwa hantavirus merupakan kelompok virus zoonotik yang ditularkan melalui rodensia atau hewan pengerat, terutama tikus liar. Beberapa jenis tikus yang diketahui dapat menjadi reservoir hantavirus antara lain tikus rumah (Rattus rattus), tikus got (Rattus norvegicus), tikus ladang, hingga mencit liar yang hidup di area permukiman, pertanian, maupun hutan.

RelatedPosts

Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode I Oktober 2026

Flu Ringan Cuma Perlu Istirahat, Tak Perlu Antivirus

Kasus Kriminal Terkait Perjalanan Ibadah Melonjak Tajam

Salah satu jenis hantavirus yang banyak dibahas adalah Andes virus, ditemukan pada tikus liar  (Oligoryzomys longicaudatus) spesies umum ditemukan di kawasan Patagonia, Argentina dan Chile. Virus ini diketahui dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yaitu infeksi paru berat yang berpotensi menimbulkan gagal napas akut.

“Reservoir utama Andes virus adalah tikus liar. Penularan umumnya terjadi ketika manusia menghirup partikel halus dari urin, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi,” jelas Ristiyanto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/05).

Ia menambahkan, penelitian mengenai hantavirus di Indonesia sebenarnya telah dilakukan sejak 1991 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Kementerian Kesehatan, khususnya di wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Penelitian tersebut menjadi bagian dari upaya pemantauan penyakit zoonosis dan identifikasi rodensia yang berpotensi menjadi reservoir virus di Indonesia.

Menurutnya, gejala awal infeksi hantavirus sering menyerupai influenza, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, lemas, hingga gangguan pencernaan. Karena gejalanya tidak spesifik, diagnosis dini kerap terlambat dilakukan. Pada kondisi berat, infeksi dapat berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan serius yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.

Ristiyanto menyebutkan bahwa tingkat kematian akibat HPS tergolong tinggi, yakni berkisar 20–35 persen. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap paparan rodensia dan deteksi dini menjadi faktor penting dalam pencegahan penyakit ini.

Ristiyanto menekankan bahwa hingga saat ini Indonesia belum pernah melaporkan kasus Andes virus. Selain itu, berdasarkan hasil riset vektor dan reservoir penyakit di Indonesia pada periode 2015–2018, Andes virus juga tidak ditemukan pada kelompok tikus domestik, peridomestik, maupun silvatik yang diteliti. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat Indonesia memiliki keanekaragaman rodensia yang tinggi, kepadatan penduduk besar, serta kondisi lingkungan yang mendukung perkembangan populasi tikus.

Sementara itu, Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN, Arief Mulyono menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami informasi mengenai Andes virus secara proporsional. Meski terdapat laporan ilmiah mengenai kemungkinan penularan antarmanusia, karakteristik penyebarannya sangat berbeda dengan penyakit yang mudah menular seperti influenza, campak, maupun COVID-19.

“Penularan antarmanusia pada Andes virus sangat jarang terjadi dan umumnya hanya berlangsung melalui kontak erat dan intensif dalam waktu lama. Penyakit ini tidak menyebar cepat melalui udara di lingkungan masyarakat,” ujar Arief.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa temuan kasus pada pasangan intim tidak otomatis menjadikan Andes virus sebagai penyakit menular seksual. Penularan lebih mungkin terjadi akibat kedekatan fisik yang sangat intens, termasuk paparan air liur atau sekret pernapasan pada fase akut penyakit.

Kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar hantavirus antara lain pekerja pertanian, petugas kebersihan, pekerja kehutanan, penghuni wilayah pedesaan, serta masyarakat yang membersihkan gudang atau bangunan tertutup yang lama tidak digunakan. Risiko penularan meningkat pada ruangan dengan ventilasi buruk yang terkontaminasi kotoran tikus.

Untuk mencegah infeksi hantavirus, masyarakat disarankan menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus ke dalam rumah, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, serta menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi. Area tersebut sebaiknya disemprot disinfektan terlebih dahulu dan tidak langsung disapu agar partikel debu tidak beterbangan di udara.

“Penguatan surveilans, pengendalian tikus, edukasi masyarakat, serta pendekatan One Health menjadi langkah penting dalam mencegah munculnya penyakit zoonosis seperti hantavirus. Yang terpenting, masyarakat tetap tenang, waspada, dan memahami langkah pencegahan yang benar,” pungkas Arief Mulyono.

 

Tags: BRINgejala hantavirushantavirusobat hantavirus

Related Posts

bak emas,hilirisasi emas, bank emas ciptakan lapangan kerja,harga patokan ekspor,harga referensi ekspor

Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode I Oktober 2026

Editor
1 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) komoditas emas untuk periode pertama Oktober...

Mencegah flu menular gunakan masker.(Foto: Humas Kemenkes)

Flu Ringan Cuma Perlu Istirahat, Tak Perlu Antivirus

Editor
30 September 2026

JAKARTA - Flu ringan umumnya tidak memerlukan penanganan medis yang kompleks. Sebagian besar kasus influenza dapat sembuh dengan sendirinya (self-limiting...

Direktur Pengawasan Haji Khusus dan Umrah pada Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Ahmad Abdullah.(Foto: Humas Kemenhaj)

Kasus Kriminal Terkait Perjalanan Ibadah Melonjak Tajam

Editor
30 September 2026

JAKARTA - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring tingginya antusiasme masyarakat berangkat ke...

meringankan sakit flu batuk,hmpv,virus

Kasus Influenza Naik, Warga Jangan Panic Buying Oseltamivir

Editor
29 September 2026

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian panik (panic buying) obat antivirus Oseltamivir maupun mengonsumsinya tanpa...

Ekspos Kampung Wisata Kreatif.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

8 Kampung Wisata Kreatif Kota Bandung, Dimana Saja?

Editor
28 September 2026

BANDUNG - Kota Bandung memperkuat pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal melalui Kampung Wisata Kreatif (KWK). Sebanyak delapan KWK di...

Monoplay ‘Kalau Bukan Aku’ yang digelar di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (25/9/2026).(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif)

Monoplay ‘Kalau Bukan Aku’ Angkat Isu Sosial Lewat Seni Pertunjukan

Editor
27 September 2026

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi monoplay ‘Kalau Bukan Aku’ yang dibawakan aktris,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.