Pariwisata Ramah Muslim bukanlah upaya mengubah karakter destinasi, melainkan menghadirkan layanan tambahan (extended services) berupa amenitas yang mampu memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim.
BANDUNG – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Program Inovasi untuk Pengembangan Pariwisata Ramah Muslim di Jawa Barat. Kegiatan ini dipimpin oleh Kadisparbud Jabar Iendra Sofyan didampingi Kepala Bidang Industri Pariwisata Rispiaga di Ruang Rapat Kantor Disparbud Jabar, Rabu 29 April 2026.
Rakor ini berfokus pada penguatan sinergi pentahelix sebagai kunci utama dalam penerapan Pariwisata Ramah Muslim di Jawa Barat. Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media dinilai menjadi fondasi penting untuk menciptakan ekosistem pariwisata ramah muslim yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dalam arahannya, Kadisparbud Jabar menegaskan bahwa Pariwisata Ramah Muslim bukanlah upaya mengubah karakter destinasi, melainkan menghadirkan layanan tambahan (extended services) berupa amenitas yang mampu memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim.
“Penguatan sinergi pentahelix menjadi kunci. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan agar implementasi pariwisata ramah muslim dapat berjalan optimal di seluruh daerah,” ujar Kadisparbud dikutip dari laman Disparbud.
Jawa Barat sendiri memiliki modal kuat dalam pengembangan Pariwisata Ramah Muslim. Dengan populasi Muslim mencapai 97% dari total penduduk, serta didukung oleh 1.250.982 produk bersertifikat halal (data BPJH 2025), 329 restoran bersertifikat halal, serta 20 hotel premium dengan fasilitas dapur tersertifikasi halal, Jawa Barat menunjukkan kesiapan ekosistem yang semakin matang. Selain itu, lebih dari 300.000 kunjungan wisatawan Muslim mancanegara tercatat sepanjang tahun 2024.
Komitmen tersebut juga tercermin dari capaian Jawa Barat yang berhasil meraih peringkat pertama dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 sebagai indikator keberhasilan dalam menghadirkan layanan wisata ramah muslim berstandar global. Selain itu, sebagai langkah konkret penguatan ekosistem Pariwisata Ramah Muslim, Pemprov Jabar kembali akan menyelenggarakan Smiling West Java Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) Award 2026. Ajang ini menjadi instrumen strategis untuk mendorong implementasi Pariwisata Ramah Muslim secara merata di 27 kabupaten/kota, sekaligus memperkuat kolaborasi antar unsur pentahelix.
Melalui penguatan sinergi pentahelix, Jawa Barat diharapkan mampu mempercepat implementasi pariwisata ramah muslim yang terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan di tingkat nasional maupun global.







