• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 11 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Industri Wastra Indonesia Dinilai Mampu Menjawab Tren Fesyen Berkelanjutan

Editor
Selasa, 22 April 2025 - 08:17
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita.(Foto: Humas Kemenperin)

BANDUNG – Industri wastra Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan semakin diminati oleh konsumen lokal maupun internasional. Produk-produk wastra Nusantara seperti batik, tenun, dan songket dianggap mampu merespons meningkatnya permintaan akan fesyen berkelanjutan di tengah maraknya tren fast fashion yang berdampak negatif terhadap lingkungan.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, menyatakan bahwa wastra Nusantara hadir bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai solusi terhadap tantangan lingkungan yang dihadapi industri fesyen saat ini.

RelatedPosts

Konsumsi Jemaah Haji, Bagaimana Dijalankan?

Harga Emas Senin 11/5/2026 Antam Rp 2.819.000 Per Gram

Kerjasama Industri Strategis Indonesia dan Rusia Makin Kuat

“Proses pembuatan wastra yang kaya nilai kearifan lokal, menggunakan bahan alami, serta sarat makna filosofis, menjadikan wastra sejalan dengan konsep slow fashion yang menekankan kualitas, keberlanjutan, dan keadilan,” ujar Reni dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (21/4).

Sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan penerapan prinsip keberlanjutan di kalangan pelaku industri wastra, Ditjen IKMA Kemenperin bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menyelenggarakan webinar bertajuk “Cinta Wastra Nusantara: Peran IKM Wastra dalam Fesyen Berkelanjutan” pada 16 April 2025. Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju HUT ke-45 Dekranas.

Reni menambahkan, kesadaran konsumen global terhadap pentingnya perubahan gaya hidup yang mendukung keberlanjutan lingkungan mendorong pergeseran tren ke arah slow fashion. Sebaliknya, tren fast fashion yang didorong oleh gaya hidup cepat, akses digital, dan pasar daring menghasilkan kebiasaan konsumsi pakaian massal yang tidak ramah lingkungan dan memicu peningkatan limbah tekstil.

“Industri fesyen kini dituntut untuk lebih bertanggung jawab secara ekologis dan etis, tidak hanya menarik dari sisi visual,” tegasnya.

Senada dengan Reni, Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menjelaskan bahwa slow fashion menawarkan pendekatan yang lebih etis dalam industri fesyen dengan menitikberatkan pada kualitas, proses produksi yang lebih lambat dan terencana, serta pelestarian lingkungan.

“Konsep ini tidak hanya mengurangi limbah dan konsumsi energi, tetapi juga mendukung hak-hak pekerja di industri mode, termasuk upah yang layak dan kondisi kerja yang adil,” kata Budi.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar dalam mengembangkan konsep slow fashion, salah satunya melalui keberadaan perajin lokal dan pemanfaatan bahan baku alami seperti batik dan tenun. Proses produksi yang memerlukan ketelitian dan waktu lama, menjadikan produk wastra simbol kualitas dan keunikan.

Budi juga menekankan pentingnya pelaku industri wastra untuk menerapkan prinsip ramah lingkungan melalui penggunaan bahan berkelanjutan, pengolahan limbah produksi, serta edukasi kepada konsumen.

Desainer sekaligus Anggota Komisi VII DPR, Samuel Wattimena yang menjadi narasumber pada webinar tersebut, menyampaikan bahwa kampanye fesyen berkelanjutan berbasis wastra Nusantara mampu mendorong penghargaan terhadap produk lokal dan proses pembuatannya.

“Ini memperkuat identitas lokal di kancah mode dunia. Industri wastra juga berkontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekspor, dan mendorong ekonomi daerah,” ujar Samuel.

Ia juga mendorong pemerintah pusat dan daerah, serta Dekranas untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan perajin wastra melalui pelatihan, pengadaan bahan ramah lingkungan, serta akses pemasaran yang lebih luas.

Tags: fashionIndustri Wastra IndonesiakemenperinKementerian Perindustrianwastra

Related Posts

Salah satu menu makanan jamaah haji yang bervariasi setiap waktu.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Konsumsi Jemaah Haji, Bagaimana Dijalankan?

Editor
11 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Konsumsi jemaah haji adalah urusan besar dan krusial. Bagaimana pemerintah menerapkan manajemen konsumsinya? Kementerian Haji dan Umrah...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Senin 11/5/2026 Antam Rp 2.819.000 Per Gram

Editor
11 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Senin 11/5/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.819.000 per gram...

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia Alexey Vladimirovich Gruzdev.Kerjasama industri strategis Indonesia dan Rusia makin kuat seiring dengan hubungan diplomatik yang terjalin erat antara Indonesia dan Rusia.(Foto: Kemenperin)

Kerjasama Industri Strategis Indonesia dan Rusia Makin Kuat

Editor
11 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Kerjasama industri strategis Indonesia dan Rusia makin kuat seiring dengan hubungan diplomatik yang terjalin erat antara Indonesia...

Tikus kapas, Sigmodon hispidus, adalah salah satu pembawa hantavirus atau virus hanta.(Image: wikipedia)

Kasus Hantavirus: Dirjen WHO Kirim Pesan Menyentuh untuk Warga Tenerife: “Ini Bukan COVID, Ini Adalah Aksi Kemanusiaan”

Editor
11 Mei 2026

SATUJABAR, TENERIFE – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan pesan langsung yang penuh empati kepada...

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha menjelaskan jemaah meninggal.(Foto: Humas Kemenhaj)

Jemaah Haji Meninggal Bertambah Jadi 23 Orang

Editor
11 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Jemaah haji meninggal di musim 2026 ini bertambah menjadi 23 orang per 9 Mei 2026. Hal itu...

Ilustrasi bangkai mobil setelah terlibat kecelakaan(Foto:Istimewa).

Kecelakaan Bus ALS, Korlantas Lakukan Traffic Accident Analysis

Editor
11 Mei 2026

SATUJABAR, MUSI RAWAS UTARA - Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi melalui metode Traffic Accident...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.