• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 15 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Industri Wastra Indonesia Dinilai Mampu Menjawab Tren Fesyen Berkelanjutan

Editor
Selasa, 22 April 2025 - 08:17
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita.(Foto: Humas Kemenperin)

BANDUNG – Industri wastra Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan semakin diminati oleh konsumen lokal maupun internasional. Produk-produk wastra Nusantara seperti batik, tenun, dan songket dianggap mampu merespons meningkatnya permintaan akan fesyen berkelanjutan di tengah maraknya tren fast fashion yang berdampak negatif terhadap lingkungan.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, menyatakan bahwa wastra Nusantara hadir bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai solusi terhadap tantangan lingkungan yang dihadapi industri fesyen saat ini.

RelatedPosts

Harga Patokan Ekspor Emas Periode Kedua Oktober 2026 Turun 3,15 Persen

Trade Expo Indonesia 2026 Resmi Dibuka

TPA Pasir Bajing Garut Kembali Dibuka Usai Kebakaran

“Proses pembuatan wastra yang kaya nilai kearifan lokal, menggunakan bahan alami, serta sarat makna filosofis, menjadikan wastra sejalan dengan konsep slow fashion yang menekankan kualitas, keberlanjutan, dan keadilan,” ujar Reni dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (21/4).

Sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan penerapan prinsip keberlanjutan di kalangan pelaku industri wastra, Ditjen IKMA Kemenperin bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menyelenggarakan webinar bertajuk “Cinta Wastra Nusantara: Peran IKM Wastra dalam Fesyen Berkelanjutan” pada 16 April 2025. Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju HUT ke-45 Dekranas.

Reni menambahkan, kesadaran konsumen global terhadap pentingnya perubahan gaya hidup yang mendukung keberlanjutan lingkungan mendorong pergeseran tren ke arah slow fashion. Sebaliknya, tren fast fashion yang didorong oleh gaya hidup cepat, akses digital, dan pasar daring menghasilkan kebiasaan konsumsi pakaian massal yang tidak ramah lingkungan dan memicu peningkatan limbah tekstil.

“Industri fesyen kini dituntut untuk lebih bertanggung jawab secara ekologis dan etis, tidak hanya menarik dari sisi visual,” tegasnya.

Senada dengan Reni, Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menjelaskan bahwa slow fashion menawarkan pendekatan yang lebih etis dalam industri fesyen dengan menitikberatkan pada kualitas, proses produksi yang lebih lambat dan terencana, serta pelestarian lingkungan.

“Konsep ini tidak hanya mengurangi limbah dan konsumsi energi, tetapi juga mendukung hak-hak pekerja di industri mode, termasuk upah yang layak dan kondisi kerja yang adil,” kata Budi.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar dalam mengembangkan konsep slow fashion, salah satunya melalui keberadaan perajin lokal dan pemanfaatan bahan baku alami seperti batik dan tenun. Proses produksi yang memerlukan ketelitian dan waktu lama, menjadikan produk wastra simbol kualitas dan keunikan.

Budi juga menekankan pentingnya pelaku industri wastra untuk menerapkan prinsip ramah lingkungan melalui penggunaan bahan berkelanjutan, pengolahan limbah produksi, serta edukasi kepada konsumen.

Desainer sekaligus Anggota Komisi VII DPR, Samuel Wattimena yang menjadi narasumber pada webinar tersebut, menyampaikan bahwa kampanye fesyen berkelanjutan berbasis wastra Nusantara mampu mendorong penghargaan terhadap produk lokal dan proses pembuatannya.

“Ini memperkuat identitas lokal di kancah mode dunia. Industri wastra juga berkontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekspor, dan mendorong ekonomi daerah,” ujar Samuel.

Ia juga mendorong pemerintah pusat dan daerah, serta Dekranas untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan perajin wastra melalui pelatihan, pengadaan bahan ramah lingkungan, serta akses pemasaran yang lebih luas.

Tags: fashionIndustri Wastra IndonesiakemenperinKementerian Perindustrianwastra

Related Posts

bak emas,hilirisasi emas, bank emas ciptakan lapangan kerja,harga patokan ekspor,harga referensi ekspor

Harga Patokan Ekspor Emas Periode Kedua Oktober 2026 Turun 3,15 Persen

Editor
15 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) komoditas emas untuk periode kedua Oktober...

Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia secara resmi membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, (14 Okt).(Foto: Kemendag)

Trade Expo Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Editor
15 Oktober 2026

TANGERANG - Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi...

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin.(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/Diskominfo Kabupaten Garut)

TPA Pasir Bajing Garut Kembali Dibuka Usai Kebakaran

Editor
15 Oktober 2026

GARUT - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memastikan penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing hampir sepenuhnya tuntas....

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menghadiri Grand Opening Bogor Great Mall di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (14/10/2026).(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Grand Opening Bogor Great Mall Dorong Kinerja Investasi Kota Bogor

Editor
15 Oktober 2026

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkomitmen mendukung iklim investasi yang kondusif bagi para pengusaha yang ingin menanamkan modalnya di...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dan pimpinan DPRD Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

DPRD Kota Bandung Sahkan Perda Bank Perekonomian Rakyat

Editor
15 Oktober 2026

BANDUNG - DPRD Kota Bandung Raperda tentang Perusahaan Perseroan Daerah Bank Perekonomian Rakyat Kota Bandung menjadi Peraturan Daerah (Perda). Hal...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Kamis 15/10/2026 Antam Rp 2.561.000 Per Gram

Editor
15 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Kamis 15/10/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.561.000 per gram...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.