• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 6 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

IKM Didorong Masuk Ekosistem Kendaraan Listrik

Editor
Selasa, 18 Agustus 2026 - 02:03
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, kinerja industri pengolahan nonmigas (IPNM) menunjukkan performa yang impresif pada triwulan II tahun 2026.(Foto: Dok. Humas Kemenperin)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, kinerja industri pengolahan nonmigas (IPNM) menunjukkan performa yang impresif pada triwulan II tahun 2026.(Foto: Dok. Humas Kemenperin)

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Perindustrian terus memperkuat keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) dalam pengembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), khususnya kendaraan listrik roda dua. Langkah strategis tersebut diarahkan agar transformasi menuju kendaraan listrik tidak hanya memperluas pasar produk jadi, tetapi juga mampu menumbuhkan industri komponen nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta menciptakan lapangan kerja.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pengembangan industri kendaraan listrik harus memberikan efek berganda yang luas bagi struktur industri nasional, termasuk membuka kesempatan bagi IKM untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri besar. Oleh karena itu, pembinaan IKM tidak cukup hanya meningkatkan kemampuan produksi, tetapi harus diarahkan hingga pelaku IKM mampu memenuhi kualifikasi sebagai pemasok industri.

RelatedPosts

Warga Husein Kota Bandung Kenalkan Batik Ciprat

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong UMKM

UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal

“Target kami bukan sekadar semakin banyak IKM yang mendapatkan pembinaan, tetapi juga memenuhi persyaratan industri, karena IKM harus mampu memenuhi kualifikasi sebagai pemasok, masuk ke dalam rantai pasok, dan pada akhirnya memperoleh pesanan secara berkelanjutan,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/8).

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil nyata. Dua IKM binaan Kemenperin, yakni PT Kannindo Metal Industri dan PT Multikon Rekatama Industri, berhasil menjadi bagian dari ekosistem pendukung motor listrik nasional (Molinas) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 13 Agustus 2026 di Cikarang.

Kedua IKM tersebut telah mampu memproduksi komponen box baterai dan bracket baterai untuk Molinas Alva yang berada di bawah PT Electra Mobilitas Indonesia. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa IKM nasional memiliki peluang besar untuk mengambil peran lebih luas dalam rantai pasok kendaraan listrik apabila didukung peningkatan kemampuan teknologi, kualitas, produktivitas, dan akses pasar.

Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) telah menjalankan berbagai program pengembangan IKM komponen alat angkut, mulai dari identifikasi IKM potensial, peningkatan kapabilitas teknologi dan kualitas, pengembangan prototipe, pengujian dan sertifikasi, hingga mengintegrasikan IKM ke dalam rantai pasok industri kendaraan listrik.

Menperin menjelaskan, pengembangan IKM dalam ekosistem kendaraan listrik dilakukan menggunakan pendekatan supplier development, dengan kebutuhan industri besar dan original equipment manufacturer (OEM) menjadi titik awal pembinaan.

Melalui pendekatan tersebut, kemampuan IKM lokal dipetakan dan dicocokkan dengan kebutuhan komponen industri kendaraan listrik. IKM yang dinilai potensial selanjutnya menjalani asesmen kesiapan pemasok untuk mengetahui kesenjangan kemampuan yang masih perlu diperbaiki.

“Asesmen tersebut mencakup berbagai aspek, antara lain teknologi, kualitas, kapasitas produksi, engineering, sertifikasi, produktivitas, biaya, hingga ketepatan pengiriman. Dengan demikian, intervensi pembinaan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran,” ujar Agus.

Menurut Menperin, pola pembinaan berbasis kebutuhan industri menjadi penting agar program peningkatan kemampuan IKM memiliki orientasi pasar yang jelas.

“Pembinaan IKM harus dimulai dari kebutuhan pasar. OEM dan Tier-1 menyampaikan kebutuhan serta standar yang harus dipenuhi, kemudian pemerintah melakukan pembinaan agar IKM mampu menutup kesenjangan tersebut melalui penguatan teknologi, SDM, kualitas produk, standardisasi, serta akses pengujian,” jelasnya.

Perluas Lokalisasi Komponen

Kemenperin juga terus memacu peningkatan kemampuan IKM agar dapat berpartisipasi secara bertahap dalam rantai pasok kendaraan listrik dengan mempertimbangkan tingkat kesiapan teknologi dan kompleksitas komponen.

Pada tahap awal, peluang keterlibatan IKM dapat diarahkan pada komponen yang teknologi produksinya relatif telah dikuasai, antara lain komponen berbasis logam, plastik, karet, jok, bracket, housing, sheet metal, fastener, wiring harness, serta berbagai komponen pendukung kendaraan listrik lainnya.

Sementara itu, IKM yang telah memiliki kemampuan engineering dan manufaktur lebih tinggi dapat dikembangkan untuk menghasilkan komponen dengan nilai tambah yang lebih besar, seperti battery housing, motor housing, precision machining, komponen kelistrikan, hingga komponen pendukung battery pack dan power electronics.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan, salah satu instrumen penting untuk mempercepat masuknya IKM ke rantai pasok adalah penguatan kemitraan antara IKM dengan industri besar, OEM, dan Tier-1.

Selain itu, Kemenperin juga menyelenggarakan business matching yang tidak sekadar mempertemukan IKM dengan industri besar, tetapi juga dilengkapi forum penyampaian spesifikasi komponen, supplier assessment, pengembangan prototipe, pengujian, hingga proses kualifikasi pemasok.

“Orientasi akhirnya adalah terciptanya komitmen pembelian. Karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah IKM yang mengikuti business matching, tetapi berapa banyak yang berhasil menjadi qualified supplier dan mendapatkan pesanan industri secara berkelanjutan,” ungkap Reni.

Kemenperin ingin memastikan IKM tidak hanya menjadi penerima manfaat dari pertumbuhan industri kendaraan listrik, tetapi turut menjadi bagian dari mesin pertumbuhan sektor tersebut. “IKM harus menjadi bagian dari rantai pasok, menciptakan nilai tambah, meningkatkan produktivitas, dan pada waktunya mampu bersaing di pasar global,” tegas Reni.

Ditjen IKMA melalui Direktorat IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut (LMEA) juga telah menjalankan berbagai program pada 2026, termasuk pemetaan kebutuhan komponen dari agen pemegang merek (APM), pemetaan kemampuan IKM dalam memproduksi komponen kendaraan listrik, business matching, serta pelatihan perakitan dan servis kendaraan listrik roda dua dan kendaraan listrik multiguna roda tiga.

Plt. Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Budi Setiawan menyampaikan, program tersebut antara lain menggandeng salah satu APM motor listrik nasional roda dua dan dua APM mobil listrik guna mempercepat integrasi IKM komponen otomotif ke dalam ekosistem KBLBB.

Tags: IKMkendaraan listrik

Related Posts

Batik Ciprat yang dikembangkan warga RW 07, Kelurahan Husein Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Warga Husein Kota Bandung Kenalkan Batik Ciprat

Editor
5 Oktober 2026

Semangat melestarikan batik mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus tumbuh di tingkat kewilayahan. Salah satunya melalui Batik Ciprat yang dikembangkan warga...

UMKM hadir di Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 yang digelar Pemkab Bogor dan APPSI di Lapangan Panahan Gelora Pakansari, Cibinong, Sabtu (3/10).(Foto: Diskominfo Kab. Bogor)

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong UMKM

Editor
4 Oktober 2026

CIBINONG – Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Asosiasi Peternak dan Penggemar Sapi Indonesia (APPSI) dalam penyelenggaraan Kontes Sapi APPSI Piala...

Sosialisasi sertifikasi halal.(Foto: Humas Kemendag)

UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal

Editor
30 September 2026

TANGERANG SELATAN - Kementerian Perdagangan terus memacu kesiapan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dalam mempersiapkan diri menghadapi implementasi kewajiban...

Ajang FIFA ASEAN CUP 2026 ternyata memberi dampak ekonomi untuk masyarakat. Salah satunya bagi para pelaku UMKM di daerah Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Jawa Barat. (foto:Herry/kemenpora.go.id)

FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM

Editor
30 September 2026

SOREANG - Ajang FIFA ASEAN CUP 2026 ternyata memberi dampak ekonomi untuk masyarakat. Salah satunya bagi para pelaku Usaha Mikro,...

Safari Perhutanan Sosial pada 26–27 September 2026 di Kabupaten Malang dan Pasuruan.(Foto: Humas Kemenhut)

Kemenhut Dorong Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Berbasis Agroforestri dan Ekowisata di Jawa Timur

Editor
29 September 2026

MALANG - Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial (PUPS) bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur melaksanakan Safari Perhutanan...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir berbicara dengan petani di Cibubut.(Foto: Diskominfo Pemkab Sumedang)

Bupati Sumedang Sambangi Petani Labu Siam Beromzet Jutaan Rupiah

Editor
29 September 2026

BANDUNG - Sektor pertanian menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Dusun Cibubut, Desa Jayamekar, Kecamatan Cibugel. Salah satunya melalui...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.