• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 16 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

IKM Bambu Didorong Bernilai Tambah & Serap Tenaga Kerja

Editor
Rabu, 13 Mei 2026 - 12:31
Perajin bongsang bambu di Sumedang (sumedangkab.go.id)

Perajin bongsang bambu di Sumedang (sumedangkab.go.id)

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Perindustrian terus memperkuat pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan berbasis potensi daerah sebagai upaya meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja. Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA), Kemenperin mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku lokal yang ramah lingkungan untuk menghasilkan produk kerajinan yang memiliki daya saing tinggi di pasar domestik maupun ekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan budaya yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk kerajinan unggulan bernilai ekonomi tinggi. Menurutnya, penguatan sektor kerajinan tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendukung industri berkelanjutan.

RelatedPosts

Perajin Tahu Tempe Tertekan Harga Kedelai, Farhan: Lebih Efisien

Kemenperin Buka Jalan IKM Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik

PPh Final 0,5 Persen Resmi Berlaku, Omzet hingga 500 Juta Tetap Bebas Pajak

“IKM kerajinan Indonesia banyak memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah seperti kayu, rotan, dan bambu. Bahan baku lokal yang diolah menjadi produk kerajinan khas ini tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga sarat dengan cerita budaya serta memiliki nilai ekonomi yang besar apabila dikembangkan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 13 Mei 2026.

 

Ekonomi Kerakyatan

Menperin mengungkapkan, industri kerajinan menjadi salah satu subsektor penting dalam industri pengolahan nonmigas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, industri kerajinan berkontribusi sebesar 2,10 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.

Selain itu, kinerja ekspor produk kerajinan pada Februari 2026 tercatat meningkat 25,09 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dari USD8,27 juta menjadi USD10,34 juta berdasarkan data Pusdatin Kemenperin.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, menyampaikan, pengembangan sentra IKM menjadi salah satu strategi efektif untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di daerah. Menurutnya, pendekatan berbasis sentra memungkinkan proses pembinaan dilakukan secara lebih terintegrasi dan efisien karena menyasar kelompok pelaku usaha dalam satu ekosistem industri.

“Melalui pembinaan berbasis sentra, struktur ekonomi masyarakat di daerah menjadi lebih kuat. Selain itu, proses pendampingan juga dapat berjalan lebih efektif karena tidak hanya menyentuh individu, tetapi membangun ekosistem usaha yang saling mendukung,” ujar Reni.

Dirjen IKMA menambahkan, sentra IKM kerajinan juga berperan penting dalam menciptakan wirausaha baru serta membuka lapangan kerja yang luas. Oleh karena itu, pengembangan sektor kerajinan dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan industri kreatif nasional.

Salah satu program pengembangan yang dilakukan Ditjen IKMA pada tahun 2026 adalah kegiatan Pendampingan Pengembangan Sentra IKM Kerajinan Berbasis Bambu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, yang berlangsung pada 5–8 Mei 2026. Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-46 Dekranas sekaligus mendukung peningkatan kapasitas, regenerasi perajin, dan daya saing produk kerajinan daerah.

 

IKM kerajinan bambu

Menurut Reni, bambu merupakan salah satu bahan baku yang memiliki prospek besar karena bersifat ramah lingkungan, cepat tumbuh, dan mudah ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kehutanan dan LIPI, Indonesia memiliki 162 jenis bambu dengan luas kebun mencapai 2,4 juta hektare yang mampu menghasilkan lebih dari 11 juta batang bambu setiap tahun.

“Kabupaten Hulu Sungai Selatan memiliki kekayaan bahan baku bambu yang melimpah. Potensi ini harus dioptimalkan menjadi produk bernilai tambah tinggi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Reni menegaskan bahwa pengembangan IKM kerajinan berbasis bambu dapat menjadi solusi untuk menghadirkan produk yang berkualitas sekaligus mendukung industri hijau. Karena itu, Kemenperin juga mengajak pemerintah daerah untuk semakin aktif memanfaatkan potensi bambu di wilayah masing-masing menjadi produk berdaya saing dan berorientasi pasar.

Sementara itu, Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menjelaskan bahwa sebanyak 35 perajin bambu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengikuti pendampingan yang meliputi pelatihan desain produk baru, teknik pengawetan bambu, hingga konsultasi pengemasan modern. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas dan daya tarik produk kerajinan bambu agar semakin diminati konsumen.

“Konsumen saat ini tidak hanya mempertimbangkan fungsi produk, tetapi juga memperhatikan desain, estetika, inovasi, dan kemasan yang ramah lingkungan. Karena itu, perajin harus terus kreatif dan mampu membaca tren pasar,” tutur Budi.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Ditjen IKMA Kemenperin bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Dekranasda Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan perajin lokal dalam menghasilkan produk yang lebih modern, inovatif, dan sesuai kebutuhan pasar.

Selain pengembangan produk kerajinan bambu, hasil diversifikasi produk dari kegiatan pendampingan juga direncanakan dikolaborasikan dengan IKM dodol khas daerah, khususnya untuk pengembangan desain kemasan dan pengemasan produk agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Sebagai tindak lanjut, produk hasil pendampingan juga akan mendapatkan dukungan promosi melalui pusat oleh-oleh dan berbagai kanal pemasaran lainnya. Produk-produk tersebut direncanakan turut dipamerkan pada Pameran HUT Dekranas di Makassar dan Pameran Kriyanusa agar semakin dikenal masyarakat luas.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para perajin bambu Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat tumbuh menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan industri kerajinan bambu yang sehat, maju, dan mandiri,” tutup Budi.

Tags: Bambuikm bambuindustri bambukerajinan bambu

Related Posts

Jeni Tahu Populer dari kedelai

Perajin Tahu Tempe Tertekan Harga Kedelai, Farhan: Lebih Efisien

Editor
13 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Perajin tahu dan tempe adalah salah satu klaster UMKM yang terdampak kenaikan harga kedelai. Gejolak harganya menjadi...

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.(Foto: Dok. Kemenperin)

Kemenperin Buka Jalan IKM Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik

Editor
12 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian mengakselerasi pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) nasional melalui peningkatan keterlibatan industri kecil...

Belanja sepatu produk UMKM Kota Bandung.pph FINAL umkm

PPh Final 0,5 Persen Resmi Berlaku, Omzet hingga 500 Juta Tetap Bebas Pajak

Editor
11 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final UMKM sebesar 0,5...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengunjungi perusahaan Agung Sari Utama di Bantargebang, Kota Bekasi, Kamis (11/6/2026). (Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Genjot Kinerja UMKM, Bupati Sumedang Gandeng Agung Sari Utama

Editor
11 Juni 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Untuk memperkuat jejaring UMKM Sumedang, Pemkab SUmedang dipimpin Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengunjungi perusahaan Agung Sari...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berbincang dengan pelaku UMKM di acara Bulan Belanja Bandung di Mal Paris Van Java.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bulan Belanja Bandung 2026: Pasar Kreatif Jadi Motor Penggerak UMKM

Editor
9 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Bulan Belanja Bandung (BBB) 2026 resmi dimulai dengan pembukaan Pasar Kreatif Bandung di Paris Van Java Mall,...

Batik Indonesia

Industri Batik: Kemenperin dan YBI Perkuat Daya Saing IKM

Editor
8 Juni 2026

Industri batik konsisten mencatatkan kinerja positif. Nilai ekspor batik tahun 2025 mencapai US$30,62 juta atau tumbuh 13,03 persen dibandingkan tahun...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.