• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 2 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

IKM Bambu Didorong Bernilai Tambah & Serap Tenaga Kerja

Editor
Rabu, 13 Mei 2026 - 12:31
Wadah Plastik Bisa Digantikan Bongsang Bambu

Perajin bongsang bambu di Sumedang (sumedangkab.go.id)

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Perindustrian terus memperkuat pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan berbasis potensi daerah sebagai upaya meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja. Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA), Kemenperin mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku lokal yang ramah lingkungan untuk menghasilkan produk kerajinan yang memiliki daya saing tinggi di pasar domestik maupun ekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan budaya yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk kerajinan unggulan bernilai ekonomi tinggi. Menurutnya, penguatan sektor kerajinan tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendukung industri berkelanjutan.

RelatedPosts

UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal

FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM

Kemenhut Dorong Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Berbasis Agroforestri dan Ekowisata di Jawa Timur

“IKM kerajinan Indonesia banyak memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah seperti kayu, rotan, dan bambu. Bahan baku lokal yang diolah menjadi produk kerajinan khas ini tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga sarat dengan cerita budaya serta memiliki nilai ekonomi yang besar apabila dikembangkan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 13 Mei 2026.

 

Ekonomi Kerakyatan

Menperin mengungkapkan, industri kerajinan menjadi salah satu subsektor penting dalam industri pengolahan nonmigas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, industri kerajinan berkontribusi sebesar 2,10 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.

Selain itu, kinerja ekspor produk kerajinan pada Februari 2026 tercatat meningkat 25,09 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dari USD8,27 juta menjadi USD10,34 juta berdasarkan data Pusdatin Kemenperin.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, menyampaikan, pengembangan sentra IKM menjadi salah satu strategi efektif untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di daerah. Menurutnya, pendekatan berbasis sentra memungkinkan proses pembinaan dilakukan secara lebih terintegrasi dan efisien karena menyasar kelompok pelaku usaha dalam satu ekosistem industri.

“Melalui pembinaan berbasis sentra, struktur ekonomi masyarakat di daerah menjadi lebih kuat. Selain itu, proses pendampingan juga dapat berjalan lebih efektif karena tidak hanya menyentuh individu, tetapi membangun ekosistem usaha yang saling mendukung,” ujar Reni.

Dirjen IKMA menambahkan, sentra IKM kerajinan juga berperan penting dalam menciptakan wirausaha baru serta membuka lapangan kerja yang luas. Oleh karena itu, pengembangan sektor kerajinan dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan industri kreatif nasional.

Salah satu program pengembangan yang dilakukan Ditjen IKMA pada tahun 2026 adalah kegiatan Pendampingan Pengembangan Sentra IKM Kerajinan Berbasis Bambu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, yang berlangsung pada 5–8 Mei 2026. Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-46 Dekranas sekaligus mendukung peningkatan kapasitas, regenerasi perajin, dan daya saing produk kerajinan daerah.

 

IKM kerajinan bambu

Menurut Reni, bambu merupakan salah satu bahan baku yang memiliki prospek besar karena bersifat ramah lingkungan, cepat tumbuh, dan mudah ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kehutanan dan LIPI, Indonesia memiliki 162 jenis bambu dengan luas kebun mencapai 2,4 juta hektare yang mampu menghasilkan lebih dari 11 juta batang bambu setiap tahun.

“Kabupaten Hulu Sungai Selatan memiliki kekayaan bahan baku bambu yang melimpah. Potensi ini harus dioptimalkan menjadi produk bernilai tambah tinggi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Reni menegaskan bahwa pengembangan IKM kerajinan berbasis bambu dapat menjadi solusi untuk menghadirkan produk yang berkualitas sekaligus mendukung industri hijau. Karena itu, Kemenperin juga mengajak pemerintah daerah untuk semakin aktif memanfaatkan potensi bambu di wilayah masing-masing menjadi produk berdaya saing dan berorientasi pasar.

Sementara itu, Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menjelaskan bahwa sebanyak 35 perajin bambu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengikuti pendampingan yang meliputi pelatihan desain produk baru, teknik pengawetan bambu, hingga konsultasi pengemasan modern. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas dan daya tarik produk kerajinan bambu agar semakin diminati konsumen.

“Konsumen saat ini tidak hanya mempertimbangkan fungsi produk, tetapi juga memperhatikan desain, estetika, inovasi, dan kemasan yang ramah lingkungan. Karena itu, perajin harus terus kreatif dan mampu membaca tren pasar,” tutur Budi.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Ditjen IKMA Kemenperin bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Dekranasda Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan perajin lokal dalam menghasilkan produk yang lebih modern, inovatif, dan sesuai kebutuhan pasar.

Selain pengembangan produk kerajinan bambu, hasil diversifikasi produk dari kegiatan pendampingan juga direncanakan dikolaborasikan dengan IKM dodol khas daerah, khususnya untuk pengembangan desain kemasan dan pengemasan produk agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Sebagai tindak lanjut, produk hasil pendampingan juga akan mendapatkan dukungan promosi melalui pusat oleh-oleh dan berbagai kanal pemasaran lainnya. Produk-produk tersebut direncanakan turut dipamerkan pada Pameran HUT Dekranas di Makassar dan Pameran Kriyanusa agar semakin dikenal masyarakat luas.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para perajin bambu Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat tumbuh menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan industri kerajinan bambu yang sehat, maju, dan mandiri,” tutup Budi.

Tags: Bambuikm bambuindustri bambukerajinan bambu

Related Posts

Sosialisasi sertifikasi halal.(Foto: Humas Kemendag)

UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal

Editor
30 September 2026

TANGERANG SELATAN - Kementerian Perdagangan terus memacu kesiapan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dalam mempersiapkan diri menghadapi implementasi kewajiban...

Ajang FIFA ASEAN CUP 2026 ternyata memberi dampak ekonomi untuk masyarakat. Salah satunya bagi para pelaku UMKM di daerah Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Jawa Barat. (foto:Herry/kemenpora.go.id)

FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM

Editor
30 September 2026

SOREANG - Ajang FIFA ASEAN CUP 2026 ternyata memberi dampak ekonomi untuk masyarakat. Salah satunya bagi para pelaku Usaha Mikro,...

Safari Perhutanan Sosial pada 26–27 September 2026 di Kabupaten Malang dan Pasuruan.(Foto: Humas Kemenhut)

Kemenhut Dorong Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Berbasis Agroforestri dan Ekowisata di Jawa Timur

Editor
29 September 2026

MALANG - Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial (PUPS) bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur melaksanakan Safari Perhutanan...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir berbicara dengan petani di Cibubut.(Foto: Diskominfo Pemkab Sumedang)

Bupati Sumedang Sambangi Petani Labu Siam Beromzet Jutaan Rupiah

Editor
29 September 2026

BANDUNG - Sektor pertanian menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Dusun Cibubut, Desa Jayamekar, Kecamatan Cibugel. Salah satunya melalui...

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf bersama jajaran di UMKM Expo di Madiun.(Foto: Humas Kemenhaj)

UMKM Expo di Madiun Catat Transaksi Rp5,7 Miliar, MoU Ekspor ke Arab Saudi

Editor
28 September 2026

MADIUN - Penyelenggaraan Expo UMKM dan Ekosistem Haji & Umrah tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Madiun menuai kesuksesan besar...

Ketua Dekranasda Kab. Bogor Eva Rudy Susmanto didampingi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) dan jajaran.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

UMKM Kabupaten Bogor Didorong Naik Kelas

Editor
27 September 2026

JAKARTA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bogor, Ny. Eva Rudy Susmanto, mendorong pelaku UMKM Kabupaten Bogor untuk...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.