• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 15 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Titik Panas Nampak Turun, Kemenhut Tetap Siaga

Editor
Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:31
Titik panas atau hotspot di sejumlah provinsi menurut Data terbaru SiPongi Kementerian Kehutanan menunjukkan adanya penurunan.(Foto: Humas Kemenhut)

Titik panas di sejumlah provinsi menurut Data terbaru SiPongi Kementerian Kehutanan menunjukkan adanya penurunan.(Foto: Humas Kemenhut)

JAKARTA – Titik panas di sejumlah provinsi menurut Data terbaru SiPongi Kementerian Kehutanan menunjukkan adanya penurunan.

Penurunan hotspot itu terjadin di beberapa Provinsi seperti Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi. Kementerian Kehutanan tetap dalam posisi siaga penuh dan terus memperkuat pengendalian Karhutla di enam Provinsi prioritas.

RelatedPosts

TPA Pasir Bajing Garut Kembali Dibuka Usai Kebakaran

Grand Opening Bogor Great Mall Dorong Kinerja Investasi Kota Bogor

DPRD Kota Bandung Sahkan Perda Bank Perekonomian Rakyat

Melalui keterangan resminya, berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan menggunakan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, pada 28 Agustus 2026 terpantau 18.065 hotspot secara nasional, meningkat dibandingkan 14.788 hotspot pada 27 Agustus 2026. Namun demikian hotspot di beberapa provinsi mulai menurun. Kemenhut tetap dalam posisi siaga penuh dengan penguatan patroli, groundcheck, pemadaman, penyekatan, mopping up, pendinginan, serta dukungan operasi udara.

Pada 28 Agustus 2026, peningkatan hotspot terutama terpantau di Kalimantan Tengah, dari 5.041 menjadi 7.703 titik; Kalimantan Barat, dari 2.165 menjadi 3.384 titik; dan Kalimantan Selatan, dari 899 menjadi 1.354 titik. Kondisi tersebut menjadi dasar penguatan kewaspadaan dan operasi di lapangan.

Sementara itu, Sumatera Selatan mengalami penurunan titik panas atau hotspot dari 1.281 menjadi 1.036 titik. Riau dan Jambi juga berada jauh di bawah jumlah hotspot tertinggi yang tercatat pada 23–24 Agustus. Riau yang sebelumnya mencapai 491 hotspot pada 23 Agustus dan 447 hotspot pada 24 Agustus, tercatat 265 hotspot pada 28 Agustus. Jambi yang sempat mencapai 437 hotspot pada 23 Agustus dan 361 hotspot pada 24 Agustus, tercatat 86 hotspot pada 28 Agustus.

Perkembangan di sejumlah wilayah tersebut menunjukkan hasil dari kerja kolektif dan konsisten antara Manggala Agni Kemenhut, pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, dan masyarakat. Namun, kondisi karhutla tetap dinamis sehingga penurunan hotspot di sebagian wilayah tidak boleh menurunkan kewaspadaan.

Kementerian Kehutanan terus memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bersama tim gabungan di enam provinsi prioritas, menyusul dinamika titik panas (hotspot) dan kondisi jarak pandang di sejumlah wilayah pada 28 Agustus 2026.

Enam provinsi yang menjadi prioritas pengendalian adalah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau. Penentuan prioritas dilakukan berdasarkan perkembangan hotspot, potensi penjalaran api, kondisi bahan bakar, risiko kebakaran gambut, serta dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Operasi di enam provinsi prioritas diarahkan pada lokasi yang berpotensi menyebabkan api meluas, mendekati permukiman, mengganggu fasilitas publik, atau menimbulkan dampak asap. Pada wilayah gambut, pemadaman dan pendinginan dilakukan secara berulang untuk memastikan bara di bawah permukaan tidak kembali menyala.

Selain operasi darat, pemerintah terus menyiagakan dukungan udara untuk kegiatan water bombing dan patroli udara. Operasi Modifikasi Cuaca juga terus diupayakan pada wilayah dan waktu yang memenuhi kondisi meteorologis.

 

Berdasarkan pengamatan BMKG pada 29 Agustus 2026 pagi, jarak pandang di enam ibu kota provinsi prioritas tercatat sebagai berikut:

  • Palangka Raya: 3 kilometer, berasap, pukul 07.00 WIB;
  • Pontianak: 0,8 kilometer, berasap, pukul 06.30 WIB;
  • Banjarmasin: 0,5 kilometer, berasap, pukul 08.00 WITA;
  • Palembang: 6 kilometer, cerah berawan, pukul 07.00 WIB;
  • Jambi: 0,8 kilometer, berasap, pukul 07.00 WIB; dan
  • Pekanbaru: 2,5 kilometer, berasap, pukul 07.00 WIB.

 

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat di wilayah terdampak asap juga diminta memperhatikan informasi resmi mengenai kualitas udara dan jarak pandang serta menyesuaikan aktivitas apabila kondisi lingkungan memburuk.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan berdasarkan penginderaan satelit dan tidak serta-merta menunjukkan satu kejadian kebakaran. Setiap indikasi tetap memerlukan verifikasi melalui groundcheck dan pemantauan kondisi lapangan. Masyarakat yang menemukan asap, titik api, atau indikasi kebakaran diminta segera melapor melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan pada nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.

BACA JUGA: Kemkomdigi: Operator Dilarang Hapus Sisa Kuota Internet!

Tags: hot spotKemenhutTitik panas

Related Posts

TPA Pasir Bajing Garut Kembali Dibuka Usai Kebakaran

Editor
15 Oktober 2026

GARUT - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memastikan penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing hampir sepenuhnya tuntas....

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menghadiri Grand Opening Bogor Great Mall di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (14/10/2026).(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Grand Opening Bogor Great Mall Dorong Kinerja Investasi Kota Bogor

Editor
15 Oktober 2026

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkomitmen mendukung iklim investasi yang kondusif bagi para pengusaha yang ingin menanamkan modalnya di...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dan pimpinan DPRD Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

DPRD Kota Bandung Sahkan Perda Bank Perekonomian Rakyat

Editor
15 Oktober 2026

BANDUNG - DPRD Kota Bandung Raperda tentang Perusahaan Perseroan Daerah Bank Perekonomian Rakyat Kota Bandung menjadi Peraturan Daerah (Perda). Hal...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Kamis 15/10/2026 Antam Rp 2.561.000 Per Gram

Editor
15 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Kamis 15/10/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.561.000 per gram...

Ilustrasi tempat kejadian perkara (TKP).(Foto:Istimewa).

Penemuan Mayat dalam Karung di Cianjur, Diduga Anak Perempuan Berusia 10 Tahun

Editor
14 Oktober 2026

SATUJABAR, CIANJUR--Polisi mengungkap fakta baru terkait penemuan mayat dalam karung di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Mayat yang ditemukan sudah mulai...

Ilustrasi wanita korban kekerasan seksual.(Foto:Istimewa).

Mahasiswi Diduga Dicabuli Oknum Dosen Unpas Bandung, BEM Minta Ditindak Tegas

Editor
14 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Geger dugaan pencabulan kembali terjadi di lingkungan kampus. Seorang mahasiswi dilaporkan diduga dicabuli oknum dosen Universitas Pasundan (Unpas) Bandung,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.