• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 26 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Harimau Terkam Anak di Pelalawan Riau, BKSDA Turun Tangan

Editor
Sabtu, 11 Juli 2026 - 03:54
Tempat kejadian perkara serangan harimau.(Foto: Kemenhut)

Tempat kejadian perkara serangan harimau.(Foto: Kemenhut)

SATUJABAR, PEKANBARU – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menerima laporan dari manajemen PT. Madukoro Lestari Tasik Estate bahwa telah terjadi insiden serangan Satwa liar Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang menyebabkan seorang anak meninggal yang terjadi di areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan Hutan Tanaman Industri (PBPH-HTI) PT. Madukoro Lestari Tasik Estate, Kabupaten Pelalawan pada hari selasa (7 Juli 2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut Kepala Balai Besar KSDA Riau, menurunkan Tim untuk melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan. Tim berkoordinasi dengan manajemen PT. Madukoro Lestari Tasik Estate serta pihak pelaksana lapangan dari CV. Alam Lestari/SDU untuk menyusun rencana observasi lapangan, pengumpulan data, serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

RelatedPosts

3 Wisatawan Hilang Terseret Arus Pantai Karangpapak Garut

Harga Emas Rabu 26/8/2026 Antam Rp 2.750.000 Per Gram

Jalan Regional Ring Road Kota Bogor Dilengkapi Pedestrian

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, melalui keterangan resminya mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh Tim di lapangan, peristiwa terjadi sekitar pukul 04.30 WIB ketika korban JZ (12 tahun), merupakan anak ketiga dari lima bersaudara yang tinggal bersama kedua orang tuanya di camp pekerja tersebut sedang menemani kakaknya mencuci peralatan makan di kamar mandi camp.

Saat kejadian, korban berada di luar kamar mandi, sementara pagar pelindung bagian belakang camp dalam kondisi terbuka akibat mengalami kerusakan. Korban kemudian ditemukan sekitar 10 meter di belakang camp dengan luka pada bagian leher kiri dan kanan.

Lokasi kejadian berada di camp pekerja PBPH-HTI PT. Madukoro Lestari yang berjarak sekitar 5,3 kilometer dari kawasan Taman Nasional Zamrud dan sekitar 5,7 kilometer dari kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER). Serta secara administratif berada di wilayah Desa Sungai Ara dan Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.

 

Pantau Harimau Pakai Drone & Mitigasi

Tim selanjutnya melakukan identifikasi tanda keberadaan Harimau Sumatera di sekitar camp pekerja. Jejak yang ditemukan memiliki ukuran panjang sekitar 16 sentimeter dan lebar 15 sentimeter, dengan jarak langkah terjauh antara kaki depan dan belakang sekitar 120 sentimeter. Untuk pemantauan lanjutan Tim melakukan pemasangan Camera trap disekitar lokasi kejadian.

Hingga pukul 18.00 WIB tim masih menerima laporan adanya kemunculan Harimau Sumatera di sekitar lokasi kejadian, BBKSDA Riau bersama tim gabungan melakukan mitigasi lanjutan dengan melakukan patroli malam dengan pemantauan menggunakan drone thermal.

Upaya ini dilakukan untuk memantau pergerakan satwa, memastikan keselamatan masyarakat dan pekerja, serta menentukan tindakan penanganan yang tepat berdasarkan kondisi di lapangan.

Dari hasil drone thermal terlihat Harimau Sumatera masih berada disekitar lokasi kejadian. Berdasarkan analisis Tim lapangan Harimau sumatera masih berada dilokasi kejadian diduga dipicu adanya satwa mangsa yang dipelihara di dalam camp pekerja. Untuk menghindari kejadian serupa Petugas dan Manajemen PT Madukoro Lestari melakukan penyitaan terhadap satwa mangsa tersebut.

BBKSDA Riau mengimbau seluruh masyarakat, pekerja, dan perusahaan yang beraktivitas di sekitar kawasan habitat Harimau Sumatera agar meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas seorang diri terutama pada malam hingga dini hari, memastikan sistem pengamanan camp dalam kondisi baik, serta segera melaporkan kepada petugas apabila mengetahui keberadaan satwa liar di sekitar lokasi. BBKSDA Riau akan terus melakukan upaya penanganan secara terukur bersama pihak terkait, dengan tetap mengedepankan keselamatan manusia serta pelestarian Harimau Sumatera sebagai satwa yang dilindungi.

Tags: Harimau serang anak

Related Posts

Personel Satpolairud Polres Garut bersama Polsek Cikelet dan Tim SAR gabungan melakukan pencarian 3 wisatawan hilang di Pantai Karangpapak, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.(Foto: Istimewa/Polda Jabar)

3 Wisatawan Hilang Terseret Arus Pantai Karangpapak Garut

Editor
26 Agustus 2026

SATUJABAR, GARUT--Tiga orang wisatawan dilaporkan hilang setelah terseret arus Pantai Karangpapak, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ketiga korban terseret arus pantai...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Rabu 26/8/2026 Antam Rp 2.750.000 Per Gram

Editor
26 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Rabu 25/8/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.750.000 per gram...

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meninjau penyelesaian Jalan Regional Ring Road.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Jalan Regional Ring Road Kota Bogor Dilengkapi Pedestrian

Editor
26 Agustus 2026

BOGOR - Jalan Regional Ring Road (R3) yang menghubungkan Kecamatan Bogor Barat, Bogor Utara, dan Tanah Sareal dengan Kecamatan Bogor...

Ilustrasi kebakaran hutan.(Foto:Istimewa).

Karhutla: 20 Hektar Pegunungan Datarhuni Sukabumi Hangus

Editor
26 Agustus 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sedikitnya 20 hektar kawasan Pegunungan Datarhuni, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kebakaran membakar ladang...

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Program PLTS 100 GWp melalui peluncuran dan groundbreaking di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8).(Foto: Dok. ESDM)

PLTS 100 GWp Dorong Kemandirian Energi Nasional

Editor
26 Agustus 2026

JEMBRANA, BALI -- PLTS 100 GWp membawa energi surya ke berbagai skala kebutuhan. Diluncurkan dari Gilimanuk, Bali, program ini menjadi...

Menkomdigi Meutya Hafid memberikan keterangan kepada awak media di Monuman Pers, Solo, Jawa Tengah, Selasa (25/08/2026) terkait Yogi Starlink.(Foto: Humas Komdigi)

Kasus ‘Yogi Starlink’, Menkomdigi: Hormati Proses Hukum, Tapi Perlu Pembinaan

Editor
25 Agustus 2026

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menghormati proses hukum yang...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.