• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 11 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Gangguan Kesehatan Mental Masyarakat Meningkat?

Editor
Selasa, 20 September 2022 - 02:01
Gangguan kesehatan mental

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum menerima Komisi III DPR (jabarprov.go.id)

BANDUNG: Gangguan kesehatan mental masyarakat dikhawatirkan dapat berujung pada peningkatan angka kematian akibat bunuh diri.

Oleh karena itu, pemerintah diminta untuk lebih memantau dan melaksanakan program kesehatan mental masyarakat.

RelatedPosts

Tengkorak Orangutan di Area Karhutla Kalimantan, Tim Gerak Cepat

Ratusan Orang Gagal Berangkat Haji Karena Alasan Kesehatan

Kementerian Ekraf Dorong Industri Modifikasi Otomotif Tembus Pasar Global di IMX 2026

Hal itu mengemuka saat kunjungan anggota Komisi III DPR yang diterima Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menerima kunjungan kerja Komisi III Dewan Perwakilan Daerah RI itu.

Kunjungan dalam rangka implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa.

Pertemuan itu sendiri berlangsung di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (19/9/2022).

Ketua Komisi III DPD RI Hasan Basri mengungkapkan isu kesehatan mental kejiwaan masyarakat kini mencuat.

Dia mengkhawatirkan dapat berujung pada peningkatan angka kematian akibat bunuh diri.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), satu orang di dunia meninggal akibat bunuh diri setiap 40 detik.

Selain itu, 77 persen kasus bunuh diri terjadi di negara-negara yang berpenghasilan rendah dan menengah.

Menurut Hasan, ancaman itu semakin berat dengan adanya data Unicef, bahwa 29 persen anak muda 15-24 tahun di Indonesia menyatakan sering merasa depresi.

Selain itu, 6,2 persen pelajar perempuan dan 4 persen pelajar laki-laki usia 13-15 tahun menyatakan sering mempertimbangkan untuk upaya bunuh diri.

“Para ahli mengungkapkan, peristiwa bunuh diri berawal dari kejadian traumatik yang memunculkan gangguan mental pada diri seseorang sebagai korban atau saksi dari suatu peristiwa atau kejadian tertentu,” kata Hasan.

“Selain itu, penurunan kualitas hidup maupun kualitas kesehatan, penurunan kemampuan merawat diri, ketidaknyamanan, dan kemiskinan juga dapat menjadi penyebab munculnya gangguan mental kejiwaan,” tambahnya.

Menurut Hasan, data-data tersebut menjadi lampu kuning bagi pemerintah, maupun masyarakat luas terkait pentingnya menjaga dan merawat kesehatan jiwa.

Ia menyebutkan dari catatan Komite III DPD RI, hingga saat ini masih terdapat provinsi yang belum memiliki rumah sakit jiwa.

Yaitu Provinsi Papua Barat, Sulawesi Barat, Gorontalo, dan Kalimantan Utara.

LAYANAN PSIKIATRI

Hasan juga menyebut, layanan psikiatri belum dapat diberikan di sejumlah rumah sakit umum, termasuk di tingkat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Provinsi.

Untuk itu, ia mengharapkan ada komitmen dari Pemda Provinsi dalam meningkatan pelayanan di bidang kesehatan jiwa untuk masyarakat yang lebih mudah diakses, minimal di RSUD tingkat Provinsi.

“Dari 720 RSUD, baru 318 yang bisa memberikan layanan psikiatri,” pungkas Hasan.

“Masalah SDM untuk tenaga kesehatan jiwa juga masih sangat kurang. Sampai hari ini, satu orang psikiater harus melayani kurang lebih 220.000 penduduk. Perbandingan ini jauh dari yang direkomendasikan WHO, yaitu satu banding 30.000 penduduk,” ucapnya.

Sementara itu Pak Uu –sapaan akrab Uu Ruzhanul Ulum —mengatakan, Jawa Barat sudah memiliki Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

Namun yang masih terkendala, yaitu di SDM antara lain karena kurangnya pelatihan terkait penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), hingga seringnya proses promosi dan mutasi tenaga kesehatan jiwa.

“Belum banyak orang yang mampu menangani ODGJ secara keilmuan karena mungkin pelatihannya jarang ataupun belum ada, yang akhirnya terkadang mungkin karena tidak berpengalaman, khawatir salah penyelesaian,” papar Pak Uu.

“Selain itu karena kurang (SDM), ditambah lagi yang namanya pejabat ada P3 alias pindah-pindah lalu pensiun. Saat di sini dia dapat menangani dengan baik ODGJ, ternyata dia dipromosi. Ketika dipromosi karena tidak ada tempat (formasi) di rumah sakit tersebut, maka yang bersangkutan dipindah ke tempat yang lain, akhirnya yang menangani (SDM) baru lagi,” terangnya.

Tags: kesehatan mental

Related Posts

Tengkorak Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) ditemukan di areal High Conservation Value (HCV) perkebunan kelapa sawit milik PT. KAL di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.(Foto: Dok. Humas Kemenhut)

Tengkorak Orangutan di Area Karhutla Kalimantan, Tim Gerak Cepat

Editor
11 Oktober 2026

Tengkorak Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) ditemukan di areal High Conservation Value (HCV) perkebunan kelapa sawit milik PT. KAL di Kabupaten...

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan pentingnya calon jemaah haji jaga kesehatan.(Foto: Humas Kemenhaj)

Ratusan Orang Gagal Berangkat Haji Karena Alasan Kesehatan

Editor
11 Oktober 2026

DENPASAR - Persiapan kesehatan dan kebugaran fisik sejak dini menjadi hal penting bagi calon jemaah haji untuk memastikan kesiapan menjalankan...

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus memperkuat ekosistem industri modifikasi otomotif nasional melalui gelaran Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. (Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif)

Kementerian Ekraf Dorong Industri Modifikasi Otomotif Tembus Pasar Global di IMX 2026

Editor
11 Oktober 2026

TANGERANG - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus memperkuat ekosistem industri modifikasi otomotif nasional melalui gelaran Indonesia Modification &...

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Ketua Pengurus Yayasan UNPAR, Basilius Hendra Kimawan, dan Rektor UNPAR, Tri Basuki Joewono, meresmikan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bogor di kampus yang berlokasi di Jalan Kapten Muslihat Nomor 22, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (10/10/2026).(Foto: Diskominfo Kota Bogor)

UNPAR Bogor Diresmikan Wali Kota Dedie

Editor
11 Oktober 2026

BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Ketua Pengurus Yayasan UNPAR, Basilius Hendra Kimawan, dan Rektor UNPAR, Tri...

Menperin Muhammad Sarmuji menjelaskan tentang industri hijau.(Foto: Humas Kemenperin)

Percepat Hilirisasi, Kemenperin Dukung Kawasan Industri Jadi PSN

Editor
10 Oktober 2026

BANDUNG - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan pentingnya mengakselerasi pengembangan kawasan industri sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) guna mempercepat hilirisasi,...

Penanaman pohon di pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita, Jumat (9/10/2026).(Foto: Diskominfo Kota Bogor)

Akses Jalan Trase Batutulis Kota Bogor Siap Dilintasi

Editor
10 Oktober 2026

BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Kepala UPTD Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.