Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah pembangunan International Student Housing di kawasan sekitar Stasiun Pondok Cina dengan kapasitas hingga 4.000 kamar di atas lahan seluas 1,7 hektare, serta pengembangan lanjutan asrama mahasiswa melalui pembangunan tower hunian bertingkat.
SATUJABAR, DEPOK – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Rektor Universitas Indonesia Heri Hermansyah mengadakan pertemuan di asrama mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Kamis (30/4/2026), guna membahas pengembangan hunian di lingkungan kampus.
Dalam pertemuan tersebut, Rektor UI menyampaikan rencana optimalisasi lahan potensial yang dimiliki UI untuk mendukung pembangunan hunian mahasiswa. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah pembangunan International Student Housing di kawasan sekitar Stasiun Pondok Cina dengan kapasitas hingga 4.000 kamar di atas lahan seluas 1,7 hektare, serta pengembangan lanjutan asrama mahasiswa melalui pembangunan tower hunian bertingkat.
Menanggapi hal tersebut, Menteri PKP menekankan bahwa pembangunan hunian harus dimulai dari pemahaman terhadap kebutuhan pengguna serta didukung oleh perbaikan regulasi agar tidak menghambat dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“Kita harus mulai dari mendengarkan calon penghuni, lihat kemauan dan kemampuan calon penghuni dulu, baru kita desain dan bangun. Regulasi juga harus kita lihat, mana yang menghambat harus kita kaji dan perbaiki. Karena tujuan kita jelas, bagaimana kebijakan ini bisa baik bagi rakyat, negara, dan juga dunia usaha,” ujar Menteri PKP dilansir laman Kementerian PKP.

Ia juga mendorong agar pengembangan hunian di lingkungan kampus tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, tetapi dapat mengakomodasi dosen dan tenaga kependidikan, serta dilengkapi fasilitas pendukung yang memadai.
Selain itu, Menteri PKP membuka ruang keterlibatan mahasiswa dalam proses perumusan kebijakan agar hunian yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan.
“Mahasiswa juga perlu dilibatkan. Mereka yang akan tinggal di sini, jadi harus kita dengar. Mahasiswa bisa ikut merumuskan kebijakan publik untuk mahasiswa itu sendiri, supaya kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Dalam diskusi tersebut, perwakilan mahasiswa UI menyampaikan bahwa kebutuhan hunian di sekitar kampus masih tinggi, seiring dengan mahalnya biaya tempat tinggal di kawasan tersebut. Mahasiswa juga mengusulkan peningkatan fasilitas, seperti ruang komunal untuk kegiatan belajar, sistem keamanan, serta ruang rekreasi bagi para penghuni.
Saat ini, Universitas Indonesia telah memiliki sekitar 1.700 kamar asrama dengan variasi harga mulai dari Rp500 ribu hingga Rp2 juta per bulan, yang dibedakan berdasarkan fasilitas dan ukuran kamar. Ke depan, pengembangan hunian diharapkan dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa dengan tetap memperhatikan kenyamanan, aksesibilitas, dan keberagaman kebutuhan penghuni.







