SATUJABAR, PANGANDARAN–Gagal landing, atau mendarat pada titik seharusnya, lima atlet terjun payung jatuh ke Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Insiden dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) tahun 2025 di Kabupaten Pangandaran tersebut, mengakibatkan dua penerjun tewas, tiga lainnya selamat dalam penanganan medis.
Kapolres Pangandaran, AKBP Andri Kurniawan, membenarkan terjadinya kecelakaan yang menimpa lima peserta atlet terjun payung. Insiden terjadi dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Terjun Payung tahun 2025, di Kabupaten Pangandaran.
“Benar, hari ini kami menerima informasi lima peserta penerjun payung jatuh ke laut sekitaran Pantai Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Kelima peserta dilaporkan tidak landing, atau turun pada titik semestinya,” ujar Andri, dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025).
Andri mengatakan, lokasi jatuhnya penerjun diperkirakan berjarak satu kilometer dari pesisir Pantai Batukaras Blok Sanghyangkalang. Upaya pencarian langsung dilakukan sejak menerima laporan.
Dari hasil pencarian, tiga orang penerjun ditemukan selamat sudah dalam penanganan tim medis rumah sakit. Sementar dua penerjun lainnya tewas, setelah satu orang sebelumnya dilaporkan hilang dan sudah berhasil ditemukan.
“Penyebab insiden, belum bisa kami pastikan masih didalami,” ungkap Andri.
Korban tewas atas nama Rusli dan Widiasih, atlet terjun payung asal Kabupaten Bandung. Sementara, korban selamat, masing-masing atas nama Khudlori, Muhammad Almuthofa, dan Karni, dalam penanganan medis.
Polres Pangandaran telah menghentikan sementara kegiatan terjun payung, untuk kepentingan penyelidikan. Perubahan arah angin diduga menjadi penyebab kelima penerjun kehilangan kendali dan arah titik pendaratan seharusnya.

