• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 11 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Festival Golo Koe 2026, Menpar: Kolaborsi Masyarakat Jadi Kekuatan Utama

Editor
Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:12
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana di Festival Golo Koe.(Foto: Humas Kemenpar)

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana di Festival Golo Koe.(Foto: Humas Kemenpar)

Festival Golo Koe memadukan prosesi religi, atraksi budaya, pameran UMKM, serta beragam pertunjukan seni lokal dalam satu perayaan yang merefleksikan kekayaan tradisi sekaligus semangat kebersamaan masyarakat.

SATUJABAR, LABUAN BAJO – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menegaskan partisipasi aktif masyarakat lokal menjadi kekuatan utama yang menjaga keberlanjutan “Festival Golo Koe 2026” sebagai event pariwisata berbasis budaya dan religi.

RelatedPosts

BI dan Kemenpar Perkuat Daya Saing Desa Wisata Ramah Muslim

Penjualan Eceran Juli 2026 Diduga Naik

Ekspor Nonmigas Indonesia Sokong Ekonomi Indonesia

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana saat sambutan pada pembukaan festival yang kembali masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara di Kawasan Waterfront City, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (10/8/2026).

Menpar Widiyanti saat membuka Festival Golo Koe 2026 di Kawasan Waterfront City, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Senin (10/8/2026) menyampaikan bahwa Festival Golo Koe menjadi sebuah perayaan yang mempertemukan iman, tradisi, dan kehidupan masyarakat Manggarai dalam ruang yang terbuka bagi siapa saja.

“Di sinilah saya melihat kekuatan Festival Golo Koe. Wisatawan hadir untuk experience Labuan Bajo secara lebih utuh, sementara masyarakat tetap menjadi pelaku utama yang menentukan bagaimana identitasnya diperkenalkan kepada dunia,” kata Menpar Widiyanti melalui keterangan resmi.

Hal ini juga menunjukkan bahwa pariwisata tidak selalu dibangun melalui kemegahan atraksi, tetapi juga dapat bertumpu pada nilai-nilai spiritual, budaya, dan kemanusiaan yang tumbuh dari masyarakat.

Festival ini kembali masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN), sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu agenda unggulan pariwisata Indonesia.

Mengusung tema “Maria Assumpta Nusantara”, festival memadukan prosesi religi, atraksi budaya, pameran UMKM, serta beragam pertunjukan seni lokal dalam satu perayaan yang merefleksikan kekayaan tradisi sekaligus semangat kebersamaan masyarakat.

Antusiasme tinggi terlihat sejak hari pertama penyelenggaraan, dengan ratusan masyarakat serta wisatawan nusantara dan mancanegara memadati lokasi acara.

Keberhasilan festival ini juga tercermin dari dampak ekonomi yang dihasilkan. Pada 2025, Festival Golo Koe mencatatkan kunjungan lebih dari 45 ribu wisatawan. Festival tersebut melibatkan 173 pelaku UMKM, 883 pekerja seni, serta menciptakan 1.473 kesempatan kerja dengan perputaran ekonomi mencapai Rp2,82 miliar.

Tahun ini, Festival Golo Koe yang menargetkan 50 ribu pengunjung dengan nilai perputaran ekonomi yang diharapkan melampaui capaian tahun sebelumnya. Selama penyelenggaraan festival, tingkat hunian hotel dan homestay di Labuan Bajo juga diperkirakan meningkat signifikan seiring bertambahnya kunjungan wisatawan.

“Inilah pariwisata berkualitas, ketika pengalaman wisatawan tumbuh bersama manfaat ekonomi dan keberlanjutan kehidupan lokal,” ujar Menpar,” kata Menpar.

Pada kesempatan yang sama, Menpar Widiyanti mengapresiasi Keuskupan Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, dan seluruh pihak yang secara konsisten bergotong royong membangun Festival Golo Koe sebagai ruang kolaborasi yang berkualitas, hingga menjadi salah satu event unggulan Indonesia.

Pada 2026, Festival Golo Koe kembali terpilih sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara untuk ketiga kalinya secara berturut-turut sejak 2024 dan untuk kedua kalinya masuk dalam Top 10 KEN. Capaian ini semakin memperkuat posisi festival sebagai salah satu ikon pariwisata berbasis budaya dan religi di Indonesia.

Menpar berharap penyelenggaraan festival turut berkontribusi terhadap pencapaian target kunjungan wisata tahun 2026, yakni 16–17,6 juta wisatawan mancanegara dan 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara.

“Kiranya Festival Golo Koe terus mengiringi perjalanan Labuan Bajo sebagai destinasi kelas dunia yang maju bersama masyarakat dan tetap teguh pada akar budayanya,” kata Menpar.

Uskup Labuan Bajo, Maksimus Regus, mengatakan kehadiran Festival Golo Koe menjadi bagian dari promosi pariwisata sekaligus itikad bersama untuk menjaga keberlanjutan pariwisata Labuan Bajo. Ia berharap Festival Golo Koe senantiasa menjadi Top Ten KEN di tahun-tahun mendatang.

“Kita ingin agar ruang pariwisata yang bertumbuh dengan cepat, juga memiliki dampak konstruktif bagi kita yang ada di masyarakat lokal,” katanya.

Festival ini berlangsung selama enam hari, pada 10–15 Agustus 2026, dengan pusat kegiatan di Waterfront City Marina dan Bukit Golo Koe, serta sejumlah lokasi strategis lainnya di Labuan Bajo.

Berbagai agenda telah disiapkan, mulai dari pentas seni budaya Nusantara, pameran ekonomi kreatif dan kuliner lokal, edukasi ekologis dan aksi penanaman pohon, pertunjukan tari Caci, karnaval budaya, Prosesi Akbar Maria Assumpta Nusantara, hingga ekaristi agung.

Prosesi Akbar Maria Assumpta Nusantara menjadi agenda utama festival. Dalam prosesi tersebut, patung Bunda Maria diarak menggunakan kapal pinisi melintasi perairan Labuan Bajo sebelum dibawa menuju Gua Maria di Golo Koe dari Pelabuhan Marina Waterfront. Ribuan peserta mengenakan busana adat Manggarai berupa kain songke, baju putih, selendang, serta atribut tradisional lainnya, menciptakan perpaduan yang harmonis antara tradisi budaya, nilai religius, dan identitas lokal.

Hadir mendampingi Menpar, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Reza Pahlevi; Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi Publik dan Media, Apni Jaya Putra; Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenpar, Vinsensius Jemadu; Asdep Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II, Marhen Dwi Yono; dan Plt. Direktur utama Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores, Andhy Marpaung.

Tags: Festival Golo KoeKementerian PariwisataMenparmenteri pariwisata

Related Posts

Bank Indonesia (BI) melalui Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) menginisiasi program dan berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk memperkuat daya saing dan tata kelola desa wisata agar semakin berkualitas, inklusif, berkelanjutan, serta mampu menjangkau pasar wisatawan yang lebih luas.(Foto: Humas Kemenpar)

BI dan Kemenpar Perkuat Daya Saing Desa Wisata Ramah Muslim

Editor
11 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melalui Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) menginisiasi program dan berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata...

penjualan,belanja

Penjualan Eceran Juli 2026 Diduga Naik

Editor
11 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Penjualan eceran Juli 2026 secara tahunan diprakirakan meningkat. Menurut data Bank Indonesia yang dirilis Selasa 11 Agustus...

Pelepasan ekspor komoditas kopi dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage, Bandung, menuju Tiongkok dan Maroko pada Kamis (16/7/2026).(Foto: Dok. Kemendag)

Ekspor Nonmigas Indonesia Sokong Ekonomi Indonesia

Editor
11 Agustus 2026

Ekspor nonmigas Indonesia pada Juni 2026 sebesar USD 24,39 miliar, meningkat 8,68 persen dibanding Mei 2026 yang sebesar USD 22,45...

Tomohon International Flower Festival (TIFF) di Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu (08/08/2026).(Foto: Dok. Kementerian Ekraf)

Tomohon International Flower Festival 2026 Usung Florikultura Global

Editor
11 Agustus 2026

Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 menunjukkan komitmen Kota Tomohon membawa identitas lokal berbasis florikultura ke panggung internasional. SATUJABAR, JAKARTA...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Selasa 11/8/2026 Antam Rp 2.710.000 Per Gram

Editor
11 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Selasa 11/8/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.710.000 per gram...

Tambang minyak. Harga minyak(Foto> Dok. ESDM)

Harga Minyak Mentah Indonesia Turun Didorong Pasokan Global

Editor
11 Agustus 2026

Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) Juli sebesar US$ 81,68 per barel, turun US$ 1,77 dibandingkan bulan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat