• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 1 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Fakta Dibalik Pelajar Lompat dari Flyover Pasupati Bandung: Siswa Berprestasi ‘Nyambi’ Ngojek!

Editor
Rabu, 11 Februari 2026 - 04:04
Ilustrasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).(Foto:Istimewa).

Ilustrasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG–Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Jembatan Layang Mochtar Kusumaatmadja, atau Flyover Pasupati, Kota Bandung, merupakan siswa berprestasi di sekolah. Bahkan, korban sehari-harinya ‘nyambi’ ngojek untuk membantu ekonomi keluarganya.

Peristiwa tragis pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Jembatan Layang Mochtar Kusumaatmadja, atau Flyover Pasupati, Kota Bandung, mengungkap fakta di baliknya. Pelajar berusia 17 tahun, berinisial R tersebut, merupakan siswa berprestasi di Kelas XII SMK di Kota Cimahi.

RelatedPosts

Cuaca Ekstrem-Kemarau Panjang, Warga Jabar Diminta Waspada

Puluhan Rumah di Kabupaten Bandung Rusak Diterjang Puting Beliung

Presiden Prabowo dan PM Takaichi Sepakat Indonesia-Jepang Jadi Penjaga Perdamaian

Korban di mata para guru di sekolahnya, merupakan siswa berprestasi dengan nilai akademik memuaskan. Keseharian korban berperilaku baik, tidak pernah bermasalah di sekolah, termasuk dengan teman-temannya.

Tidak ada yang menyangka, korban bisa diduga nekad mengakhiri hidup dengan cara tragis. Pada hari Jum’at (06/02/2026), korban masih masuk sekolah, dan mengikuti pelajaran.

“Almarhum termasuk siswa berprestasi dengan nilai akademik memuaskan. Perilakunya baik, sopan, dan santun terhadap guru, serta tidak pernah bermasalah di sekolah, termasuk dengan teman-temannya,” ujar Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Humas SMK, tempat korban bersekolah, Siti Darajat, dalam keterangannya, Rabu (11/02/2026).

Korban memiliki motivasi belajar tinggi, tidak mau tertinggal selalu ingin mengikuti setiap pelajaran di sekolah. Interaksi dengan guru di sekolah juga baik, begitupun hubungan dengan teman-temannya.

Sebelum menerima kabar kematin dengan cara tragis, korban tidak menunjukan perubahan sikap mencurigakan. Hanya, sehari sebelum kejadian, pada Senin (09/02/2026), korban tidak masuk sekolah.

“Siswa ini interaksi dengan guru baik, dan tidak pernah berkonflik dengan teman-temannya, bergaul akrab. Tidak menunjukan perubah sikap, hanya sehari sebelum kejadian, memang tidak masuk sekolah,” ungkap Siti.

Di balik sebagai siswa berprestasi, berdasarkan hasil konseling beberapa waktu lalu, korban selalu menyempatkan bisa mendapat penghasilan dengan ‘nyambi’ ngojek. Korban mengisi waktu di luar sekolah, menjadi pengemudi ojek untuk membantu meringankan ekonomi keluarga.

“Ya, almarhum juga suka ngojek. Pengakuannya, untuk membantu meringankan ekonomi keluarga, dan selama ini tidak ada kendala biaya,” jelas Siti.

Pihak sekolah, guru, dan teman-temannya sangat terpukul mendengar kabar kematian korban dengan cara tragis. Pihak sekolah sempat menelusuri informasi alasan korban tidak masuk sekolah sehari sebelum kejadian.

“Wali kelas selalu menelusuri kepada orangtua, alasan siswa tidak masuk sekolah, termasuk almarhum. Orangtuanya mengatakan, almarhum ada di rumah, dan minta tolong diingatkan soal kehadiran, karena sudah kelas XII,” tutur Siti.

Saat kejadian, pihak sekolah menerima kabar dari kakaknya terkait kematian korban di Flyover Pasupati. Kabar duka cepat menyebar di sekolah hingga media sosial, sangat mengejutkan karena melihat keseharian korban di sekolah, tapi tidak tahu bagaimana di luar.

Sebelumnya diberitakan, korban diduga nekad mengakhiri hidupnya dengan melompat dari atas Jalan Layang Mochtar Kusumaatmadja, atau Flyover Pasupati, Kota Bandung. Korban ditemukan tewas mengenaskan dengan luka benturan di kepala.

Kejadian korban diduga nekad mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Jalan Layang Mochtar Kusumaatmadja, atau Flyover Pasupati, Kota Bandung, Selasa (10/02/2026) pagi. Tubuh korban terjun ke area kebun dekat Lapangan Futsal Taman Film, di Kawasan Tamansari.

Sebelum bertindak nekad, dua orang anggota TNI yang kebetulan melintas sempat berupaya mendekat untuk bisa menyelamatkannya. Namun, korban lebih dulu jatuh dari atas flyover.

Peristiwa dugaan bunuh diri ditangani Satreskrim Polrestabes Bandung dan Polsek Bandung Wetan. Selesai olah tempat kejadian perkara (TKP), jasad korban dievakuasi ke Rumah Sakit Sartika Asih, Kota Bandung

Menurut Kapolsek Bandung Wetan, AKP Bagus Yudo, berdasarkan hasil identifikasi awal, korban merupakan warga Kota Cimahi. Korban masih berstatus pelajar.

“Korban warga Kota Cimahi, berusia 17 tahun, berstatus pelajar. Motif korban diduga bertindak nekad masih didalami,” ujar Bagus kepada wartawan.

Tags: jawa baratkota bandungPelajar BerprestasiPelajar SMK Tewas Diduga Nekad Lompat dari Flyover PasupatiPolestabes BandungPolsek Bandung Wetan

Related Posts

Kekeringan akibat musim kemarau panjang.(Foto:Istimewa).

Cuaca Ekstrem-Kemarau Panjang, Warga Jabar Diminta Waspada

Editor
31 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Warga Jawa Barat diminta waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi dan bencana kekeringan memasuki musim kemarau panjang. Sejumlah kejadian di...

Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Mekarsari, Kecamatan Pacet, Ujang Fuad Hasbi.(Foto:Istimewa).

Puluhan Rumah di Kabupaten Bandung Rusak Diterjang Puting Beliung

Editor
31 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Puluhan rumah di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, rusak diterjang angin puting beliung. Angin puting beliung yang terjadi kurang...

Presiden RI Prabowo Subianto dan PM Jepang Sanae Takaichi.(Foto: Setneg)

Presiden Prabowo dan PM Takaichi Sepakat Indonesia-Jepang Jadi Penjaga Perdamaian

Editor
31 Maret 2026

SATUJABAR, TOKYO - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi menyepakati penguatan kemitraan strategis kedua...

Unifil.(Foto: Unifil)

Lagi, 2 Anggota TNI Penjaga Perdamaian Gugur di Lebanon, Indonesia Mengutuk Keras

Editor
31 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia mengutuk sangat keras serangan kedua yang terjadi secara beruntun di dekat Bani Haiyyan, Lebanon...

Puskesmas,Tingkat kepesertaan BPJS

Kasus Campak Lagi Naik di Kota Bandung, Ini Imbauan Pemkot

Editor
31 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Penyakit campak kini sedang mengalami peningkatan kasus. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengajak masyarakat...

Muhammad Adimas Firfaus alias 'Resbob', terdakwa kasus ujaran kebencian penghinaan terhadap Suku Sunda.(Foto:Istimewa).

Sesal ‘Resbob’, Minta Maaf ke Warga Jabar Mengaku Ingin Dalami Budaya Sunda

Editor
31 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Kasus ujaran kebencian pengninaan terhadap Suku Sunda, yang menyeret Youtuber sekaligus Streamer. Muhammad Adimas Firdaus alias 'Resbob', berujung penyesalan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.