• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 14 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kasus Campak Lagi Naik di Kota Bandung, Ini Imbauan Pemkot

Editor
Selasa, 31 Maret 2026 - 03:53
Puskesmas,Tingkat kepesertaan BPJS

Puskesmas.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Penyakit campak kini sedang mengalami peningkatan kasus. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengajak masyarakat untuk melengkapi imunisasi campak sebagai langkah utama menekan risiko penularan penyakit.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih menyampaikan, pencegahan melalui imunisasi menjadi kunci utama dalam melindungi anak-anak dari campak yang sangat menular.

RelatedPosts

IKOPIN University: Menkop Kukuhkan Prof. Yudi Azis Sebagai Rektor

Pariwisata Flores Jalani Pemulihan, Didorong Camino de Flores

Hari Sumpah Pemuda, Kemenpora Gelar Indonesia Youth Summit

“Campak ini penyakit yang sangat mudah menular, bahkan lebih tinggi dari Covid-19. Satu orang bisa menularkan ke 17 sampai 18 orang. Tapi ini bisa dicegah dengan imunisasi,” ujar Dadan, Selasa 31 Maret 2026 melalui keterangan resmi Humas.

Hingga Maret 2026, Dinkes mencatat sebanyak 248 kasus suspek campak di Kota Bandung, dengan 28 kasus di antaranya telah terkonfirmasi. Seluruh pasien dilaporkan telah membaik tanpa adanya kasus kematian.

Dadan mengungkapkan, sebagian besar kasus terjadi pada kelompok balita, dan sekitar 69 persen di antaranya belum mendapatkan imunisasi campak.

“Ini menunjukkan pentingnya imunisasi. Mayoritas kasus yang kita temukan justru terjadi pada anak yang belum diimunisasi,” katanya.

 

Imunisasi Campak

Data Dinkes menunjukkan, cakupan imunisasi campak rubella di Kota Bandung masih belum mencapai target nasional sebesar 95 persen.

Imunisasi dasar campak (MR1) pada bayi usia 9 bulan tercatat sebesar 84,3 persen pada 2024 dan 2025. Sementara imunisasi lanjutan (MR2) pada usia 18 bulan masih lebih rendah, yakni 59,5 persen pada 2024 dan meningkat menjadi 66,9 persen pada 2025.

Adapun imunisasi pada anak kelas 1 SD berada di angka 87 persen.

“Masih ada kesenjangan antara imunisasi dasar dan lanjutan. Banyak yang menganggap cukup di usia 9 bulan, padahal imunisasi lanjutan di 18 bulan itu wajib,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kota Bandung terus menggencarkan program imunisasi kejar (catch-up campaign) di seluruh kecamatan.

Program ini menyasar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, tanpa melihat keterlambatan usia selama masih dalam rentang balita.

“Silakan masyarakat datang ke puskesmas atau melalui kader. Imunisasi kejar tetap bisa diberikan selama anak masih dalam usia sasaran,” ujar Dadan.

Untuk meningkatkan cakupan, Dinkes juga menggandeng aparat kewilayahan seperti kecamatan, kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas guna mengedukasi masyarakat.

Dinkes mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gejala campak yang umumnya diawali dengan demam tinggi, diikuti munculnya ruam pada kulit, serta gejala tambahan seperti batuk, pilek, dan mata merah.

Masyarakat diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam, tanpa menunggu munculnya ruam.

Selain itu, untuk mencegah penularan, penderita yang diduga campak dianjurkan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan menggunakan masker.

“Virus campak bisa bertahan di udara hingga dua jam. Jadi penggunaan masker dan isolasi mandiri sangat penting untuk mencegah penularan,” katanya.

Dadan menjelaskan, imunisasi merupakan perlindungan paling efektif terhadap campak. Dengan cakupan imunisasi mencapai 95 persen, kekebalan kelompok dapat terbentuk dan melindungi masyarakat secara luas.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengecek kembali status imunisasi anaknya. Jika belum lengkap, segera lengkapi. Ini penting untuk melindungi anak dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Tags: dinas kesehatanDinas Kesehatan Kota Bandungkasus campak kota bandung

Related Posts

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono (kiri) mengukuhkan Prof. Yudi Azis sebagai Rektor Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN) periode 2026–2031 di Kampus IKOPIN, Jatinangor, Selasa (13/10/2026).

IKOPIN University: Menkop Kukuhkan Prof. Yudi Azis Sebagai Rektor

Editor
14 Oktober 2026

JATINANGOR - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengukuhkan Prof. Yudi Azis sebagai Rektor Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN) periode 2026–2031 di...

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bersama jajaran dalam peluncuran Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (13/10/2026).(Foto: Dok. Kemenpar)

Pariwisata Flores Jalani Pemulihan, Didorong Camino de Flores

Editor
14 Oktober 2026

JAKARTA - Pariwisata berperan strategis dalam pemulihan Flores pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui pemerataan manfaat ekonomi dan...

Menpora) Erick Thohir menyampaikan penyelenggaraan Indonesia Youth Summit 2026 pada acara konferensi pers di Loby Kemenpora, Jakarta, Selasa (13/10) siang.(foto:Andre/kemenpora.go.id)

Hari Sumpah Pemuda, Kemenpora Gelar Indonesia Youth Summit

Editor
14 Oktober 2026

JAKARTA - Hari Sumpah Pemuda (HSP) jatuh pada 28 Oktober 2026 mendatang. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menyelenggarakan Indonesia...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Rabu 14/10/2026 Antam Rp 2.574.000 Per Gram

Editor
14 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Rabu 14/10/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.574.000 per gram...

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau langsung pembangunan jalan, Senin (12/10/2026).(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Wali Kota Cek Pembangunan Jalan di Katulampa Bogor

Editor
14 Oktober 2026

BOGOR - Pemerataan pembangunan dan konektivitas antarwilayah serta peningkatan aksesibilitas di Kota Bogor terus diperluas ke berbagai wilayah, sehingga pembangunan...

Sebagian layanan internet mati akibat pembenahan kabel udara.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Internet Mati, Pemkot Bandung Beri Waktu 14 Hari untuk Pemulihan

Editor
14 Oktober 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyesuaikan tahapan penataan kabel udara pada 12–26 Oktober 2026 untuk memberikan kesempatan kepada operator...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.