• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 10 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Ekspor Indonesia Januari–April 2026 Naik 5,48 Persen

Editor
Selasa, 02 Juni 2026 - 02:37
Ekspor Indonesia Januari–April 2026.(Image: BPS)

Ekspor Indonesia Januari–April 2026.(Image: BPS)

SATUJABAR, JAKARTA – Ekspor Indonesia Januari–April 2026 mencapai US$92,15 miliar atau naik 5,48 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$87,74 miliar naik 6,28 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan nilai ekspor Indonesia April 2026 mencapai US$25,30 miliar atau naik 21,98 persen dibanding ekspor April 2025. Ekspor nonmigas April 2026 mencapai US$24,15 miliar, naik 23,36 persen dibanding April 2025.

RelatedPosts

Puncak Musim Kemarau Agustus! BMKG Ingatkan El Nino

Kejati Jabar Geledah Kantor DPRD Indramayu, Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan

Bandung Zoo, Penetapan Pengelola Libatkan Kemenhut

Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari–April 2026, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah lemak minyak hewani/nabati sebesar US$1,87 miliar (18,80 persen). Sementara komoditas dengan penurunan tertinggi adalah bahan bakar mineral yang turun sebesar US$0,37 miliar (3,54 persen).

Ekspor nonmigas Januari–April 2026 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$22,76 miliar, disusul Amerika Serikat US$10,17 miliar, dan India US$6,14 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 44,52 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$17,70 miliar dan US$6,00 miliar.

BACA JUGA: Inflasi Mei 2026 Jabar Capai 3,07 Persen, Kota Bandung Tertinggi

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–April 2026 naik 9,78 persen dibanding periode yang sama tahun 2025, sedangkan ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 26,27 persen, demikian juga ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 8,44 persen.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–April 2026 berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai US$12,58 miliar (13,65 persen), diikuti Sulawesi Tengah US$8,36 miliar (9,07 persen) dan Kepulauan Riau US$8,06 miliar (8,74 persen).

Inflasi Mei 2026 Nasional Capai 3,08 Persen

Inflasi Mei 2026 secara nasional year-on-year (y-on-y) capai 3,08 persen, ungkap  Badan Pusat Statistik (BPS) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,40.

Inflasi y-on-y tertinggi pada tingkat provinsi terjadi di Provinsi Papua Barat sebesar 5,94 persen dengan IHK sebesar 112,93, sedangkan terendah terjadi di Provinsi Lampung sebesar 1,94 persen dengan IHK sebesar 111,84.

Sementara itu, inflasi y-on-y tertinggi pada tingkat kabupaten/kota terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 6,09 persen dengan IHK sebesar 118,52, sedangkan terendah terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 0,66 persen dengan IHK sebesar 113,79.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh meningkatnya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,94 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,84 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,00 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,98 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,70 persen; kelompok transportasi sebesar 2,30 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,97 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,30 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,15 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,24 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,35 persen.

Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,28 persen, sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Mei 2026 tercatat sebesar 1,35 persen.

Tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,59 persen, dengan tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,22 persen dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 1,38 persen.

Tags: badan pusat statistikBPSEkspor Indonesia

Related Posts

Kekeringan akibat musim kemarau panjang.(Foto:Istimewa).

Puncak Musim Kemarau Agustus! BMKG Ingatkan El Nino

Editor
10 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada Juli–September 2026. Kondisi...

Proses penggeledahan kantor DPRD Kabupaten Indramayu oleh Tim Kejati Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Kejati Jabar Geledah Kantor DPRD Indramayu, Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan

Editor
10 Juni 2026

SATUJABAR, INDRAMAYU--Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menggeledah Kantor DPRD Kabupaten Indramayu. Tindakan penggeledahan untuk menyita dokumen, terkait kasus dugaan...

Singa di Bandung Zoo atau Kebun Binatang Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bandung Zoo, Penetapan Pengelola Libatkan Kemenhut

Editor
10 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Bandung Zoo kini masih dalam tahap prose pemilihan pengelola baru. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan proses...

perekonomian,transaksi,digital.bank indonesia

Bank Indonesia: Survei Mei 2026, Keyakinan Konsumen Tetap Kuat

Editor
10 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Bank Indonesia menyebutkan Indeks Keyakinan Konsumen Survei Konsumen pada Mei 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi...

Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko, melakukan kunjungan kerja ke Lanskap Megamendung, Kabupaten Bogor, untuk meresmikan Lembah Aviary Paseban, Penangkaran Rusa Timor, serta melepasliarkan dua individu Elang Jawa (Nisaetus bartelsi).(Foto: Humas Kemenhut)

Lembah Aviary Paseban Megamedung Diresmikan, Ada Apa Saja?

Editor
10 Juni 2026

SATUJABAR, BOGOR - Menteri Kehutanan diwakili oleh Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko, melakukan kunjungan kerja ke Lanskap Megamendung, Kabupaten Bogor,...

Anak gajah betina lahir di Taman Satwa Lembah Hijau Bengkulu.(Foto: Humas Kemenhut)

Anak Gajah Lahir di Taman Satwa Lembah Hijau Bengkulu

Editor
10 Juni 2026

Anak gajah betina lahir dari pasangan Aris (29 tahun) dan Mega (27) tahun yang sebelumnya melahirkan anak gajah jantan pada...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.