BANDUNG – Ekonomi Jawa Barat berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2026 mencapai Rp 844,54 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 489,11 triliun.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat yang dirilis Kamis 5 November 2026, ekonomi Jawa Barat triwulan III-2026 terhadap triwulan III-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,89 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,54 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 28,34 persen
Ekonomi Jawa Barat secara kumulatif triwulan III-2026 (c-to-c) mengalami pertumbuhan sebesar 5,81 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 15,58 persen. Sementara dari dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) sebesar 39,95 persen.
Sumber laju pertumbuhan (Source of Growth, SOG) secara (y-o-y) dari sisi lapangan usaha, dengan andil terbesar adalah lapangan usaha industri pengolahan sebesar 2,09 persen. Adapun dari sisi pengeluaran, andil positif terbesar terhadap pertumbuhan adalah komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 3,50 persen.







