• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 27 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Daerah Mana Saja yang Rawan Terjadinya Sinkhole? Ini Penjelasan BRIN

Editor
Rabu, 14 Januari 2026 - 03:01
Sinkhole.(FOTO: BRIN)

Sinkhole.(FOTO: BRIN)

SATUJABAR, JAKARTA – Fenomena sinkhole atau lubang runtuhan tanah yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya kawasan yang tersusun oleh lapisan batugamping, ungkap Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adrin Tohari. Penjelasan ini disampaikan Adrin pada Rabu (14/01) sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya geologi yang kerap muncul tanpa tanda-tanda jelas di permukaan.

Adrin menerangkan bahwa sinkhole merupakan fenomena alam yang terjadi akibat runtuhnya lapisan batugamping di bawah permukaan tanah. Prosesnya berlangsung dalam waktu lama dan dipicu oleh air hujan yang bersifat asam karena menyerap karbon dioksida (CO₂) dari udara dan permukaan tanah.

RelatedPosts

3.000 Ha Lahan Terbakar di Kalimantan, Operasi Pemadaman Terus Jalan

Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain, Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri

Senator Agita: Penanggulangan Bencana Perlu Didukung Regulasi Kuat dan Kesiapan Anggaran Daerah

“Air hujan ini meresap ke dalam tanah dan melarutkan batuan yang mudah larut, terutama batugamping, sehingga membentuk rekahan dan rongga di bawah permukaan,” jelasnya seperti dirilis Humas BRIN.

Seiring waktu, air permukaan dan air tanah yang mengalir melalui rekahan tersebut menyebabkan rongga semakin membesar dan melemahkan lapisan penyangga di atasnya. Ketika hujan lebat terjadi, lapisan penutup rongga menjadi semakin tipis hingga pada suatu titik tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.

“Saat itulah lapisan atap runtuh secara tiba-tiba dan terbentuk lubang di permukaan tanah yang kita kenal sebagai sinkhole,” ujar Adrin.

 

Daerah Rawan Sinkhole

Menurut Adrin, fenomena sinkhole relatif sering terjadi di Indonesia, terutama di wilayah yang memiliki bentang alam karst atau kawasan batugamping. Beberapa daerah yang dikenal rawan antara lain Gunung Kidul, Pacitan, dan Maros, yang secara geologi memiliki lapisan batugamping cukup tebal di bawah permukaan tanah.

Ia menambahkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam mitigasi sinkhole adalah sulitnya mendeteksi tanda-tanda awal kemunculannya. Proses pembentukan rongga berlangsung perlahan dan terjadi di bawah permukaan tanah, sehingga tidak mudah dikenali secara visual. Namun demikian, keberadaan rongga batugamping sebenarnya dapat diidentifikasi melalui survei geofisika.

“Metode seperti gayaberat, georadar, dan geolistrik dapat digunakan untuk memetakan sebaran, kedalaman, dan ukuran rongga di bawah tanah. Metode ini memberikan gambaran citra kondisi bawah permukaan sehingga potensi sinkhole bisa diantisipasi lebih dini,” jelas Adrin.

Terkait kualitas air yang ditemukan di dalam sinkhole, Adrin menjelaskan bahwa air tersebut umumnya berasal dari air hujan dan air bawah permukaan. Oleh karena itu, kelayakan air untuk dikonsumsi tidak bisa langsung disimpulkan. “Air harus melalui analisis kimia terlebih dahulu, meliputi kejernihan, warna, bau, rasa, pH, kandungan bakteri berbahaya seperti E. coli, serta logam berat, sesuai standar kesehatan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan,” ujarnya.

Adrin juga mengingatkan bahwa kawasan permukiman yang berada di atas lapisan batugamping memiliki risiko lebih tinggi mengalami sinkhole. Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah hilangnya aliran air permukaan secara tiba-tiba. “Jika aliran air mendadak menghilang, bisa jadi air masuk ke rongga bawah tanah. Kondisi ini perlu segera diinvestigasi karena berpotensi memicu runtuhan,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya pendekatan berbasis sains dalam memahami dan mengantisipasi fenomena sinkhole. Terdapat metode rekayasa geoteknik yang dapat dilakukan untuk mencegah pembentukan sinkhole di daerah batugamping. Metode tersebut adalah cement grouting, yaitu menginjeksi cement, mortar atau bahan kimia tertentu untuk mengisi rongga yang ada di lapisan batugamping bawah permukaan. Pertama-tama dilakukan pemboran dari permukaan hingga kedalaman tertentu dimana terdapat rongga, lalu material semen, mortar atau bahan kimia diinjeksi melalui pipa injeksi yg terpasang di dalam lubang bor tersebut.

“Injeksi material grouting menggunakan pompa bertekanan. Tekanan dan volume injeksi dipantau dengan cermat agar tidak merusak struktur batuan di sekitar rongga. Lalu dilalukan pengecekan efektifitas grouting melalui uji permeabilitas atau pengujian geofisika lainnya untuk memastikan rongga sudah terisi dan stabilitas lapisan batuan sudah meningkat,” jelar Adrin.

Ia berharap masyarakat dan pemerintah daerah di kawasan rawan dapat lebih waspada serta memanfaatkan kajian geologi dan survei geofisika sebagai dasar perencanaan tata ruang dan mitigasi risiko bencana geologi.

Tags: BRINlubang di tanahSinkhole

Related Posts

Foto : Penanganan karhutla yang melanda kawasan Hutan Resort SPTN Wilayah I Kuningan, Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat (25/10). (BPBD Kabupaten Kuningan)

3.000 Ha Lahan Terbakar di Kalimantan, Operasi Pemadaman Terus Jalan

Editor
26 Oktober 2026

JAKARTA — Pengendalian dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah masih terus dilakukan petugas gabungan. Lebih dari...

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.(Foto: Dok. Kementerian ESDM)

Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain, Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri

Editor
26 Oktober 2026

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) minyak mentah di dalam negeri agar crude impor bisa langsung masuk ke...

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti (depan kanan). (Foto: Istimewa)

Senator Agita: Penanggulangan Bencana Perlu Didukung Regulasi Kuat dan Kesiapan Anggaran Daerah

Editor
26 Oktober 2026

BANDUNG – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) sekaligus Wakil Ketua...

Logo OJK,Stabilitas sektor jasa keuangan,Survei Penilaian Integritas 2024,penyelesaian masalah pinjol,POJK,perbankan

OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal

Editor
26 Oktober 2026

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat stabilitas dan integritas pasar modal Indonesia melalui tiga langkah kebijakan strategis, yaitu...

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.(Foto: Humas Kemenhaj)

Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Tidak Gunakan Maskapai Transit Singapura dan Malaysia, Ini Alasannya

Editor
26 Oktober 2026

JAKARTA - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah umrah Indonesia untuk mengutamakan penerbangan langsung (direct flight)...

Ketepatan waktu Whoosh capai 99,4%.(Foto: KCIC)

Whoosh Tawarkan Diskon Hingga 75 Persen Saat Liburan

Editor
26 Oktober 2026

JAKARTA - KCIC kembali menghadirkan promo tiket Kereta Cepat Whoosh berupa diskon hingga 75 persen dan cashback maksimal Rp150.000. Promo...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.