SATUJABAR, BANDUNG–Warga Jawa Barat diminta waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi dan bencana kekeringan
memasuki musim kemarau panjang. Sejumlah kejadian di wilayah Bandung Raya, hujan es disertai banjir bandang, angin kencang yang mengakibatkan pohon dan reklame tumbang, terjangan puting beliung yang merusak puluhan rumah dan sekolah.
“Saya minta masyarakat Jawa Barat mewaspadai potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan. Curah hujan sedang tinggi disertai angin kencang, selanjutnya potensi bencana kekeringan memasuki kemarau panjang,” ujar Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan kepada wartawan, Selasa (31/03/2026).
Erwan mengatakan, musim kemarau panjang akan terjadi memasuki April atau Mei, hingga beberapa bulan ke depan. Potensi bencana kekeringan membayangi masyarakat dan ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Setelah ini, akan masuk musim kemarau panjang. Kita bisa kekurangan air dan ada potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta mulai sekarang ini harusbmenyimpan air, jangan dibuang-buang,” kata Erwan.
Erwan juga menyinggung bahaya yang mengintai masyarakat di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pasca terjadinya bencana tanah longsor hingga menelan korban jiwa 80 orang. Masyarakat di sekitar harus waspada, apalagi Desa Pasirlangu berada di garis sesar Lembang.







