• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 26 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Cuaca Ekstrem: BMKG Operasikan Radar Cuaca di Cilacap

Editor
Rabu, 08 Juli 2026 - 08:23
Ilustrasi cuaca ekstrem.(Foto:Istimewa)

Ilustrasi cuaca ekstrem.(Foto:Istimewa)

SATUJABAR, CILACAP- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengoperasikan Radar Cuaca S-Band di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Fasilitas mutakhir ini berfungsi untuk mendeteksi kondisi awan hujan, intensitas curah hujan, pergerakan sistem cuaca, serta potensi pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu cuaca ekstrem secara cepat dan real-time. Kehadiran radar ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sistem pengamatan atmosfer dan layanan peringatan dini kebencanaan di Indonesia.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa kehadiran infrastruktur ini menjadi jawaban atas kebutuhan vital masyarakat di bagian selatan Pulau Jawa. Lokasi penempatan di Cilacap dipilih karena wilayah pesisir ini berhadapan langsung dengan Samudra Hindia dan memiliki aktivitas ekonomi yang sangat padat, mulai dari sektor kelautan, perikanan, transportasi, hingga industri.

RelatedPosts

3 Wisatawan Hilang Terseret Arus Pantai Karangpapak Garut

Harga Emas Rabu 26/8/2026 Antam Rp 2.750.000 Per Gram

Jalan Regional Ring Road Kota Bogor Dilengkapi Pedestrian

“Radar cuaca S-Band Cilacap menjadi bagian penting dalam meningkatkan layanan informasi cuaca dan peringatan dini. Pesisir selatan Jawa memiliki peran strategis bagi aktivitas kelautan, perikanan, transportasi, industri, hingga kesiapsiagaan bencana. Semuanya membutuhkan dukungan data cuaca yang cepat dan andal,” kata Faisal di Cilacap, Rabu (8/7) dikabarkan Humas BMKG.

Lebih lanjut, Faisal menggarisbawahi pentingnya data cuaca akurat dalam meminimalkan dampak bencana, seperti musibah longsor yang sempat melanda kawasan ini pada tahun lalu. Informasi radar yang presisi juga sangat dibutuhkan untuk memandu pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di zona-zona rawan guna menekan risiko kerugian materiil maupun korban jiwa.

Selain mitigasi bencana, pengoperasian radar ini berdampak langsung pada sektor ekonomi lokal, khususnya industri perikanan Cilacap yang menyuplai kebutuhan pangan protein hingga ke sekitar dan Jawa Tengah. Ketersediaan informasi cuaca real-time menjamin keselamatan para nelayan saat melaut serta menjaga produktivitas kawasan pesisir.

“Begitu besarnya potensi perikanan di sini, sehingga pengoperasian radar ini diharapkan mampu mendukung penuh keselamatan operasional nelayan dan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Lebih lanjut, radar Cilacap berperan krusial dalam mendeteksi bibit siklon tropis secara dini di sisi selatan Indonesia. Berdasarkan catatan historis, wilayah selatan Indonesia pernah terdampak langsung oleh siklon tropis yang merusak seperti Siklon Seroja di NTT, serta Siklon Cempaka dan Dahlia di selatan Yogyakarta. Keberadaan radar S-Band menjadi benteng deteksi dini agar dampak serupa bisa diantisipasi lebih awal.

Secara nasional, BMKG terus berupaya memperkuat jaringan observasi atmosfer di seluruh wilayah Indonesia. Dari total kebutuhan sebanyak 75 radar cuaca untuk mencakup seluruh ruang udara nusantara, saat ini BMKG telah mengoperasikan 45 unit radar dan berkomitmen menambah jumlahnya secara bertahap dari tahun ke tahun.

Pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari proyek nasional Marine Meteorological System Phase II (MMS-2) yang fokus pada penguatan sistem observasi meteorologi maritim di wilayah-wilayah strategis. Melalui proyek MMS-2 ini, BMKG membangun lima radar cuaca baru yang tersebar di Indonesia, meliputi empat Radar Cuaca S-Band di Cilacap, Natuna, Tanjung Pinang, dan Saumlaki, serta peremajaan satu Radar Cuaca C-Band di Tangerang untuk mengoptimalkan cakupan wilayah Jabodetabek.

Plt. Direktur Instrumentasi dan Kalibrasi BMKG, Hartanto, menambahkan bahwa secara teknis, data real-time yang diproduksi oleh Radar Cuaca S-Band ini akan menjadi pilar utama dalam mendukung layanan prakiraan cuaca jangka pendek (nowcasting). Sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu penerima manfaat terbesar, di mana nelayan dan pelaku pelayaran dapat memperoleh data kondisi cuaca yang presisi sebelum melaut.

“Di sisi lain, pemerintah daerah dan lembaga kebencanaan dapat memanfaatkan data ini untuk deteksi dini banjir, hujan lebat, dan angin kencang,” tambahnya.

Adapun seluruh proses pembangunan Radar Cuaca S-Band Cilacap telah melewati tahapan ketat yang terencana, mulai dari survei lokasi, penyusunan desain teknis, pembangunan fisik, instalasi perangkat, hingga integrasi sistem dan pengujian operasional. BMKG memastikan seluruh proses tersebut memenuhi standar teknis internasional, mengutamakan aspek keselamatan, serta selaras dengan kebutuhan operasional pengamatan cuaca nasional.

Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BMKG atas penempatan prioritas infrastruktur strategis ini. Kehadiran radar ini merupakan wujud nyata komitmen dan sinergisitas antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ketahanan wilayah serta melindungi masyarakat dari ancaman cuaca ekstrem.

Sebagai kabupaten terluas di Jawa Tengah, Cilacap memiliki karakteristik geografis yang sangat kompleks dan beragam. Wilayah ini mencakup kawasan pesisir yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia di bagian selatan, area perkotaan, pusat industri, pelabuhan, sektor pertanian sebagai lumbung beras Jawa Tengah, hingga wilayah perbukitan di bagian barat.

“Karakteristik ini membuat Cilacap memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap dinamika perubahan iklim global. Keberadaan radar cuaca ini memberikan manfaat yang sangat besar untuk mendukung berbagai sektor sekaligus menjadi instrumen utama dalam memitigasi bencana hidrometeorologi,” kata Ammy.

Lebih lanjut, data presisi dari Radar Cuaca S-Band tidak hanya mengamankan aktivitas pelayaran dan nelayan di laut, tetapi juga membantu mendeteksi potensi bencana di darat secara lebih dini. Informasi yang cepat dan akurat ini secara langsung meningkatkan kewaspadaan masyarakat sehingga mampu meminimalisir risiko serta kerugian akibat cuaca ekstrem.

Tags: cuaca ekstrem

Related Posts

Personel Satpolairud Polres Garut bersama Polsek Cikelet dan Tim SAR gabungan melakukan pencarian 3 wisatawan hilang di Pantai Karangpapak, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.(Foto: Istimewa/Polda Jabar)

3 Wisatawan Hilang Terseret Arus Pantai Karangpapak Garut

Editor
26 Agustus 2026

SATUJABAR, GARUT--Tiga orang wisatawan dilaporkan hilang setelah terseret arus Pantai Karangpapak, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ketiga korban terseret arus pantai...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Rabu 26/8/2026 Antam Rp 2.750.000 Per Gram

Editor
26 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Rabu 25/8/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.750.000 per gram...

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meninjau penyelesaian Jalan Regional Ring Road.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Jalan Regional Ring Road Kota Bogor Dilengkapi Pedestrian

Editor
26 Agustus 2026

BOGOR - Jalan Regional Ring Road (R3) yang menghubungkan Kecamatan Bogor Barat, Bogor Utara, dan Tanah Sareal dengan Kecamatan Bogor...

Ilustrasi kebakaran hutan.(Foto:Istimewa).

Karhutla: 20 Hektar Pegunungan Datarhuni Sukabumi Hangus

Editor
26 Agustus 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sedikitnya 20 hektar kawasan Pegunungan Datarhuni, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kebakaran membakar ladang...

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Program PLTS 100 GWp melalui peluncuran dan groundbreaking di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8).(Foto: Dok. ESDM)

PLTS 100 GWp Dorong Kemandirian Energi Nasional

Editor
26 Agustus 2026

JEMBRANA, BALI -- PLTS 100 GWp membawa energi surya ke berbagai skala kebutuhan. Diluncurkan dari Gilimanuk, Bali, program ini menjadi...

Menkomdigi Meutya Hafid memberikan keterangan kepada awak media di Monuman Pers, Solo, Jawa Tengah, Selasa (25/08/2026) terkait Yogi Starlink.(Foto: Humas Komdigi)

Kasus ‘Yogi Starlink’, Menkomdigi: Hormati Proses Hukum, Tapi Perlu Pembinaan

Editor
25 Agustus 2026

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menghormati proses hukum yang...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.