• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 20 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Cerita dari Kampung Urug: Warisan Budaya yang Kini Ditetapkan sebagai Kawasan Heritage Bogor

Editor
Kamis, 29 Mei 2025 - 08:31
Cerita dari Kampung Urug: Warisan Budaya yang Kini Ditetapkan sebagai Kawasan Heritage Bogor

(Foto: Dok. Humas Pemkab Bogor)

Di Kampung Urug, sebuah desa yang tenang di kaki pegunungan Bogor, suasana terasa berbeda. Bukan hanya karena momentum penyerahan sertifikat hunian tetap bagi warga yang sempat terdampak bencana, tetapi juga karena satu pengakuan penting disampaikan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

Di hadapan warga Desa Urug, Bupati Rudy berdiri dengan penuh keyakinan. “Kami, Pemerintah Kabupaten Bogor, menetapkan beberapa titik sebagai kawasan heritage, termasuk Kampung Urug yang merupakan kampung adat,” ucapnya tegas, disambut tepuk tangan warga yang bangga.

RelatedPosts

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Bagi masyarakat Kampung Urug, pernyataan itu bukan sekadar formalitas. Itu adalah pengakuan atas jati diri mereka. Sebuah komitmen bahwa adat, budaya, dan kearifan lokal yang selama ini mereka jaga, kini benar-benar mendapat tempat dalam rencana besar pembangunan Kabupaten Bogor.

“Kami ingin melindungi peninggalan leluhur kita—baik benda-benda pusaka maupun nilai-nilai yang hidup dalam masyarakatnya.” tutur Rudy, suaranya bergetar antara kebanggaan dan tanggung jawab.

Heritage Bukan Sekadar Label

Penetapan Kampung Urug sebagai kawasan heritage tidak berhenti pada label semata. Rudy menjanjikan langkah nyata. Pemerintah akan membangun infrastruktur yang mendukung pelestarian, mengangkat budaya Urug ke panggung nasional dan bahkan internasional.

“Yang kita pakai hari ini bukan batik biasa, ini adalah batik khas Desa Urug. Ini bentuk nyata bahwa kita bukan hanya berbicara soal simbol, tapi sedang membangun komitmen besar untuk menjaga warisan ini agar tetap hidup dan dikenal dunia,” katanya.

Dengan mata yang menatap jauh ke depan, Rudy menggambarkan harapannya: budaya bukan hanya cerita masa lalu, tetapi pilar masa depan. Ia menyebut pembangunan Pendopo Kewedanaan sebagai contoh bahwa pemerintah sedang menata ulang relasi masyarakat dengan akar budayanya.

Mengembalikan Senyum Urug

Lebih dari itu, ia ingin mengembalikan “senyum Urug”—senyum warga yang penuh harapan, setelah sempat diterpa bencana. Dan kuncinya adalah budaya. Budaya yang menyatukan, membangun solidaritas, dan menguatkan identitas lokal di tengah arus modernisasi.

“Kami ingin menjadikan budaya sebagai salah satu pilar pembangunan. Dengan melestarikan budaya, kita tidak hanya menjaga sejarah, tapi juga menciptakan masa depan yang berakar pada identitas kuat masyarakat Bogor,” ujar Rudy dengan penuh semangat.

Kolaborasi yang Inklusif

Namun, pemerintah tidak berjalan sendiri. Penetapan Kampung Urug sebagai kawasan heritage akan melibatkan banyak pihak—tokoh adat, seniman lokal, akademisi, dan tentu saja masyarakat desa itu sendiri. Semua duduk setara dalam meja perencanaan. Karena warisan budaya sejatinya adalah milik bersama.

Kampung Urug hari ini bukan hanya desa di peta Bogor. Ia kini menjadi representasi dari tekad besar sebuah daerah untuk tidak melupakan asal-usulnya. Di balik keindahan alamnya, tersembunyi cerita tentang kearifan, perjuangan, dan harapan yang kini kembali mendapat tempat.

Dan seperti yang diucapkan Bupati Rudy: “Kita tidak sedang bernostalgia. Kita sedang membangun masa depan, dari akar budaya kita sendiri.”

Tags: bupati bogorKampung Urug BogorRudy Susmanto

Related Posts

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dok. Humas Kemenbud)

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Editor
15 September 2026

MOJOKERTO - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa...

Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari ribuan warga yang tumpah ruah ke jalanan, Minggu (13/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Editor
14 September 2026

KUNINGAN – Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan  bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme...

Salah satu area di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Editor
13 September 2026

Jumlah rumah di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja tak pernah bertambah. Jumlahnya selalu 70 rumah, tak kurang dan...

– Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid 5: Sport n’ Ethno Carnaval”, kegiatan ini resmi dibuka pada Kamis (10/9/2026), bertempat di Stadion Rana Diraksa.(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Gelar Budaya dan Olahraga Desa Suganangan Membangun Kolaborasi

Editor
11 September 2026

KUNINGAN – Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid...

Rapat persiapan Karnaval Budaya di Hari Jadi Kabupaten Kuningan.(Foto: Dok. Diskominfo Kab. Kuningan)

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528, Kirab Sejarah di Ujung Perayaan

Editor
8 September 2026

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 akan diwarnai dengan Karnaval Budaya yang persiapannya terus dimatangkan. Mengusung tema “Tumapak Ka Jaman Baheula:...

Ribuan warga Kuningan tumpah ruah menyaksikan helaran tradisi budaya Seba Sapton dan Babarit yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan, Sabtu (5/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Meriahnya Tradisi Budaya Seba Sapton dan Babarit di Hari Jadi Kuningan

Editor
6 September 2026

Ribuan warga Kuningan tumpah ruah menyaksikan helaran tradisi budaya Seba Sapton dan Babarit yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.