• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 17 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Cendol Elizabeth Bandung Legendaris

Editor
Minggu, 18 September 2022 - 11:09
cendol elizabeth

Es cendol Elizabeth (bandung.go.id)

SATUJABAR, BANDUNG – Cendol Elizabeth merupakan salah satu kuliner terkenal di Kota Bandung.

Es cendol ini merupakan minuman tradisional yang terbuat dari tepung beras dengan warna hijaunya yang khas.

RelatedPosts

Kemenperin Perkuat Daya Saing IKM Fesyen dan Kriya

Pemkot Bandung dan PNM Dongkrak UMKM Perempuan

Mendag Busan Resmikan ‘Pojok Product Placement Pilihan Busan’ Buat UMKM

Cendol Elizabeth bermula dari H Rohman yang berjualan minuman menyegarkan itu pada 1972.

Pak Haji berjualan dengan cara berkeliling menggunakan gerobak.

Saat itu ia masih tinggal di rumah kontrakan di Jalan Lio Genteng, Astanaanyar.

Dia keliling menjajakan dagangannya hingga ke Dago dan Cihampelas.

Setiap pulang berjualan Rohman melewati Jalan Otista (Jalan Otto Iskandar Dinata).

Di sana terdapat rumah ibu Eli yang merupakan langganan cendolnya. Hingga akhirnya ia mulai berjualan di depan rumah Eli.

AWAL MULA BRAND

Saat itu, adik Eli bekerja di salah satu toko tas. Melihat Rohman sering berjualan di depan rumahnya menggunakan gerobak, Eli pun ingin menitipkan tas reject-nya kepada Rohman untuk dijual.

Hingga akhirnya rumah Eli menjadi toko tas dan berdiri plang toko tas Elizabeth, Rohman masih berjualan es cendol.

Ketika ada yang memesan cendol, Rohman yang kurang lancar dalam membaca dan menulis, meminta tolong ke Eli untuk menuliskan pesanannya.

Eli yang sering menuliskan pesanan cendol menggunakan bon tas Elizabeth, menyarankan agar nama cendolnya juga mengadopsi brand tas tersebut. Inilah asal usul nama Cendol Elizabeth.

Hingga akhirnya, Rohman memutuskan untuk pindah tempat tinggal ke Jalan Inhoftank, dan masih tetap berjualan di depan toko tas.

Namun karena banyaknya pembeli, saat berjualan di sana sering kehabisan bahan, hingga akhirnya banyak pembeli yang datang langsung ke tempat produksinya di Jalan Inhoftank.

Di sisi lain, Pemkot Bandung meluncurkan aturan zona larangan pedagang kaki lima (PKL) yang berdampak pada penjualan.

Padahal sebenarnya dia tidak di area trotoar melainkan masih berada di area toko.

Hingga sekitar tahun 1998 mulai dibangun tempat jualan khusus di Jalan Inhoftank Nomor 64.

Selain menjual es cendol, juga disediakan es goyobod.

Asal usul berjualan goyobod berawal dari Eli yang suka membuat goyobod, saat itu ia sedang malas higga meminta tolong ke Rohman untuk membuatkan goyobod.

Sebelumnya Es Cendol Elizabeth pernah membukan stand di Ciwalk. Namun menurut Nur Hidayah, anak H. Rohman mengatakan saat itu penjualan produk belum bisa menutupi biaya sewa lapak di mal.

Hingga menu produk es goyobod ditambahkan.

Nur menuturkan,  saat ini hanya memiliki cabang di Kota Tasikmalaya, Majalaya, dan mendistribusikan ke supermarket.

Sedangkan pedagang-pedagang yang berjualan di jalan-jalan itu bukan bagian dari unit usaha.

Es Cendol Elizabeth Pusat buka setiap hari pukul 09.00-17.00 WIB. Harga cendol per bungkus besar Rp22.000 sedangkan goyobod per bungkus besar Rp32.000.

Tags: cendolcendol elizabeth

Related Posts

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan akan terus dorong kinerja IKM.(Foto: Humas Kemenperin)

Kemenperin Perkuat Daya Saing IKM Fesyen dan Kriya

Editor
16 Agustus 2026

JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM), termasuk di sektor fesyen dan kriya, agar...

UMKM Perempuan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pemkot Bandung dan PNM Dongkrak UMKM Perempuan

Editor
13 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pengusaha perempuan, melalui...

Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan gerai Point Coffee dan Pojok Product Placement Pilihan Busan (Pojok PPPB) di lapangan parkir Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada Rabu, (12/8).(Foto: Humas Kemendag)

Mendag Busan Resmikan ‘Pojok Product Placement Pilihan Busan’ Buat UMKM

Editor
12 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan gerai Point Coffee dan Pojok Product Placement Pilihan Busan (Pojok PPPB) di...

Tsurayaa Tea.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Tsurayaa Tea, dari Riset Tembus Mega Halal Bangkok 2026

Editor
12 Agustus 2026

Bagi Sena Oktavianti, teh bukanlah sesuatu yang sejak awal begitu dekat dengan kehidupannya. Perempuan yang sebelumnya berkarier sebagai konsultan pajak...

UMKM Finance Summit 2026 bertema “Penguatan Akses Pembiayaan dan Ekosistem UMKM melalui Sinergi Kebijakan AntarPemangku Kepentingan untuk Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Nasional" yang digelar OJK di Jakarta, Selasa (11/8/2026).(Foto: Dok. OJK)

Kredit UMKM Capai Rp1.948,72 Triliun

Editor
12 Agustus 2026

Kredit UMKM lintas sektor mencapai angka Rp1.948,72 triliun, tumbuh sebesar 2,18 persen year on year hingga Juni 2026. SATUJABAR, JAKARTA...

Produk Kampoeng Rajoet Binong Jati Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Perajin Kampoeng Rajoet Binong Ubah Sampah Plastik Jadi Benang

Editor
11 Agustus 2026

Upaya mengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai terus dikembangkan di Kampoeng Rajoet, Kampung Wisata Kreatif Binong Jati. Melalui inovasi pengolahan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Ahadiat Hotel & Bungalow Bandung