• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 25 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Cendol Elizabeth Bandung Legendaris

Editor
Minggu, 18 September 2022 - 11:09
cendol elizabeth

Es cendol Elizabeth (bandung.go.id)

SATUJABAR, BANDUNG – Cendol Elizabeth merupakan salah satu kuliner terkenal di Kota Bandung.

Es cendol ini merupakan minuman tradisional yang terbuat dari tepung beras dengan warna hijaunya yang khas.

RelatedPosts

Ekonomi Pariwisata Kota Bandung Mengalir ke Kantung UMKM

Kemenperin Antar IKM Kerajinan Raup Rp 1,83 Miliar dari Penjualan Ekspor

OJK: Kredit UMKM Akan Tumbuh 7-9 Persen

Cendol Elizabeth bermula dari H Rohman yang berjualan minuman menyegarkan itu pada 1972.

Pak Haji berjualan dengan cara berkeliling menggunakan gerobak.

Saat itu ia masih tinggal di rumah kontrakan di Jalan Lio Genteng, Astanaanyar.

Dia keliling menjajakan dagangannya hingga ke Dago dan Cihampelas.

Setiap pulang berjualan Rohman melewati Jalan Otista (Jalan Otto Iskandar Dinata).

Di sana terdapat rumah ibu Eli yang merupakan langganan cendolnya. Hingga akhirnya ia mulai berjualan di depan rumah Eli.

AWAL MULA BRAND

Saat itu, adik Eli bekerja di salah satu toko tas. Melihat Rohman sering berjualan di depan rumahnya menggunakan gerobak, Eli pun ingin menitipkan tas reject-nya kepada Rohman untuk dijual.

Hingga akhirnya rumah Eli menjadi toko tas dan berdiri plang toko tas Elizabeth, Rohman masih berjualan es cendol.

Ketika ada yang memesan cendol, Rohman yang kurang lancar dalam membaca dan menulis, meminta tolong ke Eli untuk menuliskan pesanannya.

Eli yang sering menuliskan pesanan cendol menggunakan bon tas Elizabeth, menyarankan agar nama cendolnya juga mengadopsi brand tas tersebut. Inilah asal usul nama Cendol Elizabeth.

Hingga akhirnya, Rohman memutuskan untuk pindah tempat tinggal ke Jalan Inhoftank, dan masih tetap berjualan di depan toko tas.

Namun karena banyaknya pembeli, saat berjualan di sana sering kehabisan bahan, hingga akhirnya banyak pembeli yang datang langsung ke tempat produksinya di Jalan Inhoftank.

Di sisi lain, Pemkot Bandung meluncurkan aturan zona larangan pedagang kaki lima (PKL) yang berdampak pada penjualan.

Padahal sebenarnya dia tidak di area trotoar melainkan masih berada di area toko.

Hingga sekitar tahun 1998 mulai dibangun tempat jualan khusus di Jalan Inhoftank Nomor 64.

Selain menjual es cendol, juga disediakan es goyobod.

Asal usul berjualan goyobod berawal dari Eli yang suka membuat goyobod, saat itu ia sedang malas higga meminta tolong ke Rohman untuk membuatkan goyobod.

Sebelumnya Es Cendol Elizabeth pernah membukan stand di Ciwalk. Namun menurut Nur Hidayah, anak H. Rohman mengatakan saat itu penjualan produk belum bisa menutupi biaya sewa lapak di mal.

Hingga menu produk es goyobod ditambahkan.

Nur menuturkan,  saat ini hanya memiliki cabang di Kota Tasikmalaya, Majalaya, dan mendistribusikan ke supermarket.

Sedangkan pedagang-pedagang yang berjualan di jalan-jalan itu bukan bagian dari unit usaha.

Es Cendol Elizabeth Pusat buka setiap hari pukul 09.00-17.00 WIB. Harga cendol per bungkus besar Rp22.000 sedangkan goyobod per bungkus besar Rp32.000.

Tags: cendolcendol elizabeth

Related Posts

Wali Kota Bandung Muhammad farhan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ekonomi Pariwisata Kota Bandung Mengalir ke Kantung UMKM

Editor
16 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan Kota Bandung saat ini telah berkembang menjadi salah satu destinasi wisata...

(Foto: Dok. Kemenperin)

Kemenperin Antar IKM Kerajinan Raup Rp 1,83 Miliar dari Penjualan Ekspor

Editor
12 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal lndustri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus melakukan peningkatan daya saing pelaku...

Logo OJK,Stabilitas sektor jasa keuangan,Survei Penilaian Integritas 2024,penyelesaian masalah pinjol

OJK: Kredit UMKM Akan Tumbuh 7-9 Persen

Editor
11 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa penyaluran kredit kepada U​saha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada 2026...

Ekspor produk bumbu ke Arab Saudi.(Foto: Dok. Kemenhaj)

UMKM Indonesia Ekspor Bumbu Ke Arab Saudi

Editor
4 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU)...

Keripik pisang. (Foto: Dok. Kemendag)

9 Ton Keripik Pisang Ini Diekspor Ke Malaysia

Editor
28 Februari 2026

SATUJABAR, MEDAN - Menteri Perdagangan, Budi Santoso melepas ekspor sembilan ton keripik pisang kepok merek Archila ke Malaysia senilai Rp270...

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Kemenperin Dorong Percepatan Sertifikasi Halal di Daerah

Editor
27 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus memperkuat daya saing industri nasional melalui peningkatan layanan jasa industri dan percepatan sertifikasi halal....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.